Skor TOEFL LPDP 2026: Ini Syarat Magister dan Doktor

Jumali
Jumali Sabtu, 07 November 2026 13:17 WIB
Skor TOEFL LPDP 2026: Ini Syarat Magister dan Doktor

LPDP./Harian Jogja

Harianjogja.com, JOGJA—Calon pendaftar beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) perlu memastikan jenis tes dan skor kemampuan bahasa Inggris sebelum mengirimkan dokumen pendaftaran. Persyaratan ini tidak bisa disamakan untuk semua pelamar karena ambang batasnya bergantung pada jenjang pendidikan, negara tujuan studi, serta kategori beasiswa yang dipilih.

Pada program Beasiswa SHARE Tahap 2 dan Beasiswa STEM Industri Strategis 2026, ketentuan skor bahasa Inggris dibedakan antara pendaftar magister dan doktor. Perbedaan juga berlaku bagi calon mahasiswa yang memilih perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Kesalahan membaca ketentuan tersebut berisiko membuat sertifikat yang diunggah tidak memenuhi persyaratan. Karena itu, calon penerima beasiswa sebaiknya tidak hanya mengejar skor tinggi, tetapi juga memastikan jenis tes yang diambil memang diakui oleh LPDP.

Daftar Skor TOEFL LPDP 2026

Bagi pendaftar kriteria umum Beasiswa SHARE Tahap 2 2026, skor minimal TOEFL untuk studi dalam negeri lebih rendah dibandingkan persyaratan bagi calon mahasiswa yang memilih kampus luar negeri. Berikut rincian skor yang perlu diperhatikan.

Jenjang dan tujuan studiTOEFL ITPTOEFL iBT
Magister dalam negeri50061
Doktor dalam negeri53070
Magister luar negeriTidak tercantum80
Doktor luar negeriTidak tercantum94

Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa calon mahasiswa doktor luar negeri perlu menyiapkan kemampuan bahasa Inggris lebih tinggi dibandingkan pendaftar magister luar negeri. Sementara itu, untuk tujuan studi dalam negeri, LPDP mencantumkan pilihan TOEFL ITP maupun TOEFL iBT.

Meski demikian, angka tersebut merupakan acuan bagi kategori pendaftar yang bersangkutan. Jalur afirmasi, kerja sama khusus, dan skema pendanaan tertentu dapat memiliki persyaratan tersendiri. Pendaftar perlu membaca panduan sesuai kategori yang dipilih agar tidak keliru menggunakan standar skor.

Tidak Hanya TOEFL, Ada Pilihan Tes Lain

LPDP tidak membatasi pemenuhan persyaratan bahasa Inggris hanya melalui TOEFL. Sejumlah tes lain juga dapat digunakan, antara lain IELTS, PTE Academic, dan Duolingo English Test.

Untuk pendaftar magister dalam negeri pada Beasiswa SHARE Tahap 2 2026, misalnya, ketentuan skor minimal meliputi TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo English Test 105, atau TOEP 500. LPDP juga menerima tes kemampuan bahasa Inggris internal perguruan tinggi dalam negeri tertentu sesuai daftar yang disediakan.

Sementara itu, pendaftar magister luar negeri perlu memenuhi skor TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, IELTS 6,5, atau Duolingo English Test 120.

Untuk jenjang doktor dalam negeri, ketentuannya adalah TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo English Test 110, atau TOEP 530. Adapun pendaftar doktor luar negeri harus memenuhi TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, IELTS 7,0, atau Duolingo English Test 130.

Dengan banyaknya pilihan tes, calon pelamar perlu memperhatikan ketentuan berdasarkan program dan tujuan studi. TOEFL ITP, misalnya, tidak tercantum sebagai pilihan bagi pendaftar kriteria umum yang memilih studi luar negeri pada ketentuan tersebut.

Perhatikan Penerbit dan Masa Berlaku Sertifikat

Selain skor, asal sertifikat dan masa berlakunya juga menjadi bagian penting dalam pemeriksaan administrasi. LPDP mensyaratkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh lembaga yang diakui dalam panduan program.

Penerbit yang dicantumkan antara lain ETS untuk TOEFL, Pearson untuk PTE Academic, IELTS, Duolingo, serta penyelenggara Test of English Proficiency (TOEP). Khusus TOEFL ITP, sertifikat harus berasal dari lembaga resmi penyelenggara tes TOEFL ITP di Indonesia.

Calon pendaftar juga perlu memperhatikan perbedaan antara sertifikat tes resmi dan hasil simulasi. Hasil prediction test atau latihan mandiri tidak dapat diperlakukan sebagai pengganti sertifikat resmi yang dipersyaratkan.

Masa berlaku dokumen pun tidak boleh luput dari perhatian. Untuk Beasiswa SHARE Tahap 2 2026, sertifikat kemampuan bahasa Inggris harus diterbitkan dalam rentang maksimal dua tahun hingga tanggal pengumuman hasil sanggah pada 22 September 2026.

Artinya, pendaftar perlu menghitung masa berlaku berdasarkan tanggal acuan yang ditentukan LPDP, bukan sekadar melihat apakah sertifikat masih dianggap berlaku oleh lembaga penyelenggara tes. Ketentuan ini penting agar dokumen yang diunggah tidak gugur karena melewati batas waktu.

Pemilik LoA Unconditional Mendapat Pengecualian

Ada ketentuan khusus bagi calon penerima beasiswa yang telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) Unconditional. Pendaftar dengan surat penerimaan tanpa persyaratan tersebut dan sesuai ketentuan LPDP tidak wajib mengunggah sertifikat kemampuan bahasa Inggris ke sistem pendaftaran.

Pengecualian ini berlaku untuk pendaftar tujuan studi dalam negeri maupun luar negeri pada program yang mencantumkan ketentuan tersebut. Namun, LoA yang digunakan tetap harus memenuhi persyaratan LPDP, termasuk kesesuaian perguruan tinggi dan program studi dengan pilihan dalam aplikasi pendaftaran.

Calon mahasiswa juga perlu memahami bahwa pengecualian administrasi beasiswa tidak otomatis menghapus persyaratan bahasa dari universitas tujuan. Perguruan tinggi dapat menetapkan standar kemampuan bahasa Inggris sendiri sebagai bagian dari proses penerimaan mahasiswa.

Dengan demikian, pendaftar yang belum memiliki LoA Unconditional tetap perlu menyiapkan sertifikat sesuai ketentuan LPDP. Sementara itu, pemilik LoA sebaiknya memastikan surat penerimaan yang dimiliki benar-benar memenuhi definisi dan ketentuan yang ditetapkan lembaga tersebut.

Strategi Menyiapkan Persyaratan Bahasa Inggris

Persiapan tes bahasa Inggris sebaiknya dilakukan setelah calon pelamar menentukan jenjang pendidikan, negara tujuan, dan program beasiswa. Langkah ini membantu pendaftar memilih tes yang sesuai sekaligus menghindari pengeluaran biaya untuk ujian yang tidak dapat digunakan.

Calon mahasiswa dapat memulai dengan memeriksa kemampuan awal melalui latihan soal, kemudian membandingkan hasilnya dengan skor minimal yang diminta. Jika masih terdapat selisih, waktu persiapan dapat diarahkan pada bagian tes yang paling membutuhkan peningkatan.

Pendaftar juga sebaiknya mempertimbangkan waktu penerbitan sertifikat. Mengambil tes terlalu dekat dengan masa pendaftaran dapat menyulitkan apabila jadwal ujian penuh atau hasil tes belum diterbitkan ketika dokumen harus diunggah.

Informasi terbaru mengenai skor, jenis tes, dan ketentuan dokumen dapat diperiksa melalui laman resmi LPDP. Membaca panduan berdasarkan program yang dipilih menjadi langkah penting agar persiapan beasiswa tidak terkendala kesalahan administrasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online