Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, dalam talkshow Fisipol Leadership Forum yang bertajuk Mampukah Kita Selamatkan Demokrasi di Indonesia, Kamis (20/7/2023)/ist Youtube Fisipol UGM
Harianjogja.com, SLEMAN—Dalam beberapa kali pemilu terakhir kerap terjadi polarisasi di tengah masyarakat dan berbagai fenomena negatif lainnya. Hal tersebut perlu diantisipasi dalam Pemilu 2024.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dalam Talkshow Fisipol Leadership Forum bertajuk Mampukah Kita Selamatkan Demokrasi di Indonesia, di Kampus UGM, Kamis (20/7).
AHY menegaskan pesta demokrasi yang akan berlangsung kurang dari tujuh bulan lagi menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas demokrasi menjadi lebih baik. “Kami harapkan demokrasi kita semakin baik karena demokrasi sebuah perjalanan panjang sebagai sebuah bangaa untuk meuwjukan Indoensai semakin maju dan sejahterah,” kata AHY.
Meski demikian, dalam satu dekade terakhir beberapa laporan menunjukkan penurunan kualitas demokrasi di Indonesia dengan menurunnya peringkat indeks persepsi korupsi, maraknya politik uang dan polarisasi di masyarakat dalam menanggapi perbedaan pilihan atas calon pemimpin.
Fenomena ini juga diperparah dengan maraknya hoaks atau berita bohong dan kampanye hitam. “Politik dan demokrasi makin runyam dengan banyaknya informasi hoaks, black campaign, hingga pembunuhan karakter seseorang,” katanya.
Maka, AHY mengusulkan gagasan politik jalan tengah dengan mengedepankan semangat moderat dan bermartabat. “Kita harus kembali ke semangat politik yang bermartabat. Mudah-mudahan politik dan pemilu kita tidak terpolarisasi ekstrem dan terjadi benturan,” katanya.
Salah satu kemunduran demokrasi selama beberapa kali penyelenggaraan pemilu saat ini yakni banyak calon pemimpin dan kepala daerah serta anggota legislatif yang terpilih didominasi dari mereka yang memiliki banyak uang. Padahal, semestinya seorang pemimpin dinilai dari sisi kapasitas, integritas dan kapabilitas.
“Demokrasi kita tidak didesain untuk memilih pemimpin terbaik, tetapi menjadi kontestasi isi tas. Kami berharap ke depan kita bisa membangun SDM [sumber daya manusia] bukan yang punya isi tas, tetapi memilih yang memiliki kapasitas. Jangan sampai putra-putra terbaik gugur duluan karena tidak bisa membeli suara,” kata dia.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, Wawan Mas’udi mengatakan Fisipol Leadership Forum bertujuan untuk menggali pemikiran dan gagasan serta program para calon pemimpin Indonesia.
Sebelumnya, Fisipol UGM juga mengundang beberapa tokoh seperti Ridwan Kamil, Muhaimin Iskandar, Yenny Wahid, hingga tim perencanaan dan pembangunan Ibu Kota Nusantara. “Kami berharap capres dan cawapres [pada Pemilu 2024] juga mau diajak diskusi dan adu debat program di sini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
FIFA resmi meluncurkan FIFA ASEAN Cup 2026 yang masuk kalender resmi FIFA. Indonesia menjadi tuan rumah Premier Division dengan hadiah juara mencapai US$1 juta.
Pengiriman chipset smartphone global turun 15% di semester I-2026. Qualcomm dan MediaTek tertekan, Apple & Samsung naik. Simak analisis lengkap Counterpoint!
Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan jumlah universitas terbanyak, mencapai 3.277 kampus. Simak daftar lengkap 10 negara teratas.
Putri Kusuma Wardani bertahan di peringkat 6 dunia BWF per 30 Juli 2026. Pebulu tangkis Indonesia itu hanya terpaut 565 poin dari posisi lima besar yang ditempa
Wakil Ketua DPRD Bantul, Agung Laksmono, mendorong pengembangan pariwisata menjadi salah satu cara Kabupaten Bantul memperkuat kemandirian fiskal di tengah kebi