Advertisement

ASM 2026 FK-KMK UGM Soroti Kesehatan Lansia

Media Digital
Sabtu, 07 Februari 2026 - 18:57 WIB
Maya Herawati
ASM 2026 FK-KMK UGM Soroti Kesehatan Lansia Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Annual Scientific Meeting (ASM) 2026 bertema Embracing Ageing: Stay Healthy, Sharp and Productive di Auditorium FK-KMK UGM, Sabtu (7/2 - 2026), dengan fokus utama pada kesehatan lansia dan kesiapan menghadapi ageing population di Indonesia. / ist

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Annual Scientific Meeting (ASM) 2026 bertema “Embracing Ageing: Stay Healthy, Sharp and Productive” di Auditorium FK-KMK UGM, Sabtu (7/2/2026), dengan fokus utama pada kesehatan lansia dan kesiapan menghadapi ageing population di Indonesia.

Kegiatan ilmiah ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-80 FK-KMK UGM, HUT ke-14 Rumah Sakit Akademik UGM, HUT ke-44 RSUP Dr. Sardjito, serta HUT ke-98 RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro.

Advertisement

Ketua ASM 2026, Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, menjelaskan rangkaian ASM telah dimulai sejak akhir 2025 melalui berbagai workshop dan seminar, dan akan berlanjut hingga akhir April 2026.

ASM 2026 dibuka pada pagi hari dengan sambutan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, yang disampaikan secara daring. Dalam arahannya, Menkes menekankan transformasi sistem kesehatan lansia serta langkah-langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan usia harapan hidup.

“Menkes juga memberi arahan bagaimana lansia tetap berdaya agar kualitas hidup tetap baik,” kata Denny dalam konferensi pers di Auditorium FK-KMK UGM, Sabtu (7/2/2026). (Advertorial) 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase penduduk lansia Indonesia mencapai sekitar 12% pada 2024 dan diproyeksikan menembus lebih dari 20% pada 2045. Kondisi tersebut menandai Indonesia memasuki fase ageing population yang sekaligus disebut sebagai bonus demografi kedua.

Dalam konteks itu, peningkatan jumlah lansia tidak semata dipandang sebagai tantangan, tetapi juga potensi pembangunan apabila ditopang kebijakan, layanan kesehatan, dan dukungan sosial yang tepat.

Bonus demografi kedua menuntut kesiapan lintas sektor agar lansia tetap memiliki kualitas hidup yang baik dan mampu berkontribusi secara sosial maupun ekonomi.

Salah satu narasumber ASM 2026, Dr. dr. Astuti, Sp.N, Subsp.NGD(K), menyoroti pentingnya menjaga fungsi kognitif dalam proses penuaan. Menurutnya, fungsi kognitif yang terpelihara memungkinkan lansia tetap berpikir jernih, mengambil keputusan mandiri, beradaptasi terhadap perubahan, serta mempertahankan peran sosialnya di keluarga dan masyarakat.

Upaya menjaga fungsi kognitif juga berkontribusi menekan risiko demensia, disabilitas, dan ketergantungan pada usia lanjut.

Ia menjelaskan proses penuaan merupakan hasil interaksi faktor genetik dan lingkungan. Faktor genetik memengaruhi kerentanan terhadap penyakit degeneratif dan kecepatan penuaan, sementara gaya hidup, aktivitas fisik, asupan nutrisi, serta pengelolaan stres memengaruhi ekspresi gen sepanjang kehidupan. Pemahaman tersebut menjadi dasar strategi promotif dan preventif dalam kesehatan lansia.

Produktivitas lansia dinilai memiliki nilai strategis, baik bagi individu maupun masyarakat. Lansia yang tetap aktif dapat berbagi pengalaman, pengetahuan, serta kearifan dalam aktivitas sosial dan ekonomi, sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda. Kondisi ini mendukung terwujudnya masyarakat inklusif dan berkelanjutan di tengah meningkatnya populasi lanjut usia.

Ketua Dies Natalis FK-KMK UGM, Prof. dr. Retno Sutomo, Ph.D, Sp.A (K), Subsp.TKPS, menyebutkan Dies Natalis ke-80 FK-KMK UGM diramaikan berbagai kegiatan, mulai dari kompetisi olahraga hingga talkshow kesehatan yang menghadirkan dr. Tirta Mandira Hudhi pada Minggu (8/2/2026).

Selain itu, digelar pula pameran keris di FK-KMK UGM. Pameran ini merefleksikan keberlanjutan budaya di tengah perkembangan ilmu kedokteran modern. Dalam perspektif kesehatan lansia, hobi seperti mengoleksi keris dapat menjadi indikator bahwa seseorang tetap aktif dan produktif.

Hobi menjadi penanda keberlanjutan aktivitas lansia; ketika minat tersebut ditinggalkan, kondisi itu dapat menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan, termasuk demensia, sehingga deteksi dini dan pendampingan tetap diperlukan dalam konteks ageing population Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

BPBD Catat 43 Bangunan Dampak Gempa di Pacitan Jatim

BPBD Catat 43 Bangunan Dampak Gempa di Pacitan Jatim

News
| Sabtu, 07 Februari 2026, 20:17 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement