Penjualan Toyota Turun 3 Bulan Beruntun, Ini Penyebabnya
Penjualan Toyota turun tiga bulan berturut-turut pada April 2026. Melemahnya pasar China dan Timur Tengah jadi penyebab utama.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kanan) saat meninjau pembangunan ruang kelas SMA Muhammadiyah Conservation Manokwari di Arfai, Manokwari, Papua Barat. ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Harianjogja.com, MANOKWARI—Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional dengan memperkuat kompetensi tenaga pendidik. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menyediakan 150 ribu beasiswa pendidikan tinggi bagi para guru di seluruh Indonesia.
Program ini ditujukan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik minimal Diploma IV (D4) atau Strata 1 (S1). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
“Guru-guru yang belum D4 dan S1 akan difasilitasi melalui program beasiswa dengan skema rekognisi pembelajaran lampau,” ujar Abdul Mu’ti, Sabtu (30/5/2026).
Melalui program ini, setiap penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp3 juta per semester. Pemerintah menargetkan para guru dapat menyelesaikan pendidikan mereka dalam waktu maksimal empat semester atau dua tahun.
Kebijakan ini sekaligus menjadi upaya pemerintah dalam memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mensyaratkan guru memiliki kualifikasi minimal D4 atau S1.
Saat ini, diperkirakan masih ada sekitar 200 ribu guru di Indonesia yang belum memenuhi kualifikasi tersebut. Oleh karena itu, program beasiswa ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas tenaga pendidik secara merata.
“Ini langkah konkret untuk memastikan semua guru memiliki kualifikasi yang sesuai. Kami fokus ke depan untuk peningkatan kualitas pendidikan,” jelasnya.
Selain program beasiswa, Kemendikdasmen juga memperluas berbagai pelatihan untuk guru yang didanai melalui APBN maupun dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pelatihan tersebut meliputi pembelajaran mendalam, keterampilan pemrograman (coding), serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Tak hanya itu, pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah dan peningkatan kemampuan bahasa Inggris juga menjadi prioritas dalam mendukung transformasi pendidikan di Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah juga melakukan penguatan sarana dan prasarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah. Program ini tidak hanya mencakup perbaikan bangunan, tetapi juga pembangunan fasilitas pendukung seperti pagar sekolah, sarana air bersih, hingga rumah dinas guru di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kesejahteraan guru, terutama yang bertugas di wilayah dengan akses terbatas.
“Dengan adanya rumah dinas, guru di daerah terpencil tidak perlu lagi menghadapi kendala jarak tempuh yang jauh,” tambah Abdul Mu’ti.
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap kualitas pendidikan nasional dapat meningkat secara signifikan, sekaligus mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penjualan Toyota turun tiga bulan berturut-turut pada April 2026. Melemahnya pasar China dan Timur Tengah jadi penyebab utama.
UPN Veteran Yogyakarta mengungkap api misterius di Seyegan Sleman diduga dipicu migrasi gas metana dari bawah permukaan tanah.
Harga kakao Juni 2026 melonjak 17% akibat penutupan Selat Hormuz. Biaya logistik dan suplai global jadi pemicu utama.
Penguatan implementasi UU PDP dinilai penting untuk menjaga kedaulatan data Indonesia di tengah ancaman kebocoran data dan perkembangan teknologi digital.
Metode RFA jadi solusi atasi benjolan tiroid tanpa operasi. Minim risiko, tanpa bekas luka, hasil efektif bertahap.
Imigrasi Soetta ungkap dua modus haji ilegal, dari visa wisata hingga visa kerja. Puluhan jemaah berhasil dicegah.