Advertisement

AYWS Luncurkan Konsep Wellness School, Pendidikan Tak Sekadar Akademik

Abdul Hamied Razak
Selasa, 03 Februari 2026 - 22:07 WIB
Abdul Hamied Razak
AYWS Luncurkan Konsep Wellness School, Pendidikan Tak Sekadar Akademik Peluncuran Wellness School AYWS ditandai dengan penanaman pohon serta Stadium General bertajuk Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia di Eco Hall Training Center Asram Edupark, Selasa (3/2 - 2026). Ist

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) resmi memperkenalkan konsep Wellness School sebagai pendekatan baru pendidikan yang menekankan keseimbangan fisik, mental, emosional, sosial, hingga spiritual peserta didik. Konsep tersebut diluncurkan dalam Stadium General bertajuk Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia di Eco Hall Training Center Asram Edupark, Selasa (3/2/2026).

Konsep Wellness School dipaparkan oleh akademisi Universitas Gadjah Mada, Prof.  Wiendu Nuryanti. Ia menegaskan bahwa pendidikan masa depan tidak lagi cukup berfokus pada capaian akademik semata, tetapi harus memanusiakan manusia secara utuh.

Advertisement

“Wellness bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi keseimbangan hidup. Tubuh, pikiran, emosi, spiritual, relasi sosial, hingga hubungan dengan lingkungan harus tumbuh selaras,” ujar Prof. Wiendu.

Acara tersebut dirangkai dalam Silaturahmi Jamiyah dan Yayasan Asram (Sijaya) yang dihadiri pengurus Jamiyah dari seluruh kampus AYWS, yakni Sleman 1, Sleman 2, Bantul, dan Wonosari, serta jajaran Badan Pengelola dan Pelaksana Harian (BPPH) Yayasan Asram.

Prof. Wiendu menjelaskan dunia kini memasuki era Society 5.0, di mana teknologi seharusnya menjadi alat untuk melayani kemanusiaan. Dalam konteks itu, Wellness School dinilai relevan untuk mempersiapkan generasi yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menjalani kehidupan yang bermakna.

Ia menyoroti krisis keseimbangan hidup sebagai tantangan utama manusia modern. Pendidikan yang terlalu menekankan aspek kognitif berpotensi mengabaikan kesehatan mental, karakter, serta tujuan hidup siswa.

Wellness School dirancang sebagai ekosistem belajar yang mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, keberlanjutan lingkungan, serta desain ruang yang berpusat pada manusia.

“Intinya adalah belajar bagaimana hidup dengan baik, bukan hanya bagaimana bekerja,” tegasnya.

Konsep ini juga dikaitkan dengan pengembangan wellness tourism atau wisata kesehatan yang berbasis budaya lokal, pertanian, dan kearifan tradisional. Pendidikan dan pariwisata dipandang sebagai jembatan strategis untuk menumbuhkan kesadaran hidup sehat secara holistik.

Aktivitas seperti konsumsi jamu tradisional, lokakarya herbal, spa tradisional, yoga alam, meditasi, hingga praktik permakultur disebut sejalan dengan nilai-nilai wellness yang bisa diintegrasikan dalam pembelajaran.

Prof. Wiendu turut memaparkan praktik wellness global dan lokal, mulai dari Canyon Ranch sebagai pionir wellness retreat dunia, Glen Dye di Skotlandia yang menonjolkan kedekatan dengan alam, hingga Astungkara Way di Bali yang berbasis komunitas dan tradisi lokal.

“Indonesia memiliki modal besar untuk pendidikan berbasis wellness, mulai dari budaya gotong royong, desain tropis ramah lingkungan, hingga pengetahuan pengobatan tradisional,” ungkapnya.

Dalam konsep Wellness School, arsitektur sekolah juga memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran sekaligus penyembuhan. Ruang belajar dirancang terbuka dengan pencahayaan alami, ventilasi silang, taman pangan, taman penyembuhan, serta area interaksi sosial.

“Sekolah harus menjadi ruang yang memberi rasa aman, nyaman, dan memperkuat ikatan sosial,” ujarnya.

Peluncuran Wellness School AYWS ini menandai pergeseran paradigma pendidikan dari sekadar orientasi hasil menuju pembentukan manusia seutuhnya. AYWS menegaskan komitmen untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang tidak hanya unggul intelektual, tetapi juga sehat jiwa, kuat karakter, dan selaras dengan alam.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon di kawasan Asram Edupark yang dilakukan bersama Hafidh Asrom dan Eni Yustini Hafidh Asrom. Kegiatan sosial berupa penyaluran sedekah untuk anak yatim dan kaum dhuafa turut dilaksanakan.

Dalam kesempatan tersebut, Hafidh Asrom menjelaskan berbagai fasilitas di Asram Edupark yang mendukung implementasi program Wellness School ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Manipulasi Saham MPAM Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka

Manipulasi Saham MPAM Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka

News
| Selasa, 03 Februari 2026, 22:57 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement