FIFA Catat 6 Klub Indonesia Terkena 30 Larangan Pemain
FIFA mencatat enam klub Indonesia terkena 30 larangan pendaftaran pemain sepanjang 2025/2026. Indonesia masuk 10 besar dunia.
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kesempatan melanjutkan pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) di luar negeri kembali dibuka melalui program Beasiswa Co-Funding Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2026. Ada tujuh program yang ditawarkan di lima negara, yakni Amerika Serikat, Australia, Jerman, Jepang, dan Irlandia.
Pendaftaran beasiswa dibuka pada 28 Oktober hingga 1 Desember 2026. Program ini mencakup berbagai bidang, mulai dari biologi, biomedis, teknik, semikonduktor, hingga sains dan teknologi.
Tujuh kampus tujuan yang bekerja sama dalam program tersebut adalah University of California, Davis; Washington University in St. Louis; The University of Queensland; The University of Sydney; Technische Universität Braunschweig; Nara Institute of Science and Technology; serta University College Dublin.
Program ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk calon pegawai negeri sipil (CPNS), pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri sesuai ketentuan masing-masing program.
Mengutip informasi dari akun Instagram resmi LPDP, @lpdp_ri, Sabtu (31/10/2026), persyaratan setiap program berbeda. Calon pendaftar perlu memperhatikan batas usia, IPK, kemampuan bahasa Inggris, durasi studi, serta mekanisme pendaftaran di kampus tujuan.
Berikut tujuh program beasiswa Co-Funding LPDP 2026 beserta kampus tujuan dan persyaratan yang tercantum dalam pengumuman.
University of California, Davis (UC Davis) menawarkan beasiswa Co-Funding untuk jenjang doktor (S3). Program ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk CPNS, PNS, TNI, dan Polri.
Persyaratan yang perlu dipenuhi meliputi:
Batas usia maksimal 47 tahun.
IPK minimum 3,25.
Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 7,0; TOEFL iBT minimal 80; TOEFL iBT skala 6 minimal 4,5; atau Duolingo English Test minimal 115.
Durasi studi lima tahun.
Batas pendaftaran kampus 1 Desember 2026.
Pendaftar wajib mengajukan aplikasi melalui portal UC Davis dan LPDP secara paralel. Karena itu, calon peserta perlu memperhatikan kelengkapan dokumen serta tenggat dari kedua pihak.
Washington University in St. Louis (WashU) juga menyediakan beasiswa Co-Funding untuk jenjang doktor (S3). Kesempatan ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk CPNS, PNS, TNI, dan Polri.
Berikut persyaratan umumnya:
Batas usia maksimal 47 tahun.
IPK minimum 3,25.
Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 6,5; TOEFL iBT minimal 90; TOEFL iBT skala 6 minimal 5; atau Duolingo English Test minimal 125.
Durasi studi lima tahun.
Tenggat pendaftaran kampus berbeda berdasarkan program studi. Pendaftar Roy and Diana Vagelos Division of Biology and Biomedical Sciences harus mengajukan aplikasi paling lambat 15 November 2026. Sementara itu, program studi lainnya memiliki batas pendaftaran 1 Desember 2026.
Pendaftaran dilakukan secara paralel melalui portal WashU dan LPDP. Peminat program biologi dan biomedis perlu memberi perhatian khusus pada tenggat yang lebih awal tersebut.
The University of Queensland (UQ) membuka beasiswa Co-Funding untuk jenjang doktor (S3). Program ini dapat diikuti masyarakat umum, termasuk CPNS, PNS, TNI, dan Polri.
Persyaratan pendaftarannya meliputi:
Batas usia maksimal 47 tahun.
IPK minimum 3,25.
Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 6,5; TOEFL iBT minimal 87; atau PTE Academic minimal 64.
Durasi studi empat tahun.
Batas pendaftaran kampus 1 Desember 2026.
Calon peserta harus mendaftar melalui portal The University of Queensland dan LPDP secara paralel. Program studi yang dipilih juga perlu dipastikan sesuai dengan ketentuan beasiswa.
The University of Sydney menawarkan program Co-Funding untuk jenjang doktor, khususnya bidang teknik. Beasiswa ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk CPNS, PNS, TNI, dan Polri.
Persyaratan yang tercantum adalah:
Batas usia maksimal 47 tahun.
IPK minimum 3,25.
Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 6,5; TOEFL iBT minimal 85; atau PTE Academic minimal 84.
Durasi studi empat tahun.
Batas pendaftaran kampus 1 Desember 2026.
Pendaftar harus mengajukan aplikasi ke The University of Sydney dan LPDP secara paralel. Persyaratan akademik dan kemampuan bahasa Inggris perlu disesuaikan dengan ketentuan program doktor bidang teknik yang dituju.
Bagi peminat bidang semikonduktor, Technische Universität Braunschweig di Jerman menyediakan beasiswa Co-Funding untuk jenjang doktor (S3).
Persyaratan program ini meliputi:
Batas usia maksimal 47 tahun.
IPK minimum 3,25.
Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 6,5; TOEFL iBT minimal 90; atau TOEFL iBT skala 6 minimal 4,5.
Durasi studi empat tahun.
Mekanisme pendaftarannya berbeda dari sejumlah kampus lain. Calon peserta cukup mendaftar melalui portal LPDP dengan melampirkan letter of intent atau cover letter yang ditujukan kepada Technische Universität Braunschweig.
Surat tersebut perlu disiapkan dengan memperhatikan minat akademik, tujuan studi, serta relevansi bidang semikonduktor dengan rencana pengembangan keilmuan atau karier.
Nara Institute of Science and Technology (NAIST) menawarkan beasiswa Co-Funding untuk dua jenjang sekaligus, yakni magister (S2) dan doktor (S3).
Program ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk CPNS, PNS, TNI, dan Polri. Persyaratan akademik dan batas usia dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan.
Jenjang magister (S2):
Batas usia maksimal 37 tahun.
IPK minimum 3,00.
Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 6,0; TOEFL iBT minimal 74; TOEFL iBT skala 6 minimal 4,0; atau Duolingo English Test minimal 115.
Durasi studi dua tahun.
Jenjang doktor (S3):
Batas usia maksimal 47 tahun.
IPK minimum 3,00.
Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 6,0; TOEFL iBT minimal 74; TOEFL iBT skala 6 minimal 4,0; atau Duolingo English Test minimal 115.
Durasi studi tiga tahun.
Pendaftaran dilakukan secara paralel melalui portal NAIST dan LPDP. Batas pendaftaran NAIST tercatat pada 1 Desember 2026.
University College Dublin (UCD) menyediakan beasiswa Co-Funding untuk jenjang magister (S2) dengan durasi studi satu tahun.
Program ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk CPNS, PNS, TNI, dan Polri. Namun, batas usia pendaftar dibedakan berdasarkan kategori peserta.
Ketentuan usia dan persyaratan lainnya sebagai berikut:
Masyarakat umum: maksimal 35 tahun.
CPNS/PNS: maksimal 37 tahun.
TNI/Polri: maksimal 40 tahun.
PNS dengan jabatan fungsional peneliti, perekayasa, medis, paramedis, atau pendidik: maksimal 42 tahun.
IPK minimum 3,00.
Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 6,5; TOEFL iBT minimal 90; TOEFL iBT skala 6 minimal 4,5; atau Duolingo English Test minimal 120.
Durasi studi satu tahun.
Batas pendaftaran kampus 1 Desember 2026.
Pendaftaran dilakukan secara paralel melalui portal University College Dublin dan LPDP. Pendaftar perlu memastikan kategori usia sesuai status masing-masing sebelum mengajukan aplikasi.
Peserta yang sebelumnya mengikuti Seleksi LPDP Tahap 2 2026 juga perlu memperhatikan aturan khusus jika ingin beralih ke program Co-Funding.
Bagi peserta yang hendak mendaftar sebelum 30 November 2026, pengunduran diri dari proses seleksi LPDP Tahap 2 harus diajukan terlebih dahulu melalui layanan tiket bantuan LPDP.
Sementara itu, peserta yang mendaftar setelah 30 November 2026 perlu memperhatikan hasil seleksi substansi Tahap 2.
Peserta yang dinyatakan tidak lulus seleksi substansi dapat langsung mendaftar program Co-Funding. Adapun peserta yang dinyatakan lulus seleksi substansi harus mengajukan pengunduran diri melalui tiket bantuan LPDP terlebih dahulu apabila tetap ingin mengikuti seleksi Co-Funding.
Calon peserta perlu mencatat tahapan seleksi agar tidak melewatkan batas waktu pendaftaran maupun pengumuman hasil.
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Pendaftaran | 28 Oktober–1 Desember 2026 |
| Seleksi administrasi | 2–17 Desember 2026 |
| Pengumuman hasil administrasi | 18 Desember 2026 |
| Pengajuan sanggah | 19–23 Desember 2026 |
| Pengumuman hasil sanggah | 20 Januari 2027 |
| Seleksi substansi NAIST dan UCD | 25 Januari–11 Februari 2027 |
| Seleksi substansi program lainnya | 25 Januari–25 Februari 2027 |
Pengumuman hasil seleksi juga dibagi berdasarkan kampus tujuan:
NAIST dan UCD: 12 Februari 2027.
TU Braunschweig, WashU, UQ, dan UC Davis: 24 Maret 2027.
UCD: 21 April 2027.
Perkuliahan paling cepat dijadwalkan mulai April 2027 untuk NAIST dan UCD. TU Braunschweig, WashU, UQ, dan UC Davis dijadwalkan mulai Juli 2027, sedangkan WashU juga tercantum memiliki jadwal Agustus 2027. UCD dijadwalkan memulai perkuliahan pada September 2027.
Calon peserta sebaiknya memeriksa kembali ketentuan dan jadwal melalui kanal resmi LPDP serta laman kampus tujuan. Perbedaan tenggat dan mekanisme pendaftaran membuat persiapan dokumen perlu dilakukan sejak awal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FIFA mencatat enam klub Indonesia terkena 30 larangan pendaftaran pemain sepanjang 2025/2026. Indonesia masuk 10 besar dunia.
Bournemouth menjamu Leeds United pada pekan kesembilan Liga Inggris. Simak jadwal, kondisi tim, prediksi susunan pemain, dan peluang kedua klub.
OJK mengidentifikasi 11 usaha gadai swasta belum berizin dan sejumlah pinjaman pribadi ilegal. Simak daftar nama serta cara melaporkannya.
Veda Ega Pratama unggul delapan poin atas Hakim Danish di klasemen Moto3 2026. Keduanya akan kembali bersaing dalam balapan di Malaysia.
Ford memperkenalkan Mustang Mach-E SSV 2027 untuk armada kepolisian AS. Mobil listrik ini dibekali motor ganda, rem Brembo, dan teknologi keselamatan aktif.
Suzuki menyalip Honda sebagai produsen otomotif Jepang terbesar kedua berdasarkan penjualan global. Pertumbuhan di India menjadi pendorong utama.