Kemendikdasmen Siapkan 150 Ribu Beasiswa Guru, Ini Syaratnya

Newswire
Newswire Sabtu, 30 Mei 2026 13:57 WIB
Kemendikdasmen Siapkan 150 Ribu Beasiswa Guru, Ini Syaratnya

Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kanan) saat meninjau pembangunan ruang kelas SMA Muhammadiyah Conservation Manokwari di Arfai, Manokwari, Papua Barat. ANTARA/Fransiskus Salu Weking

Harianjogja.com, MANOKWARI—Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional dengan memperkuat kompetensi tenaga pendidik. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menyediakan 150 ribu beasiswa pendidikan tinggi bagi para guru di seluruh Indonesia.

Program ini ditujukan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik minimal Diploma IV (D4) atau Strata 1 (S1). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.

“Guru-guru yang belum D4 dan S1 akan difasilitasi melalui program beasiswa dengan skema rekognisi pembelajaran lampau,” ujar Abdul Mu’ti, Sabtu (30/5/2026).

Melalui program ini, setiap penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp3 juta per semester. Pemerintah menargetkan para guru dapat menyelesaikan pendidikan mereka dalam waktu maksimal empat semester atau dua tahun.

Kebijakan ini sekaligus menjadi upaya pemerintah dalam memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mensyaratkan guru memiliki kualifikasi minimal D4 atau S1.

Saat ini, diperkirakan masih ada sekitar 200 ribu guru di Indonesia yang belum memenuhi kualifikasi tersebut. Oleh karena itu, program beasiswa ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas tenaga pendidik secara merata.

“Ini langkah konkret untuk memastikan semua guru memiliki kualifikasi yang sesuai. Kami fokus ke depan untuk peningkatan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Selain program beasiswa, Kemendikdasmen juga memperluas berbagai pelatihan untuk guru yang didanai melalui APBN maupun dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pelatihan tersebut meliputi pembelajaran mendalam, keterampilan pemrograman (coding), serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Tak hanya itu, pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah dan peningkatan kemampuan bahasa Inggris juga menjadi prioritas dalam mendukung transformasi pendidikan di Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah juga melakukan penguatan sarana dan prasarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah. Program ini tidak hanya mencakup perbaikan bangunan, tetapi juga pembangunan fasilitas pendukung seperti pagar sekolah, sarana air bersih, hingga rumah dinas guru di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kesejahteraan guru, terutama yang bertugas di wilayah dengan akses terbatas.

“Dengan adanya rumah dinas, guru di daerah terpencil tidak perlu lagi menghadapi kendala jarak tempuh yang jauh,” tambah Abdul Mu’ti.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap kualitas pendidikan nasional dapat meningkat secara signifikan, sekaligus mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online