4 Lokasi Wisata Jogja selain Malioboro
Wisata Jogja tidak hanya Malioboro. Banyak wisata Jogja selain Malioboro yang menarik untuk dikunjungi dan tersebar di empat kabupaten kota lainnya di DIY
Ibadah haji. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci tidak dapat dibawa pulang ke negara asal. Sejauh ini, hanya satu orang Indonesia yang meninggal saat haji dan jenazahnya dapat dibawa pulang ke Tanah Air, yaitu Bung Tomo.
Bung Tomo atau Sutomo adalah tokoh sentral perlawanan rakyat Surabaya melawan penjajah Belanda. Ia menghembuskan nafas terakhir pada 7 Oktober 1981 saat wukuf di Padang Arafah.
Sudah menjadi kebiasaan selama ini bahwa jemaah yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, jenazahnya tidak dapat dibawa pulang ke negara asalnya. Hal itu karena proses dan birokrasi yang panjang.
Anggota tim Surveilans PPI Arab Saudi bidang kesehatan mengatakan, sepanjang sejarah belum pernah ada jemaah haji Indonesia yang meninggal di Arab Saudi dibawa ke Tanah Air, kecuali pahlawan nasional Bung Tomo atas permintaan keluarga.
“Setahu saya sepanjang sejarah baru ada satu orang yaitu Bung Tomo meninggalnya di sini, oleh pihak keluarga diminta untuk dikembalikan ke Indonesia,” katanya dikutip dari bpkh.go.id, Minggu (11/6/2023).
Baca juga: Ada Masalah saat Ibadah Haji, Jemaah Bisa Langsung Lapor ke Aplikasi Lapor Gus Men
Abdul Hafiz memastikan sangat sulit membawa jamaah haji yang meninggal di Arab Saudi ke Indonesia. Selama ini Pemerintah Arab Saudi tidak mengizinkan membawa jenazah pulang ke negara asal jamaah.
“Urusan itu sangat sulit, sehingga jamaah haji yang sudah wafat di sini itu oleh pemerintah Arab Saudi tidak diizinkan untuk dibawa pulang ke tanah air,” katanya.
Dilansir dari berbagai sumber, jasad Bung Tomo berhasil dipulangkan setelah melalui lobi-lobi dengan otoritas Arab Saudi. Meski demikian proses pemulangannya cukup panjang. Tepat delapan bulan pasca pahlawan nasional itu tutup usia di Tanah Suci, jenazah Bung Tomo baru dapat dipulangkan dan dikebumikan di Indonesia.
Diberitakan Harianjogja.com sebelumnya, sebanyak 43 orang jemaah haji asal Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci pada hari ke-19 pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji.
"Semua pengurusan jenazah hingga dimakamkan akan diurus oleh maktab sehingga tidak ada pilihan bagi keluarga untuk memilih waktu dan lokasi pemakaman, kecuali jika ulama besar yang meninggal," kata Kadaker Mekkah Khalilurrahman dikutip dari Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com, Minggu (11/6/2023).
Khalil mengatakan selama ini tidak ada jenazah yang dibawa ke Indonesia karena prosesnya cukup panjang sehingga tidak memungkinkan.
Otoritas Arab Saudi memang tidak mengizinkan jenazah dbawa pulang ke negara asal jemaah karena proses panjang yang harus dilalui. Selain membutuhkan banyak tenaga dan waktu yang banyak untuk pemberkasan, biaya pemulangan jenazah ke negara asal juga tinggi karena harus menggunakan pesawat.
Selain alasan itu, otoritas Arab Saudi khawatir jarak tempuh yang sangat jauh akan merusak kondisi jenazah.
Pemulangan jenazah dari Tanah Suci juga harus mendapat persetujuan dari pihak kepolisian setempat, pihak rumah sakit dan membutuhkan tanda tangan dari Gubernur Mekkah yang sedang menjabat saat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata Jogja tidak hanya Malioboro. Banyak wisata Jogja selain Malioboro yang menarik untuk dikunjungi dan tersebar di empat kabupaten kota lainnya di DIY
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Pakar UMY mengungkap blackout Sumatra bukan sekadar gangguan transmisi, tetapi menunjukkan lemahnya ketahanan sistem kelistrikan dan proteksi jaringan.
SpaceX meluncurkan 29 satelit Starlink baru sehingga total satelit aktif melampaui 10.400 unit untuk memperluas layanan internet global.
Ombudsman RI mendorong sistem terpadu antarkementerian untuk pengawasan TKA dan pencegahan TPPO agar pengawasan lebih efektif.
Tribute to Erros Djarot di Java Jazz Festival 2026 menghadirkan musisi lintas generasi yang membawakan karya-karya legendaris sang maestro.