Advertisement

UGM Minta Akses Pengajar Asing Masuk Indonesia Dipermudah, Ini Alasannya

Catur Dwi Janati
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 06:47 WIB
Sunartono
UGM Minta Akses Pengajar Asing Masuk Indonesia Dipermudah, Ini Alasannya Ilustrasi Buku - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Visa pendidikan versi terbaru yang kini diterapkan di Indonesia, diproyeksikan tidak hanya memberi kemudahan bagi mahasiswa asing, tetapi juga bagi pengajar asing. Kemudahan visa bagi para pengajar asing dinilai dapat meningkatkan sebaran pengetahuan bagi pendidikan tinggi di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Profesor Wening Udasmoro mengungkapkan visa pendidikan yang juga memudahkan pengajar asing akan memberikan efek yang baik bagi dunia pendidikan. Khususnya pada aspek tukar pengetahuan dan pengalaman pada bidang pengetahuan serta riset.

Advertisement

BACA JUGA : Direktorat Jenderal Imigrasi Gelar Imifest di DIY

"Kita akan semakin kaya karena pengalaman mereka. Pengalaman budaya mereka kesini, semakin memperkaya kita. Tapi dia sendiri juga kaya karena kita memiliki sistem pengajaran kita, sistem berpikir kita yang akan berkontribusi pada pendidikan di dunia. Jadi ada sharing," ungkap Wening pada Kamis (12/10/2023).

Para pengajar asing diungkapkan Wening juga memiliki tugas untuk mengajar ke luar negeri. Mereka didorong untuk tidak hanya berkutat di kampusnya saja, namun membagi pengalaman mereka ke berbagai negara.

"Pengajar asing itu macam-macam, mereka juga memiliki kepentingan sebenarnya. Karena di negara mereka juga mereka mendapatkan dalam tanda kutip tugas, untuk tidak hanya berkutat di universitasnya sendiri," tuturnya.

Dengan kemudahan visa pendidikan, Indonesia bisa menjadi daya tarik bagi pengajar asing untuk membagi pengetahuannya. "Jadi mereka harus punya experience lagi ke luar negeri dan perguruan tinggi di Jogja, misalnya UGM ini kan salah satu tujuan dari banyak pengajar-pengajar asing yang ingin mengajar di sini," tambahnya.

Tak jarang daya tarik Indonesia membuat para pengajar asing rela merogoh koceknya sendiri. Karenanya menurut Wening harus ada kemudahan akses bagi mereka. Kemudahan akses pengajaran sementara bagi pengajar asing ini akan mempercepat transfer pengetahuan.

"Banyak sekali mereka yang datang kesini karena mereka ingin menyumbangkan sesuatu ingin ada kolaborasi riset misalnya dengan UGM. Sehingga kemudian mereka kesini itu dengan biaya mereka sendiri, yang seperti itu kan harus difasilitasi harus dipermudah," tandasnya.

BACA JUGA : UGM dan BRIN Tanam Anggur di Taman Buah Orchard Wanadelim Kulonprogo

Sebelumnya Direktur Izin Tinggal Keimigrasian, Direktorat Jenderal Imigrasi, Heru Tjondro mengungkapkan versi baru visa pendidikan akan diterapkan bagi Warga Negara asing (WNA) yang ingin mengajar di Indonesia. "Visa pendidikan ini nanti juga akan diperuntukan bagi warga negara asing yang akan menjadi pengajar di Indonesia," ungkapnya.

Dalan siaran persnya, Direktorat Jenderal Imigrasi resmi memperkenalkan visa pendidikan versi baru pada Kamis (12/09/2023). Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim menyampaikan, WNA yang ingin menempuh pendidikan di Indonesia tidak perlu lagi melampirkan rekomendasi dari kementerian terkait untuk memperoleh visa, melainkan cukup melampirkan bukti penerimaan siswa/mahasiswa dari institusi pendidikan.

"Pelajar atau mahasiswa asing bisa disponsori baik oleh WNI perorangan maupun lembaga pendidikannya. Hal ini yang membedakan dengan ketentuan visa Pendidikan sebelumnya. Kemudahan ini diterapkan untuk mendukung Indonesia sebagai salah satu tujuan pelajar internasional, mengingat Indonesia memiliki budaya yang kaya dan unik yang memiliki posisi tersendiri dalam peradaban dunia," kata dia.

Dilansir dari situs https://izinbelajar.kemdikbud.go.id/, telah diterbitkan 10.920 izin belajar bagi pelajar asing untuk keperluan kursus singkat hingga menempuh pendidikan doktoral. Versi terbaru dari visa pendidikan menawarkan kemudahan kepada pelajar/mahasiswa asing dalam mengurus keperluan pendidikannya di Indonesia. Terdapat beberapa pilihan visa pendidikan, antara lain visa pendidikan untuk student, bachelor’s degree, master’s degree dan doctoral degree.

"Kita melihat Australia contohnya, yang menjadi destinasi bagi banyak pelajar dari mancanegara. Mereka punya pilihan visa yang memfasilitasi pelajar internasional sehingga dapat menempuh pendidikan di sana. Hal ini berdampak positif dalam peningkatan daya saing pendidikan nasional dan juga memperluas pengaruh di dunia internasional," jelasnya.

Versi terbaru visa pendidikan diharapkan membuka kesempatan Indoensia sebagai jujukan menimba ilmu di jenjang pendidikan tinggi. "Harapannya versi baru visa pendidikan ini bisa membuka kesempatan bagi Indonesia menjadi salah satu destinasi pendidikan tinggi global," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

News
| Sabtu, 04 April 2026, 23:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement