Mau Berwisata ke Gunungkidul? Ini Jadwal KSPN 29 September 2026
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Coffee Morning Lecturer bertajuk Prospek dan Tantangan Penerapan Hydropower di Indonesia yang digelar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Wilayah Sungai Serayu Opak memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan guna menghasilkan energi baru dan terbarukan atau EBT. Potensi renewable energy itu dapat berbentuk bentuk potensi PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro).
Isu ini dibahas dalam diskusi Coffee Morning Lecturer bertajuk Prospek dan Tantangan Penerapan Hydropower di Indonesia yang digelar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII), Kamis (2/3/2023).
BACA JUGA : Pohon Lamtoro Bisa Diolah Jadi Sumber Energi Baru
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan dan Program Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Shakti Rahadiansyah menyatakan Kawasan sungai Serayu Opak memang memiliki banyak potensi. Bahkan izin penggunaan air di Indonesia setengah di antaranya berasal dari Jogja dalam hal ini Sungai Serayu Opak yang berafa di bawah kendali BBWSSO.
“Kalau misalnya ada 10.000 izin terkait air, dari Jogja ada 5.000. Izin penggunana air untuk wilayah serayu opak ini cukup tinggi,” katanya.
Ia membeberkan sejumlah potensi aliran sungai yang dapat dimanfaatkan untuk PLTA dan PLTMH di antaranya Klawing Serayu dengan potensi 14,1 megawatt, Karangsembung 19 megawatt, Bogowonto 2 tercatat 5 megawatt dan Bogowonto 3 juga 5 megawatt.
BACA JUGA : Dukung Energi Terbarukan, 2 Perusahaan Besar DIY
“Potensi keempatnya ini sangat besar dan sampai saat ini belum dibangun pemanfaatan energinya. Seandainya ada yang bisa memanfaatkan tentu akan kami persilahakan,” katanya.
Selain itu ada bendungan yang juga berpotensi untuk dikembangkan dan menghasilkan energi. Terdiri atas Bendungan gerak Serayu yang diperkirakan mampu menghasilkan energi 5 megawatt, Waduk Bener sebanyak 6 megawatt dan Waduk Lintang diprediksi mampu hasilkan 5 megawatt.
“Kalau yang eksisting sudah berjalan itu Wadaslintang, Sempor dan Mrica,” katanya.
Dekan FTSP UII Ilya Fajar Maharika mengatakan UII sebagai lembaga Pendidikan tinggi akan terus berupaya memproduksi ilmu pengetahuan, terutama yang sesuai dengan fakultasnya di bidang perencanaan dan sipil. Melalui diskusi tersebut secara perlahan dapat diungkap bahwa Kawasan Serayu Opak ternyata memiliki potensi energi yang sangat besar. Sifatnya energinya pun terbarukan sehingga bisa menjadi alternatif ke depan.
BACA JUGA : Energi Terbarukan Sulit Dikembangkan di DIY, Ini Penyebabnya
“Ada beberapa hal, kita peru integrasi keilmuan tugas perguruan salah satu perlu integrasi kebijakan. Pertemuan itu berusaha mengubah sudut pandang memproduksi pengetahuan harus tetao berjalan karena itu tugas utama perguruan tinggi. Tetapi membumikan konteks problem yang ada di masyarakat jadi kewajiban harus dilakukan. Maka kami gelar diskusi dengan tema yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage