Indonesia Masuk 20 Besar Negara dengan Utang Terbesar
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
Ilustrasi anak sedang bermain
Harianjogja.com, JAKARTA—Penyakit dapat menyerang anak dari berbagai faktor, salah satunya dari mainan yang dimainkan sehari-hari.
Padahal, bermain dengan mainan bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Bukan mempertajam kemampuan kognitif, tapi juga menstimulasi perkembangan sensori anak.
Selain meningkatkan kemampuan motorik, bermain dengan mainan juga membantu anak lebih cepat berbicara dan memahami bahasa. Mainan juga memiliki efek penenang pada anak sehingga bisa membantu stimulasi anak yang hiperaktif.
Oleh karena itu, orang tua perlu berhati-hati untuk memilih bahan dasar dari mainan anak-anak, selain dengan menjaga kebersihannya untuk menjaga anak tidak mudah terserang penyakit.
Baca juga: Transaksi Janggal Rp349 Triliun, Mahfud MD: Pemerintah Sudah Bentuk Satgas
Mengutip Cleveland Clinic, untuk menjaga anak tetap bisa bermain dengan aman, orang tua bisa memberikan anak-anak mainan yang tepat untuk mengoptimalkan kemampuan sensorinya. Namun, pastikan produk mainan tersebut terbebas dari kandungan BPA dan PVC.
Sebelum membelikan mainan untuk anak, pastikan orang tua memilih mainan yang terbuat dari bahan yang aman dan bebas racun atau non-toxic. Misalnya dari bahan kayu atau plastik.
Namun, pastikan bahan plastik yang digunakan tidak mengandung bahan berbahaya seperti BPA dan PVC. Pasalnya kedua bahan tersebut bisa menimbulkan berbagai penyakit berikut ini:
Mainan berbahan plastik memang tidak cepat rusak, apalagi ketika digigit oleh si kecil. Namun, menggigit mainan yang mengandung BPA bisa menyebabkan gangguan hormon pada anak.
BPA dapat menyerupai estrogen dan berikatan dengan reseptor di dalam tubuh anak. Hal ini akan menggangu keseimbangan hormon anak dan memicu banyak kerusakan dalam tubuh.
Dalam jurnal Reproductive Toxicology yang berjudul Exposure to Bisphenol A and The Development of Asthma: A Systematic Review of Cohort Studies, menjelaskan bahwa paparan dengan BPA yang terus menerus pada anak dapat menyebabkan mengi yang dan meningkatkan risiko asma pada anak.
Sejumlah studi lain mengungkapkan bahaya lainnya dari kandungan BPA pada kesehatan anak adalah bahwa anak-anak yang lebih sering terpapar kandungan BPA berisiko mengalami obesitas lebih tinggi, daripada anak-anak yang paparan BPAnya lebih rendah.
Oleh karena itu, pilihlah mainan anak yang tepat dan aman untuk kesehatannya agar manfaatnya lebih besar dari bahayanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
Prabowo menunjuk Fadil Imran sebagai Wakil Kepala III BOPPJ untuk memperkuat penataan pesisir dan mitigasi risiko bencana Pantura Jawa.
Anggrek mikro di Batang Toru disebut menjadi penanda kondisi ekologis hutan yang tertekan kerusakan habitat dan perubahan iklim.
Kucing dapat menjadi teman untuk mengurangi stres. Fifi dan Mikael berbagi cerita tentang kucing sebagai coping mechanism.
Ledakan kembali terjadi pada kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Insiden kedua dalam sehari ini dilaporkan media Iran.
Pesawat pengintai AS Artamies II berputar sekitar delapan jam di Laut Hitam sebelum kembali dan mendarat di Rumania.