Advertisement
Mengenal Satu-satunya Haji Indonesia yang Jenazahnya Bisa Dibawa Pulang, Butuh Proses 8 Bulan
Ibadah haji. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci tidak dapat dibawa pulang ke negara asal. Sejauh ini, hanya satu orang Indonesia yang meninggal saat haji dan jenazahnya dapat dibawa pulang ke Tanah Air, yaitu Bung Tomo.
Bung Tomo atau Sutomo adalah tokoh sentral perlawanan rakyat Surabaya melawan penjajah Belanda. Ia menghembuskan nafas terakhir pada 7 Oktober 1981 saat wukuf di Padang Arafah.
Advertisement
Sudah menjadi kebiasaan selama ini bahwa jemaah yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, jenazahnya tidak dapat dibawa pulang ke negara asalnya. Hal itu karena proses dan birokrasi yang panjang.
Anggota tim Surveilans PPI Arab Saudi bidang kesehatan mengatakan, sepanjang sejarah belum pernah ada jemaah haji Indonesia yang meninggal di Arab Saudi dibawa ke Tanah Air, kecuali pahlawan nasional Bung Tomo atas permintaan keluarga.
“Setahu saya sepanjang sejarah baru ada satu orang yaitu Bung Tomo meninggalnya di sini, oleh pihak keluarga diminta untuk dikembalikan ke Indonesia,” katanya dikutip dari bpkh.go.id, Minggu (11/6/2023).
Baca juga: Ada Masalah saat Ibadah Haji, Jemaah Bisa Langsung Lapor ke Aplikasi Lapor Gus Men
Abdul Hafiz memastikan sangat sulit membawa jamaah haji yang meninggal di Arab Saudi ke Indonesia. Selama ini Pemerintah Arab Saudi tidak mengizinkan membawa jenazah pulang ke negara asal jamaah.
“Urusan itu sangat sulit, sehingga jamaah haji yang sudah wafat di sini itu oleh pemerintah Arab Saudi tidak diizinkan untuk dibawa pulang ke tanah air,” katanya.
Dilansir dari berbagai sumber, jasad Bung Tomo berhasil dipulangkan setelah melalui lobi-lobi dengan otoritas Arab Saudi. Meski demikian proses pemulangannya cukup panjang. Tepat delapan bulan pasca pahlawan nasional itu tutup usia di Tanah Suci, jenazah Bung Tomo baru dapat dipulangkan dan dikebumikan di Indonesia.
Diberitakan Harianjogja.com sebelumnya, sebanyak 43 orang jemaah haji asal Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci pada hari ke-19 pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji.
"Semua pengurusan jenazah hingga dimakamkan akan diurus oleh maktab sehingga tidak ada pilihan bagi keluarga untuk memilih waktu dan lokasi pemakaman, kecuali jika ulama besar yang meninggal," kata Kadaker Mekkah Khalilurrahman dikutip dari Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com, Minggu (11/6/2023).
Khalil mengatakan selama ini tidak ada jenazah yang dibawa ke Indonesia karena prosesnya cukup panjang sehingga tidak memungkinkan.
Otoritas Arab Saudi memang tidak mengizinkan jenazah dbawa pulang ke negara asal jemaah karena proses panjang yang harus dilalui. Selain membutuhkan banyak tenaga dan waktu yang banyak untuk pemberkasan, biaya pemulangan jenazah ke negara asal juga tinggi karena harus menggunakan pesawat.
Selain alasan itu, otoritas Arab Saudi khawatir jarak tempuh yang sangat jauh akan merusak kondisi jenazah.
Pemulangan jenazah dari Tanah Suci juga harus mendapat persetujuan dari pihak kepolisian setempat, pihak rumah sakit dan membutuhkan tanda tangan dari Gubernur Mekkah yang sedang menjabat saat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Jadwal KRL Solo Jogja per 1 April 2026, Layani Mobilitas Seharian
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
- Satpol PP Bantul Tertibkan Baliho Raksasa di Jalur Protokol
Advertisement
Advertisement








