Advertisement
Permainan Matching Pictures Efektif Mengedukasi Anak Pilah Sampah Anorganik
Penerapan permainan matching pictures untuk mengedukasi anak dalam melakukan pemilahan sampah. - uad.ac.id
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Edukasi pemanfaatan sampah anorganik perlu digencarkan terutama di kalangan anak-anak seiring dengan upaya DIY dalam menekan volume sampah yang masuk ke TPA Piyungan.
Permasalahan sampah di DIY memang kian memprihatinkan, terbatasnya kapasitas tempat pembuangan sampah akhir (TPS) dapat memperburuk kondisi lingkungan. Pemerintah Kota Jogja telah mencanangkan nol bebas sampah anorganik pada awal 2023. Kondisi ini sebaiknya perlu diikuti daerah lain serta berbagai elemen masyarakat di DIY. Terutama dengan mengedukasi pemanfaatan sampah anorganik.
Advertisement
“Untuk mendukung keberhasilan program bebas sampah anorganik, diperlukan dukungan dari wilayah diseluruh DIY. Program kepedulian pada sampah harus dikenalkan sejak dini kepada anak-anak sebagai generasi penerus. Pengenalan sejak dini menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pengendalian dan pengelolaan sampah,” kata Dosen Farmasi UAD Azis Ikhsanudin, Minggu (5/3/2023).
BACA JUGA : Kota Jogja Integrasikan RTHP dengan Pengolahan Sampah
Mahasiswa KKN Reguler-101 UAD pun dikerahkan untuk membantu edukasi di Dusun Mranggen Candirejo Semanu Gunungkidul, dengan melakukan serangkaian pendampingan bertajuk Edukasi Pemanfaatan Sampah Anorganik. Pengendalian sampah anorganik menjadi fokus penanganan sampah di wilayah Gunungkidul melalui program re-cyle dan re-use sampah anorganik di setiap wilayah.
“Kami berikan edukasi sampah rumah tangga dengan melibatkan anak-anak. Pemilahan jenis sampah menjadi pengetahuan dasar bagi anak-anak dalam memahami konsep re-cyle dan re-use dalam pemahaman pengelolaan sampah sejak dini,” kata dosen lainnya Lolita.
Pendampingan tersebut sebagai langkah dalam mewujudkan rasa cinta lingkungan bersih sejak dini. Anak-anak belajar memilah sampah dengan metode Matching Pictures game. Caranya, anak-anak menentukan jenis gambar sampah termasuk dalam jenis sampah organik, non organik dan bahan beracun dan berbahaya (B3) dengan memasukan dalam kotak sampah organik, non organik dan B3. Metode penyuluhan dengan permainan ini menjadi menarik minat dan mempermudah anak-anak dalam memahami jenis sampah.
“Kegiatan ini sebagai upaya membentuk agent of change terkait pengelolaan sampah anorganik di lingkungannya serta sarana melatih rasa kecintaan anak-anak terhadap lingkungan,” ujarnya.
BACA JUGA : Pemilahan Sampah Tekan Produksi Sampah Sleman Hingga
Anak sangat antusias mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan pemanfaatan sampah anorganik dari awal hingga akhir. Hasil, pemahaman anak-anak semakin meningkat. Kombinasi metode penyuluhan dengan metode Matching Pictures game pilah sampah sangat efektif dan memudahkan anak-anak memahami konsep re-cyle dan re-use.
“Sehingga mampu menanamkan pola pikir serta pengetahuan mengenai sampah sejak dini. Penanaman rasa kecintaan pada lingkungan ini sebagai sarana menanamkan tanggung jawab dan rasa peduli pada lingkungan yang sehat sejak dini,” kata Azis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement








