Gempa Jogja Magnitudo 3,6 Warga Berhamburan Keluar Rumah
Gempa Bantul M 3,6 terjadi Kamis sore. BMKG mencatat pusat gempa berada 11 km tenggara Bantul dengan kedalaman 10 km.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V DIY Profesor Setyabudi Indartono. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kesehatan mental masih menjadi persoalan yang sering melanda pelajar dan mahasiswa Jogja. Terbukti banyak ditemukan kasus bunuh diri, klitih, narkoba yang disebabkan oleh lemahnya kondisi psikologi pelajar dan mahasiswa.
Persoalan kesehatan mental ini disinggung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V DIY Profesor Setyabudi Indartono saat menghadiri pengukuhan tiga guru besar UAD, Sabtu (25/5/2024). Tiga guru besar yang dikukuhkan antara lain Profesor Alif Muarifah bidang ilmu psikologi, Profesor Suyatno bidang ilmu manajemen berbasis sekolah dan Profesor Fithriatus Salihah sebagai guru besar ilmu hukum.
BACA JUGA : Penggunaan Kata-kata Baik Kuatkan Kesehatan Mental Anak
Profesor Setyabudi dalam kesempatan itu memberikan ulasan terkait dengan keilmuan psikologi bahwa di Jogja yang dikenal sebagai kota pendidikan dan kota budaya masih ada sejumlah persoalan mulai seperti klitih hingga bunuh diri.
"Jogja yang terkenal dengan kota pendidikan kota budaya ini sering tercoreng dengan isu klitih isu mental health [kesehatan mental]. Begitu banyak mahasiswa dan siswa kita menunjukkan lemahnya kondisi psikologi mereka sehingga membuat keputusan sesaat yang merugikan mereka. Betapa banyak kasus narkoba, bunuh diri dan seterusnya," kata Setyabudi sebagaimana dikutip Harianjogja.com melalui Youtube.
Oleh karena itu ia mengharapkan kepada Profesor Alif Muarifah sebagai guru besar bidang ilmu psikologi bisa memberikan kontribusi dalam menangani persoalan tersebut. "Saya kira dengan dikukuhkannya Profesor Alif Muarifah menjadi harapan membangkitkan kembali dukungan kepada anak kita agar anak berkembang secara sehat secara mental," ucapnya.
BACA JUGA : Gangguan Kesehatan Mental Kerap Dialami Anak Muda, Kebanyakan Masalah Bermula dari Rumah
Dalam kesempatan itu Alif Muarifah menyampaikan pidato bertajuk Pengasuhan dan Attachment Ibu-Anak: Perjalanan Panjang Membangun Kualitas Kepribadian untuk Menyongsong Generasi Emas. Di awal pidato ia mengungkap saat ini terjadi krisis karakter di kalangan generasi muda dan lemahnya kualitas kepribadian di semua lini.
Berbagai persoalan yang muncul antara lain rendahnya kemampuan menyesuaikan diri, memburuknya kualitas harga diri, pelanggaran disiplin, menuda dalam menyelesaikan tugas di sekolah hingga mengarah ke perilaku menyimpang.
"Bentuk agresivitas seperti tawuran antarpelajar dan tindakan saling menyerang. Perilaku ini muncul karena stimulus yang berasal dari lingkungan," ujarnya.
Ia mengatakan dalam risetnya menemukan adanya keterkaitan peran pengasuhan dan attachment dalam memberikan sumbangan terhadap kepribadian. Konsep itu bisa menjadi salah satu intervensi berbagai gangguan kesehatan mental maupun perilaku menyimpang termasuk agresivitas remaja.
"Pengasuhan ibu dengan anak memiliki peran penting membangun kepribadian sehingga berbagai perilaku yang tidak diharapkan [agresivitas remaja] bisa dikendalikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa Bantul M 3,6 terjadi Kamis sore. BMKG mencatat pusat gempa berada 11 km tenggara Bantul dengan kedalaman 10 km.
Prabowo menegaskan pelaku karhutla akan ditindak. Izin korporasi bisa dicabut jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.
LRT Jabodebek mencatat rekor 3,06 juta penumpang pada Juli 2026, tertinggi sejak beroperasi dan tumbuh 21% secara tahunan.
BMKG mencatat 776 titik panas di Kalsel pada Sabtu. Sebaran asap meluas ke Kalteng dan Kaltim, sementara jarak pandang turun hingga 200 meter
Suadesa Festival 2026 menghadirkan 40 UMKM dengan produk kerajinan, makanan dan kuliner untuk memperluas pasar serta menjaring pelanggan baru
DPRD Kota Jogja mendorong korban kekerasan mendapat pendampingan hingga pulih dari trauma melalui Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak.