Advertisement
Kemendikbud Gandeng Kampus Vokasi Perkuat Ekosistem Kemitraan dan Inovasi Berbasis Potensi Daerah

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) Kemendikbud Ristek mengandeng tiga kampus di Jogja dalam rangka penguatan ekosistem kemitraan dan pengembangan inovasi berbasis potensi daerah. Program ini mengupayakan agar pendidikan vokasi sejalan dengan tujuan ekonomi suatu daerah sehingga kemitraan berbagai pihak harus diperkuat.
Program itu melibatkan tiga kampus untuk menjalan program kolaborasi. Terdiri atas Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya (AKN-SB) Jogja, Sekolah Vokasi UGM dan Fakultas Vokasi UNY. Para pejabat pemangku program ini melakukan kunjungan ke Griya Harian Jogja, Selasa (19/9/2023) sore.
Advertisement
BACA JUGA : Gandeng Prakerja dan Karier.mu, SV UGM Dorong Pendidikan Berkualitas dan Inklusif
Kunjungan itu dihadiri Plt Direktur Mitras DUDI Uuf Brajawidagda, perwakilan AKNSB Rois Faisal Achyar, kemudian Fajar Wahyu Nugroho dari Fakultas Vokasi UNY, Wakil Dekan Sekolah Vokasi UGM Wiryanta serta jajaran dari perwakilan masing-masing kampus.
Kick off program ini akan digelar bersamaan dengan diskusi interaktif di Sekolah Vokasi UGM pada Rabu (20/9/2023) dengan menghadirkan narasumber dari perwakilan Kadin, Pemda DIY dan Kemendikbud.
“Karena kami tidak mungkin melakukannya sendiri maka kami juga berkolaborasi dengan AKNSB, Sekolah Vokasi UGM dan Fakultas Vokasi UNY. Kami menyebutnya penguatan ekosistem kemitraan untuk pengembangan inovasi berbasis potensi daerah,” ujar Uuf Brajawidagda.
Program ini kami direncanakan berjalan selama tiga tahun ke depan secara bertahap. Mulai dari workshop, perencanaan inovasi, pemetaan kebutuhan daerah dan kebutuhan sumber daya inovasi. Hingga mampu mensinergikan antara pendidikan vokasi sejalan dengan kebutuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap program ini bisa ditularkan tidak hanya ke Pemda tetapi juga ke industri. Kami ingin pendidikan vokasi ini sejalan dengan kebutuhan ekonomi daerah. Sehingga di program ini ada pemetaan kebutuhan ekonomi daerah. Sehingga perlu pelibatan riset,” ujarnya.
BACA JUGA : Pendidikan Vokasi Siapkan Peserta Didik Hadapi Era Perubahan yang Cepat
Wakil Pemimpin Redaksi Harian Jogja Nugroho Nurcahyo dalam kesempatan itu menyarankan pentingnya memasukkan nilai keistimewaan dalam program tersebut karena sasarannya pada potensi lokal DIY. Mengingat Jogja hal itu sudah menjadi ciri khas Jogja.
“Misalnya ada nama-nama kampung unik di Jogja yang itu erat kaitan dengan keistimewaan, kampung ini bisa berkembang menjadi destinasi karena peran serta sejarah dan latar belakangnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

KAI Catat 16,2 Juta Pemudik Gunakan Kereta Api Selama Angkutan Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Simak Jadwal KRL Jogja Solo Selama Libur Lebaran, Berlaku hingga 13 April 2025
- Rute dan Jadwal Bus Trans Jogja ke Tempat-Tempat Wisata
- Khusus Libur Lebaran hingga 13 April 2025, Berikut Jadwal KRL Solo Jogja dari Stasiun Palur Sampai Tugu Jogja
- Hanya Khusus Libur Lebaran 2025, Berikut Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo PP
- Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
Advertisement
Advertisement