Advertisement
Beasiswa Luar Negeri Tanpa Wajib Pulang, Ini Daftarnya
Beasiswa pendidikan - ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Beasiswa luar negeri tanpa wajib pulang semakin diminati pelajar Indonesia yang ingin membangun karier global. Berbeda dengan skema Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang mewajibkan penerimanya kembali dan mengabdi di Indonesia, sejumlah program pendanaan internasional justru tidak mengikat lulusan untuk pulang ke negara asal.
Program-program ini memberi fleksibilitas bagi mahasiswa untuk menentukan langkah profesional seusai menyelesaikan studi, termasuk membuka peluang menetap dan bekerja di negara tujuan pendidikan.
Advertisement
Merujuk unggahan akun Instagram @ieltspresso pada Selasa (24/2/2026), berikut 12 beasiswa luar negeri tanpa kontrak wajib pulang ke Indonesia:
1. Swiss Government Excellence Scholarship
BACA JUGA
Program dari Pemerintah Swiss untuk jenjang doktoral (S3). Seleksi dilakukan melalui State Secretariat for Education, Research and Innovation (SERI). Penerima dapat menjalankan riset tanpa kewajiban kembali ke negara asal.
2. KAUST Fellowship (Arab Saudi)
Beasiswa S2 dan S3 di King Abdullah University of Science and Technology dengan persyaratan IELTS minimal 6,5. Lulusannya memiliki akses luas ke jejaring riset dan industri internasional.
3. Danish Government Scholarship
Program S2 dari Pemerintah Denmark dengan syarat kemampuan bahasa Inggris sesuai ketentuan masing-masing program studi.
4. Lester B. Pearson International Student Scholarships
Beasiswa S1 di University of Toronto, Kanada. Ditujukan bagi mahasiswa berprestasi dengan potensi kepemimpinan tinggi dan skor IELTS minimal 6,5.
5. Rhodes Scholarship – University of Oxford
Salah satu beasiswa paling prestisius di dunia untuk studi S2 dan S3 di University of Oxford. Umumnya mensyaratkan IELTS minimal 7,5 dan memberi kebebasan karier global bagi penerimanya.
6. VLIR-UOS Scholarship (Belgia)
Beasiswa S2 yang fokus pada pembangunan berkelanjutan dengan standar IELTS minimal 6,5. Lulusannya didorong aktif dalam kolaborasi internasional.
7. Graduate Research Scholarships – University of Melbourne
Program riset S2 dan S3 di University of Melbourne. Seusai studi, penerima dapat memanfaatkan peluang kerja pascastudi di Australia.
8. Global Korea Scholarship (GKS)
Beasiswa Pemerintah Korea Selatan untuk jenjang S1 hingga S3. Skor IELTS minimal 5,0 menjadi nilai tambah dalam seleksi.
9. Knight-Hennessy Scholars – Stanford University
Pendanaan S2 dan S3 di Stanford University, Amerika Serikat. Peserta bergabung dalam komunitas pemimpin global tanpa kewajiban pulang.
10. MEXT Scholarship (Jepang)
Program beasiswa Pemerintah Jepang untuk semua jenjang pendidikan tinggi (S1–S3). Umumnya mensyaratkan IELTS minimal 5,5 dan membuka peluang karier di berbagai sektor industri Jepang.
11. SINGA Scholarship (Singapura)
Program doktoral hasil kolaborasi Agency for Science, Technology and Research (A*STAR), National University of Singapore (NUS), dan Nanyang Technological University (NTU). Lulusan kerap terserap industri teknologi regional.
12. Gates Cambridge Scholarship
Didanai oleh yayasan filantropi milik Bill Gates dan Melinda Gates untuk studi S2 dan S3 di University of Cambridge. Persyaratan bahasa Inggris umumnya IELTS 7,5 dan tidak ada kontrak pengabdian wajib pulang.
Deretan beasiswa luar negeri tanpa wajib pulang ini membuka peluang luas bagi mahasiswa Indonesia untuk memperluas jejaring internasional dan membangun karier global tanpa terikat kontrak pengabdian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Demi Kopdes Merah Putih, Mendes Minta Izin Minimarket Baru Ditahan
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







