Gempa M 7,7 di NTT Tewaskan 38 Orang, Bandara dan RS Terdampak
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Insentif pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Agama menegaskan insentif bagi 670 dosen Ma’had Aly bukan sekadar penghargaan, melainkan bagian dari strategi meningkatkan mutu tenaga pendidik. Program ini disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia dengan mekanisme khusus untuk menjamin akurasi data.
Insentif untuk Ma’had Aly di seluruh Indonesia dengan total anggaran mencapai Rp1,67 miliar. Ma’had Aly adalah pendidikan tinggi Islam berbasis pesantren.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno di Jakarta, menegaskan, insentif ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara bagi para dosen yang berperan penting dalam menjaga dan mengembangkan khazanah keilmuan Islam.
"Kehadiran negara melalui insentif ini adalah langkah strategis untuk mengokohkan posisi Ma’had Aly sebagai pendidikan tinggi Islam berbasis pesantren yang memiliki daya saing global," ujarnya, Selasa (16/9/2025).
BACA JUGA: Sultan Berharap Pengembang Jalan Utara-Selatan Maksimalkan Potensi Pansela
Untuk memastikan proses berjalan tertib, Direktorat Pesantren menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyaluran dan Penggunaan Dana Insentif pada 13 September 2025 yang diikuti para dosen penerima insentif dari berbagai Ma’had Aly.
Direktur Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menegaskan pentingnya peran Ma’had Aly dalam ekosistem pendidikan nasional. Meskipun Ma’had Aly seluruhnya berstatus swasta, kontribusinya bagi bangsa sudah sangat nyata dan tidak dapat dipandang sebelah mata.
"Tugas mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas negara. Walaupun Ma’had Aly tidak ada yang berstatus negeri, kontribusinya nyata untuk bangsa. Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan perhatian, salah satunya melalui penghargaan berupa insentif ini," ujar dia.
Basnang juga mengingatkan penghargaan berupa insentif ini bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah dalam mendukung pesantren.
"Kami ingin memastikan bahwa Ma’had Aly terus berkembang dengan dukungan negara. Insentif ini adalah bentuk apresiasi awal, ke depan kami berharap ada langkah-langkah lanjutan yang semakin memperkuat peran dosen dalam membimbing generasi bangsa," kata dia.
Sementara itu, Kasubdit Pendidikan Ma’had Aly, Mahrus, menekankan pemberian insentif hanyalah salah satu instrumen untuk meningkatkan mutu dosen.
Ia mengatakan pemerintah saat ini tengah mempersiapkan kebijakan yang lebih strategis untuk memastikan profesionalisme para pendidik di Ma’had Aly.
"Selain program insentif, kami sedang merumuskan jabatan fungsional muhadir atau dosen Ma’had Aly sesuai distingsinya dan mendorong adanya Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)," kata dia.
Insentif dosen Ma’had Aly ini disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI). Para penerima harus membuka rekening baru khusus untuk program bantuan ini.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan akurasi data, memudahkan proses audit, serta menjamin agar tidak ada penerima yang terlewat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Telkom menambah genset untuk menjaga stabilitas layanan telekomunikasi di Flores, NTT, yang terdampak gempa M7,7.
Dompet Dhuafa mengerahkan tim medis dan membuka Pos Hangat untuk membantu penyintas gempa NTT M7,7 di Maumere dan Manggarai Timur.
Gempa susulan M5,2 mengguncang NTT Minggu pagi. BMKG mencatat 235 gempa susulan dan meminta masyarakat tetap waspada.
Bayern Muenchen juara Telekom Cup setelah menang 3-1 atas Leipzig. Jamal Musiala sempat pingsan setelah mencetak gol.
Polri menyiapkan 260 personel untuk menangani dampak gempa Flores M7,7, termasuk evakuasi, SAR, kesehatan, dan identifikasi korban.