64.059 Peserta PBI APBN di Bantul Nonaktif, Ini Penjelasan Dinsos
Dinsos Bantul mencatat 64.059 peserta PBI BPJS Kesehatan yang dibiayai APBN dinonaktifkan hingga Oktober 2026. Pemkab siapkan anggaran Rp60 miliar.
Heri Abi Burachman Hakim saat menyosialisasikan inovasi ARTI di FSMR ISI Jogja, Jumat (6/11/2026). Program tersebut merupakan bagian dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Diklat DIY./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Fakultas Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia (FSMR ISI) Jogja mengembangkan Art Repository Terintegrasi (ARTI) sebagai inovasi pengelolaan karya seni digital. Sistem ini dirancang untuk menghimpun karya dosen dan mahasiswa yang selama ini tersimpan serta tersebar di berbagai media penyimpanan.
Inovasi tersebut digagas Heri Abi Burachman Hakim, yang bertindak sebagai inisiator sekaligus pengembang sistem pengelolaan digital terintegrasi. Pengembangan ARTI menjadi bagian dari aksi perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Diklat DIY.
Menurut Heri, penyimpanan dan pengarsipan karya seni merupakan tahapan penting dalam dunia akademik kesenian. Terlebih, perkembangan zaman yang mendorong pemanfaatan teknologi informasi perlu diikuti dengan adaptasi dalam praktik pengelolaan dan dokumentasi karya seni.
Melalui ARTI, karya seni digital yang dihasilkan dosen maupun mahasiswa FSMR ISI Jogja diarahkan untuk dihimpun dalam satu sistem pengelolaan terintegrasi. Dengan demikian, dokumentasi karya tidak lagi hanya bergantung pada penyimpanan yang tersebar di berbagai media.
"Inovasi ini dirancang untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, sekaligus mendiseminasikan berbagai karya seni digital agar terdokumentasi secara sistematis dan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal," kata Heri saat sosialisasi program ARTI yang diselenggarakan FSMR ISI Jogja, Jumat (6/11/2026).
Heri menjelaskan keberadaan ARTI menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas tata kelola layanan digital di lingkungan FSMR ISI Jogja. Sistem tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga mengarahkan karya seni menjadi koleksi digital yang dilengkapi metadata terstandar.
Penggunaan metadata terstandar menjadi bagian dari pengelolaan koleksi agar dokumentasi karya dapat ditata secara sistematis. Melalui pendekatan tersebut, pengarsipan dan penelusuran informasi mengenai karya seni diharapkan dapat dilakukan dengan lebih optimal.
"Lewat program ini pengelolaan karya seni tidak hanya berhenti pada penyimpanan, tetapi juga mencakup aspek pelestarian dan penyebarluasan informasi agar karya tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih luas," katanya.
Heri menilai karya seni yang dihasilkan dosen dan mahasiswa merupakan aset intelektual yang mempunyai nilai akademik sekaligus institusional. Karena itu, keberadaan karya tersebut perlu didukung sistem pengelolaan yang dapat menjaga dokumentasinya dan memudahkan akses terhadap koleksi.
Pengelolaan karya seni melalui ARTI diharapkan dapat memberikan manfaat untuk berbagai kebutuhan akademik. Pemanfaatannya mencakup penguatan pembelajaran, pengembangan penelitian, hingga peningkatan visibilitas dan reputasi institusi.
"Sistem ini juga diharapkan bisa memperkuat layanan informasi di lingkungan fakultas. Sivitas akademika dapat memanfaatkan dokumentasi dan penelusuran koleksi digital secara lebih optimal," ungkapnya.
Pengembangan ARTI juga diarahkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun tata kelola karya seni digital. Heri mendorong agar pengelolaan tersebut dilakukan secara terintegrasi, inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan itu, pengelolaan karya seni di lingkungan FSMR ISI Jogja diharapkan tidak hanya berorientasi pada penghimpunan koleksi. Aspek pelestarian dan penyebarluasan informasi juga menjadi bagian dari upaya menjadikan karya seni sebagai aset intelektual yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan akademik.
ARTI diharapkan dapat mendukung sivitas akademika dalam mengakses dokumentasi dan menelusuri koleksi digital. Keberadaan sistem tersebut juga diharapkan memperkuat layanan informasi fakultas sekaligus membantu pemanfaatan karya seni untuk pembelajaran dan penelitian.
Pada akhirnya, program ini diharapkan menjadi salah satu praktik baik transformasi digital dalam pengelolaan kekayaan intelektual seni di lingkungan perguruan tinggi. Pengembangan sistem pengarsipan yang terintegrasi menjadi upaya FSMR ISI Jogja dalam menyesuaikan tata kelola karya seni dengan kebutuhan pemanfaatan teknologi informasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Bantul mencatat 64.059 peserta PBI BPJS Kesehatan yang dibiayai APBN dinonaktifkan hingga Oktober 2026. Pemkab siapkan anggaran Rp60 miliar.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.
Pemerintah menargetkan revisi keempat aturan DHE SDA rampung akhir November 2026, termasuk relaksasi konversi valas ke rupiah hingga 100%.