Menteri PU Berharap Kelok 23 Bantul-Gunungkidul Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Kelok 23 Pansela DIY rampung 100 persen. Jalan penghubung Bantul-Gunungkidul ini ditargetkan beroperasi September-Oktober 2026.
Pendaftaran mahasiswa baru. - ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Bobot Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tahun ajaran 2027/2028 berpeluang meningkat. Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menyebut perubahan tersebut masih akan bergantung pada hasil evaluasi pelaksanaan TKA 2026.
Ketua MRPTNI Eduart Wolok mengatakan TKA pada SNBP 2026 berfungsi sebagai validator. Namun, penggunaan TKA pada seleksi masuk PTN tahun berikutnya tidak menutup kemungkinan memiliki proporsi yang lebih besar setelah dilakukan pembahasan dan evaluasi.
“Kalau tahun 2026 itu TKA sebagai validator, maka tahun 2027 pasti akan tetap sebagai validator dan tidak tertutup kemungkinan melalui pembahasan yang lebih lanjut, evaluasi tentang pelaksanaan TKA, bisa saja akan meningkat bobot daripada penggunaan TKA untuk SNBP,” kata Eduart dalam webinar bertajuk TKA 2026: Pahami Kebijakannya, Siapkan Sekolahnya, Dampingi Muridnya, di Jakarta Pusat pada Rabu.
Eduart menekankan penyelenggaraan TKA perlu terus diperbaiki dari tahun ke tahun. Menurutnya, peningkatan kualitas pelaksanaan tes penting agar TKA dapat menjalankan fungsi validasi terhadap nilai rapor siswa peserta SNBP secara lebih transparan dan akuntabel.
Perbaikan tersebut juga dinilai berkaitan langsung dengan kualitas pelaksanaan SNBP. Hal ini karena jalur SNBP sangat bergantung pada data akademik dan prestasi siswa yang dimasukkan oleh masing-masing satuan pendidikan.
“Proses pelaksanaan TKA yang baik, transparan, akuntabel, penuh integritas sangat menentukan terhadap proporsi penggunaan nilai TKA ke depannya pada jalur SNBP. Data yang ibu bapak masukkan itu yang kami olah, yang menjadi dasar kami untuk melakukan evaluasi, penilaian terhadap proses seleksi anak-anak kita yang mau masuk PTN jalur SNBP. Jadi penting kiranya akurasi dan validitas data yang dimasukkan itu benar-benar data yang baik,” katanya.
Dengan demikian, kualitas data yang disampaikan sekolah menjadi salah satu aspek penting dalam proses seleksi. Eduart menilai data yang akurat dan valid diperlukan agar proses evaluasi serta penilaian peserta SNBP dapat dilakukan dengan baik.
Sementara itu, proses pendaftaran TKA 2026 masih berlangsung. Berdasarkan data Kemendikdasmen per 1 September, sebanyak 6.000 dari sekitar 14.000 SMA tercatat baru mendaftarkan siswa mereka untuk mengikuti TKA.
Pendaftaran TKA masih dibuka hingga 27 September 2026. Sekolah masih memiliki waktu untuk menyelesaikan proses pendaftaran peserta sebelum batas akhir yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan TKA 2026 akan dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dijadwalkan berlangsung pada 26-29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada 2-5 November 2026.
Hasil pelaksanaan dan evaluasi TKA 2026 nantinya menjadi salah satu bahan pembahasan mengenai penerapan TKA dalam SNBP pada tahun berikutnya. Termasuk kemungkinan peningkatan bobot TKA dalam proses seleksi masuk PTN tahun ajaran 2027/2028.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kelok 23 Pansela DIY rampung 100 persen. Jalan penghubung Bantul-Gunungkidul ini ditargetkan beroperasi September-Oktober 2026.
Kemenaker menyiapkan pemagangan dan pelatihan vokasi untuk mendukung target 3,49 juta lapangan kerja baru pada 2027.
Lima mahasiswa UGM diduga menjadi korban kekerasan saat aksi demonstrasi di Jogja dan sempat dirawat di RS Panti Rapih.
512 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam keracunan MBG. DPR meminta pengawasan dan koordinasi Kemenag, BGN, serta pemda diperkuat.
Harga cabai merah besar di tingkat petani Bantul anjlok menjadi Rp8.000 per kilogram akibat pasokan melimpah saat panen bersamaan.
Bobot TKA dalam SNBP 2027/2028 berpeluang meningkat setelah evaluasi pelaksanaan TKA 2026 dan pembahasan MRPTNI.