Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, dalam talkshow Fisipol Leadership Forum yang bertajuk Mampukah Kita Selamatkan Demokrasi di Indonesia, Kamis (20/7/2023)/ist Youtube Fisipol UGM
Harianjogja.com, SLEMAN—Dalam beberapa kali pemilu terakhir kerap terjadi polarisasi di tengah masyarakat dan berbagai fenomena negatif lainnya. Hal tersebut perlu diantisipasi dalam Pemilu 2024.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dalam Talkshow Fisipol Leadership Forum bertajuk Mampukah Kita Selamatkan Demokrasi di Indonesia, di Kampus UGM, Kamis (20/7).
AHY menegaskan pesta demokrasi yang akan berlangsung kurang dari tujuh bulan lagi menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas demokrasi menjadi lebih baik. “Kami harapkan demokrasi kita semakin baik karena demokrasi sebuah perjalanan panjang sebagai sebuah bangaa untuk meuwjukan Indoensai semakin maju dan sejahterah,” kata AHY.
Meski demikian, dalam satu dekade terakhir beberapa laporan menunjukkan penurunan kualitas demokrasi di Indonesia dengan menurunnya peringkat indeks persepsi korupsi, maraknya politik uang dan polarisasi di masyarakat dalam menanggapi perbedaan pilihan atas calon pemimpin.
Fenomena ini juga diperparah dengan maraknya hoaks atau berita bohong dan kampanye hitam. “Politik dan demokrasi makin runyam dengan banyaknya informasi hoaks, black campaign, hingga pembunuhan karakter seseorang,” katanya.
Maka, AHY mengusulkan gagasan politik jalan tengah dengan mengedepankan semangat moderat dan bermartabat. “Kita harus kembali ke semangat politik yang bermartabat. Mudah-mudahan politik dan pemilu kita tidak terpolarisasi ekstrem dan terjadi benturan,” katanya.
Salah satu kemunduran demokrasi selama beberapa kali penyelenggaraan pemilu saat ini yakni banyak calon pemimpin dan kepala daerah serta anggota legislatif yang terpilih didominasi dari mereka yang memiliki banyak uang. Padahal, semestinya seorang pemimpin dinilai dari sisi kapasitas, integritas dan kapabilitas.
“Demokrasi kita tidak didesain untuk memilih pemimpin terbaik, tetapi menjadi kontestasi isi tas. Kami berharap ke depan kita bisa membangun SDM [sumber daya manusia] bukan yang punya isi tas, tetapi memilih yang memiliki kapasitas. Jangan sampai putra-putra terbaik gugur duluan karena tidak bisa membeli suara,” kata dia.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, Wawan Mas’udi mengatakan Fisipol Leadership Forum bertujuan untuk menggali pemikiran dan gagasan serta program para calon pemimpin Indonesia.
Sebelumnya, Fisipol UGM juga mengundang beberapa tokoh seperti Ridwan Kamil, Muhaimin Iskandar, Yenny Wahid, hingga tim perencanaan dan pembangunan Ibu Kota Nusantara. “Kami berharap capres dan cawapres [pada Pemilu 2024] juga mau diajak diskusi dan adu debat program di sini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Marc Marquez hadapi cedera serius hingga pertimbangkan pensiun dini. Kontrak baru dengan Ducati memuat klausul bebas penalti jika kondisi fisik tak membaik.
West Ham resmi terdegradasi ke Championship dengan 39 poin. Simak analisis kegagalan The Hammers musim 2025/2026, mulai dari transfer hingga krisis lini belakan
Grengseng Pamuji menyebut program upland yang berjalan sejak 2025 mulai menunjukkan hasil nyata bagi pengembangan komoditas kopi di wilayah Kabupaten Magelang.
Franchise Danur resmi berakhir setelah 10 tahun dengan film terakhirnya ditonton jutaan orang di bioskop Indonesia.
Di Jogja Financial Festival 2026 anak muda diedukasi interaktif untuk meningkatkan literasi asuransi generasi muda di Jogja.