Advertisement
3 Prodi Pascasarjana Belum Banyak Dimiliki Perguruan Tinggi
Penyerahan SK Kemendibudristek terkait pembukaan tiga prodi pascarsarjana baru di UII, Rabu (5/6/4/2023). - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Islam Indonesia (UII) membuka tiga prodi pascasarjana. Surat Keputusan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbudristek) diserahkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V DIY Profesor Aris Junaidi kepada Rektor UII Profesor Fathul Wahid, Rabu (5/4/2023).
Ketiga prodi ini adalaha Magister Statistika, Magister Rekayasa Elektro dan Doktor Rekayasa Industri. Dengan adanya penambahan aat ini UII memiliki 56 Prodi, terdiri 26 Prodi Sarjana, satu Diploma III, tiga sarjana terapan, tiga profesi, 17 magister, dan enam doktor.
Advertisement
BACA JUGA : 10 Jurusan Kuliah Paling Favorit di Indonesia
Fathul mengatakan ketiga prodi ini belum banyak dimiliki perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Sehingga untuk mengajukan pun membutuhkan waktu cukup lama karena harus memenuhi banyak persyaratan terutama dari sisi tenaga ahlinya dan perumusan keunikan dari prodi tersebut.
“Proses cukup lama adalah menyepakati fokus atau ciri khas keunikan dari prodi, karena ini menyangkut banyak hal seperti akumulasi kecakapan secara internal, tuntutan perubahan sehingga harus diramu. Bisa jadi kita merespons kebutuhan atau pasar tetapi tidak memiliki akumulasi pengetahuan bisa jadi masalah. Sehingga unik dan penting untuk publik,” katanya.
Karena masih minim di perguruan tinggi lain itulah meski baru dibuka ketiga prodi ini sudah banyak yang mendaftar. Berdasarkan catatan Fathul, jumlah pendaftar untuk Program Doktor Rekayasa Elektro sebanyak tujuh calon mahasiswa, kemudian Magister Statistika dan Magister Rekayasa Elektro masing-masing empat calon mahasiswa.
BACA JUGA : Masa Tunggu Masuk Dunia Kerja Semakin Singkat
Ketua LLDikti Wilayah V Profesor Aris Junaidi mengakui memang ketiga prodi yang dibuka tersebut belum banyak dimiliki perguruan tinggi karena memiliki sejumlah kekhususan. Selain itu dari sisi keilmuan sangat dibutuhkan, oleh karena itu Kemendikbudristek tertarik untuk memberikan SK Izin Pembukaan prodi tersebut.
“Seperti Magister Statistika memiliki kekhususan untuk menyelesaikan berbagai persoalan, kemudian Rekayasa Elektro pengembangan swasistem dan Doktor Rekayasa Industri fokus pada desain dan perbaikan sistem serta tantangan peradaban dan revolusi industri 4.0,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
Advertisement
Advertisement









