Kinerja Jalan Tol Menguat, Laba Bersih Tembus Rp1,9 Triliun
Laba pengelola jalan tol mencapai Rp1,9 triliun pada semester I 2026, ditopang kenaikan pendapatan dan volume kendaraan.
Dokter. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah membuka 25 program studi (prodi) baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit pada 2026. Pembukaan prodi tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan nasional sekitar 65.000 dokter spesialis sekaligus memperluas pemerataan layanan kesehatan hingga wilayah pelosok dan daerah 3T.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrahman mengatakan percepatan program PPDS berbasis rumah sakit tersebut merupakan respons atas instruksi Presiden pada 11 Agustus 2026 terkait persoalan kekurangan tenaga medis.
“Ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kebutuhan saudara-saudara kita di daerah, pulau terluar, hingga ke kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” ujar Dudung di Jakarta, Selasa.
Program PPDS di Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU) sebenarnya telah berjalan sejak 2024. Saat pertama diluncurkan, program tersebut diselenggarakan di enam rumah sakit.
Dengan tambahan 25 prodi baru pada tahap pertama 2026, jumlah prodi PPDS RSPPU kini mencapai 31 prodi yang tersebar di berbagai rumah sakit pendidikan.
Dudung mengatakan pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan pendidikan yang terjangkau untuk mendukung pemerataan kesempatan mengikuti pendidikan dokter spesialis. Kontribusi biaya penyelenggaraan PPDS, baik untuk prodi yang telah berjalan maupun prodi baru, diberlakukan secara resiprokal antara Rumah Sakit Pendidikan dan perguruan tinggi.
11 Prodi Spesialis Dasar dan 14 Prodi KJSU
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan 25 prodi baru PPDS RSPPU pada tahap pertama 2026 terdiri atas 11 prodi spesialis dasar dan 14 prodi rumpun Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (KJSU).
Menurut Budi, seluruh program tersebut diselenggarakan di rumah sakit pendidikan yang dinilai memiliki kemampuan terbaik. Rumah sakit tersebut bermitra dengan perguruan tinggi dan berkolaborasi dengan kolegium untuk memastikan standar kompetensi dokter spesialis tetap terjaga.
Sebanyak 25 prodi baru tersebut bermitra dengan sembilan perguruan tinggi negeri. Beberapa di antaranya Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, dan Universitas Brawijaya.
Pemerintah juga memastikan pengembangan PPDS RSPPU tidak berhenti pada tahap pertama.
“Pada tahap kedua tahun 2026 sebanyak 30 prodi Spesialis juga akan didorong memperoleh izin penyelenggaraan pada Oktober 2026, terdiri atas 13 prodi Spesialis Dasar dan 17 prodi Spesialis KJSU,” kata Budi.
Seleksi PPDS RSPPU Dibuka 3 September
Seiring penambahan prodi, pemerintah akan membuka seleksi peserta didik PPDS RSPPU untuk 25 prodi baru tersebut pada 3 September 2026.
Program ini dirancang dengan memberikan keberpihakan kepada putra-putri daerah. Penempatan kerja setelah menyelesaikan pendidikan juga telah ditetapkan sejak awal sehingga lulusan diharapkan dapat mengisi kekurangan dokter spesialis di wilayah yang menjadi prioritas nasional.
PPDS RSPPU merupakan program pendidikan dokter spesialis yang diselenggarakan secara langsung di rumah sakit yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai penyelenggara utama.
Daftar 25 Prodi PPDS Baru
Sebaran 11 prodi spesialis dasar meliputi Anestesiologi dan Terapi Intensif yang dibuka di RSUP Fatmawati, RS Ortopedi Prof. Dr. Soeharso Surakarta, serta RSU Hermina Depok.
Kemudian, Obstetri dan Ginekologi tersedia di RSAB Harapan Kita dan RSIA Bunda Jakarta. Sementara Radiologi dibuka di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, RSUP Persahabatan, dan RSUP Dr. M. Djamil.
Prodi Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak diselenggarakan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Adapun Ilmu Bedah dibuka di RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Untuk 14 prodi dalam rumpun KJSU dan spesialis unggulan lainnya, pemerintah membuka Bedah Saraf di RS Pusat Otak Nasional dan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Bedah Thorax Kardiovaskuler tersedia di RSUP H. Adam Malik dan RSUD Dr. Saiful Anwar. Sementara Urologi dibuka di RSUD Dr. Moewardi dan RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.
Program Jantung dan Pembuluh Darah juga dibuka di RSUP Dr. Mohammad Hoesin, RSU Murni Teguh Memorial Hospital, dan RSUD dr. Soedarso.
Ekspansi pendidikan dokter spesialis tersebut turut mencakup Kedokteran Nuklir di RSUP Dr. Kariadi, Kesehatan Mata di Jakarta Eye Centre (JEC) Kedoya, serta Orthopaedi dan Traumatologi yang masing-masing tersedia di RSD dr. Soebandi, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih.
Dengan perluasan tersebut, pemerintah berharap kapasitas pendidikan dokter spesialis dapat meningkat sekaligus mempercepat pemerataan tenaga medis. Kebijakan itu terutama diarahkan untuk menjawab kekurangan dokter spesialis di daerah dan memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Laba pengelola jalan tol mencapai Rp1,9 triliun pada semester I 2026, ditopang kenaikan pendapatan dan volume kendaraan.
UU PDP mengatur denda administratif hingga 2% pendapatan tahunan perusahaan. Simak jenis sanksi dan mekanisme pengaduannya.
Muka air Waduk Sermo Kulonprogo turun hingga 132,2 mdpl. Meski debit sungai 0 m3 per detik, cadangan air masih aman.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan kesiapan anak masuk SD bukan hanya soal membaca, menulis, dan berhitung.
Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten Bintan memperkuat kerja sama antardaerah, khususnya dalam pengembangan dan pemasaran produk unggulan Usaha
Prabowo memimpin rapat di Hambalang membahas hunian layak, pembiayaan rumah, serta pembenahan lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI.