Jadwal SIM Keliling Polda DIY Rabu 4 November 2026 di Godean, Cek Lokasi
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
Menag Nasaruddin Umar saat membuka OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Jogja. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA— Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menunjukkan inovasi dan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi digital. Kompetisi tingkat nasional ini tidak hanya mempertemukan mahasiswa dalam bidang akademik, tetapi juga membuka peluang pengembangan hasil penelitian agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan OASE III PTKIN 2026 mengusung tema "Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi". Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di tengah pesatnya transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial.
"Jadi kita berharap nanti bibit-bibit unggul yang selama ini kita persiapkan di perguruan tinggi itu menampilkan percobaan temuannya, yang mungkin nanti disempurnakan pada saat setelah alumni," kata Nasaruddin setelah pembukaan OASE III PTKIN di Yogyakarta, Rabu.
OASE PTKIN merupakan kompetisi akademik tingkat nasional yang diikuti mahasiswa PTKIN se-Indonesia. Pada penyelenggaraan ketiga tahun ini, kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta.
Nasaruddin berharap kompetisi ini dapat melahirkan mahasiswa dengan kemampuan akademik dan inovasi yang mampu memperkuat posisi Indonesia di berbagai bidang, terutama sains dan riset.
"Diharapkan akan menjadi kekayaan bangsa kita untuk mengorbitkan Indonesia sebagai satu bangsa yang sangat diperhitungkan dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang sains dan riset," kata Menteri Agama.
UIN Sunan Kalijaga Dipilih Jadi Tuan Rumah OASE III
Penunjukan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai tuan rumah OASE III PTKIN 2026 juga menjadi perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini. Nasaruddin mengatakan pemilihan kampus tersebut berkaitan dengan capaian yang baru saja diperoleh UIN Sunan Kalijaga.
"Mudah-mudahan hasil yang kita raih dari acara ini nanti menambah gairah perguruan tinggi keagamaan Islam negeri akan semakin diminati oleh warga masyarakat bangsa Indonesia dan dunia," katanya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menjelaskan OASE pertama kali diselenggarakan pada 2021 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Kompetisi kemudian berlanjut pada 2023 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebelum kembali digelar pada 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Menurut Amien, penyelenggaraan OASE diarahkan untuk mendorong mahasiswa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, moderasi beragama, serta kemanusiaan.
"Dengan OASE ini diharapkan mendorong mahasiswa untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta menghasilkan inovasi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, moderasi beragama, dan kemanusiaan," katanya.
Kompetisi dalam bidang agama, sains, dan riset juga diharapkan meningkatkan kreativitas serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun budaya riset, sportivitas, kolaborasi, dan persaudaraan atau ukhuwah antarmahasiswa.
"Pada akhirnya, OASE diharapkan melahirkan generasi mahasiswa PTKIN yang unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa," katanya.
Ekspo Inovasi Libatkan 34 PTKIN
Selain kompetisi, OASE III PTKIN 2026 menghadirkan ekspo inovasi yang memberikan kesempatan kepada kampus peserta untuk memperkenalkan hasil penelitian mahasiswa. Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan penjajakan kerja sama ant perguruan tinggi.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, menjelaskan ekspo memungkinkan mahasiswa mempresentasikan proses penelitian sekaligus memperoleh masukan dari peserta maupun pengunjung.
“Ekspo menjadi kesempatan bagi mahasiswa menjelaskan proses penelitian dan menerima masukan. Pertemuan antarkampus juga membuka kemungkinan mempertemukan gagasan dengan keahlian serta fasilitas yang diperlukan untuk pengembangan berikutnya,” ujarnya.
Beragam bidang penelitian ditampilkan dalam rangkaian OASE. Selain robotika dan kesehatan, inovasi mahasiswa PTKIN juga mencakup teknologi produk halal, ketahanan pangan, pengelolaan limbah, serta konservasi energi.
Melalui berbagai karya tersebut, mahasiswa perguruan tinggi Islam menunjukkan penerapan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan kehidupan. Mulai dari upaya mendukung kesehatan masyarakat, memenuhi kebutuhan pangan, hingga menjaga kelestarian lingkungan.
Hasil kompetisi juga diharapkan tidak berhenti pada penilaian dan pemberian penghargaan. Karya mahasiswa dapat menjadi bahan bagi perguruan tinggi untuk memetakan penelitian yang memiliki peluang dikembangkan lebih lanjut.
“Setiap karya membutuhkan tindak lanjut yang sesuai. Ada yang perlu memperkuat data, mengulang pengujian, menyempurnakan prototipe, atau mencari mitra penelitian. Pendampingan harus mengikuti kebutuhan ilmiahnya,” kata Sahiron.
Dia mengingatkan karya yang berhasil meraih penghargaan dalam kompetisi belum tentu langsung siap diterapkan di tengah masyarakat. Terlebih untuk inovasi bidang kesehatan dan pangan, manfaat, keamanan, serta kesesuaian penggunaannya masih perlu dibuktikan melalui tahapan pengujian yang relevan.
Karena itu, interaksi antarkampus menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan OASE. Mahasiswa berkesempatan mendapatkan masukan, dosen dapat mengidentifikasi peluang penelitian bersama, sedangkan perguruan tinggi bisa menjajaki pemanfaatan keahlian dan fasilitas secara kolaboratif.
OASE Diharapkan Hasilkan Inovasi yang Bermanfaat
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ahmad Rozaki, sebelumnya telah menekankan pentingnya orientasi kemanfaatan dalam rapat koordinasi persiapan OASE III PTKIN 2026.
“Ini bukan sekadar lomba, melainkan bagaimana langkah dan inovasi mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi Indonesia,” tegasnya.
Secara teknis, kesempatan untuk mempertemukan berbagai hasil penelitian diperluas melalui ekspo inovasi yang melibatkan 34 PTKIN. Kegiatan tersebut digelar di Halaman Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dan direncanakan dibuka pada 4 November 2026 sebagai bagian dari rangkaian OASE III.
“Melalui ekspo, kampus dapat mengenali potensi penelitian satu sama lain. Interaksi mahasiswa dan dosen diharapkan menghasilkan masukan yang konkret serta peluang kerja sama setelah kegiatan selesai,” ujar Zaki.
Melalui kompetisi dan ekspo tersebut, OASE III PTKIN 2026 diharapkan menjadi ruang pengembangan prestasi sekaligus memperkuat ekosistem penelitian di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Hasil inovasi mahasiswa diharapkan dapat terus disempurnakan melalui penelitian, pendampingan, dan kolaborasi lintas kampus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 5 November 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari 13 stasiun hingga Jogja.
Satgas PKH menertibkan kawasan hutan yang diduga dikuasai ilegal perusahaan terafiliasi AK. Pemerintah juga menyiapkan denda administratif.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 5 November 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatannya.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 5 November 2026 tersedia di Balai Kalurahan Siraman. Cek lokasi, syarat, dan biaya perpanjangan SIM.
Mobil Daihatsu mundur setelah mesinnya mati di tanjakan parkir LG Ambarukmo Plaza. Insiden menyebabkan kerusakan dengan kerugian Rp22 juta.