Advertisement
Tak Boleh Menolak Layani Siswa ABK, Guru Diberi Pelatihan
Suasana Bimtek Kompetensi Guru Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tahun 2023 Angkatan 1 yang digelar 6-10 Februari 2023. - Istimewa // Diskdikpora Kulonprogo
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulonprogo mulai menggelar Bimtek Kompetensi Guru Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tahun 2023 Angkatan 1. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali para guru di setiap satuan pendidikan dalam memberikan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
"Ini sesuai dengan semangat pendidikan inklusi, bahwa semua sekolah itu harus menerima anak-anak berkebutuhan khusus. Jadi mereka tidak boleh menolak anak-anak berkebutuhan khusus belajar di satuan pendidikan," terangnya pada Minggu (19/2/2033).
Advertisement
Pelatihan dibutuhkan karena tidak semua pendidik mempunyai kemampuan sebagai guru pembimbing untuk anak berkebutuhan khusus. Di satu sisi satuan pendidikan tidak boleh menolak anak berkebutuhan khusus untuk masuk sekolah, di saat yang sama pendidik yang ada tidak memiliki kapasitas yang sama dengan guru-guru di sekolah luar biasa.
BACA JUGA : Pendidikan ABK Butuh Dukungan Semua Pihak
Arif memandang perlu bila guru-guru di setiap satuan pendidikan perlu mendapat Bimtek untuk meningkatkan kemampuannya dalam membimbing anak-anak kebutuhan khusus. "Kami lakukan Bimtek ini bertujuan untuk mendidik memahamkan para guru di satuan pendidikan untuk bisa melayani anak anak berkebutuhan khusus sesuai dengan kekhususannya," ujarnya.
Karena keterbatasan, bimtek ini belum bisa menjangkau semua guru kelas di Kulonprogo. Tetapi perwakilan dari guru-guru di setiap satuan pendidikan di seluruh Kulonprogo menjadi sasaran dalam bimtek ini.
"Jadi setiap sekolah mengirimkan dua guru, secara bergelombang kami lakukan Bimtek. Nanti mereka akan menyampaikan ini menyebarkan kepada guru-guru kelas di sekolahnya," jelasnya.
Ia berharap bimtek yang digelar selama lima hari ini meski pun belum bisa maksimal secara ideal melayani anak-anak berkebutuhan khusus seperti halnya di sekolah luar biasa, tetapi paling tidak para guru mendapatkan pemahaman yang benar.
Harapannya tidak terjadi perlakuan yang salah terhadap anak anak beriringan khusus. Di sisi lain dari Bimtek ini diharapkan bisa menciptakan kondisi yang sesuai di sekolah tersebut di saat sekolahnya ada anak beriringan khusus.
BACA JUGA : Ribuan Anak Berkebutuhan Khusus di DIY Tidak Sekolah
"Agar anak-anak ini bisa tumbuh berkembang dengan penuh percaya diri dan bisa diterima sebagai teman di antara mereka di dalam satu kelas itu. Sehingga tercipta pembelajaran yang memanusiakan manusia tanpa ada deskriminasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prabowo dan Megawati Bahas Isu Geopolitik Global di Istana Jakarta
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kali Talang hingga Deles Indah Kembali Dibuka 22 Maret 2026
- 1.381 Warga Binaan di DIY Terima Remisi Idulfitri 1447 H
- Ikuti Salat Id di Sendangadi, Danang Maharsa Tekankan Gotong Royong
- Dinkes Bantul Siaga Risiko KLB dan Kasus Keracunan Saat Lebaran
- Posko Ramah Pemudik Gereja Aloysius Gonzaga Dibuka hingga H+5 Lebaran
Advertisement
Advertisement








