Advertisement

Dosen UGM Raih Penghargaan Austria Berkat Nano Jinten Hitam

Catur Dwi Janati
Jum'at, 27 Februari 2026 - 17:57 WIB
Maya Herawati
Dosen UGM Raih Penghargaan Austria Berkat Nano Jinten Hitam Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Universitas Gadjah Mada, Aulia Ardhi berhasil mengembangkan sistem Nanostructured Lipid Carriers (NLC) berbasis lipida berukuran nano yang mampu meningkatkan kelarutan, stabilitas oksidatif, dan bioaksesibilitas timokuinon. - Istimewa // UGM

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Inovasi nanoteknologi jinten hitam yang dikembangkan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih penghargaan internasional di Austria karena dinilai berkontribusi penting pada pengembangan pangan fungsional. Hal ini ditegaskan melalui apresiasi Die Österreichische Chemische Gesellschaft (GÖCH) terhadap riset sistem penghantaran senyawa bioaktif berbasis nano tersebut.

Penelitian yang dilakukan dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) UGM, Aulia Ardhi, berfokus pada pengembangan sistem Nanostructured Lipid Carriers (NLC) berbasis lipida berukuran nano untuk meningkatkan kelarutan, stabilitas oksidatif, serta bioaksesibilitas timokuinon sebagai senyawa aktif utama jinten hitam.

Advertisement

Ardhi menjelaskan, inovasi tersebut dinilai membawa kontribusi signifikan dalam bidang kimia pangan dan teknologi nano, khususnya dalam pengembangan sistem penghantaran bahan bioaktif alami yang stabil serta berpotensi diaplikasikan pada produk pangan.

"Inovasi ini membuka peluang besar bagi pengembangan produk pangan dan nutraseutikal berbasis bahan alami, terutama dari sumber herbal yang banyak dimanfaatkan di Asia, termasuk Indonesia," kata Ardhi dalam rilis pada Kamis, (26/2/2026).

Dalam pengembangannya, sistem NLC memanfaatkan kombinasi lipida padat dan cair sebagai fase terlarut dengan ukuran partikel kurang dari 100 nanometer. Penelitian tersebut mengombinasikan gliseril monostearat dan minyak jinten hitam sebagai fase utama, menggunakan Tween 80 sebagai surfaktan nonionik, serta melakukan optimasi formulasi untuk menghasilkan sistem yang stabil dan efisien.

Hasil penelitian menunjukkan sistem NLC mampu memperlambat degradasi timokuinon lebih dari dua kali lipat dibandingkan emulsi konvensional. Selain itu, teknologi tersebut mampu mempertahankan kejernihan serta ukuran partikel kecil ketika diaplikasikan pada jus apel murni maupun jus apel berkarbonasi hingga 28 hari penyimpanan.

Atas capaian tersebut, Ardhi memperoleh Penghargaan Kimia (Förderungspreis für Chemie) 2025 dari Die Österreichische Chemische Gesellschaft (GÖCH) atau The Austrian Chemical Society di Wina, Austria, pada 17 Oktober 2025.

Penambahan beta karoten dalam sistem juga terbukti memberikan perlindungan tambahan terhadap kerusakan fotooksidatif, sehingga teknologi ini dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam industri minuman fungsional maupun suplemen herbal berbasis bahan alami.

Penelitian tersebut juga dinilai selaras dengan arah penguatan riset nasional, terutama dalam bidang ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, serta pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal. Meski meraih penghargaan internasional, Ardhi mengaku menghadapi tantangan besar selama proses penelitian berlangsung.

Ia harus memastikan stabilitas timokuinon tetap terjaga dalam sistem nano ketika diaplikasikan pada matriks minuman kompleks, termasuk minuman berkarbonasi. Melalui optimasi formulasi serta pemahaman mendalam terhadap mekanisme oksidasi lipida, strategi yang efektif akhirnya berhasil ditemukan.

"Teknologi ini adalah jembatan antara sains dasar dan aplikasi nyata. Dengan pendekatan kimia dan teknologi lipida yang presisi, bahan bioaktif alami dapat dihantarkan secara lebih stabil dan efektif tanpa kehilangan karakter alaminya," tukasnya.

Ke depan, inovasi nanoteknologi jinten hitam tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan produk pangan fungsional berbasis herbal Indonesia sekaligus memperkuat posisi riset nasional di tingkat global, terutama dalam pemanfaatan bahan alami bernilai tinggi untuk kesehatan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Eksekutif Produsen Drone Ditangkap, Diduga Terbangkan UAV ke Korut

Eksekutif Produsen Drone Ditangkap, Diduga Terbangkan UAV ke Korut

News
| Jum'at, 27 Februari 2026, 20:07 WIB

Advertisement

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Wisata
| Kamis, 26 Februari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement