Unriyo Cetak 285 Lulusan, Rektor Ingatkan Kemampuan Adaptif
Rektor menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi kompleksitas dunia modern. Keberhasilan lahir dari kerja tim, jejaring.
Coffee Morning Lecturer bertajuk Prospek dan Tantangan Penerapan Hydropower di Indonesia yang digelar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Wilayah Sungai Serayu Opak memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan guna menghasilkan energi baru dan terbarukan atau EBT. Potensi renewable energy itu dapat berbentuk bentuk potensi PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro).
Isu ini dibahas dalam diskusi Coffee Morning Lecturer bertajuk Prospek dan Tantangan Penerapan Hydropower di Indonesia yang digelar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII), Kamis (2/3/2023).
BACA JUGA : Pohon Lamtoro Bisa Diolah Jadi Sumber Energi Baru
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan dan Program Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Shakti Rahadiansyah menyatakan Kawasan sungai Serayu Opak memang memiliki banyak potensi. Bahkan izin penggunaan air di Indonesia setengah di antaranya berasal dari Jogja dalam hal ini Sungai Serayu Opak yang berafa di bawah kendali BBWSSO.
“Kalau misalnya ada 10.000 izin terkait air, dari Jogja ada 5.000. Izin penggunana air untuk wilayah serayu opak ini cukup tinggi,” katanya.
Ia membeberkan sejumlah potensi aliran sungai yang dapat dimanfaatkan untuk PLTA dan PLTMH di antaranya Klawing Serayu dengan potensi 14,1 megawatt, Karangsembung 19 megawatt, Bogowonto 2 tercatat 5 megawatt dan Bogowonto 3 juga 5 megawatt.
BACA JUGA : Dukung Energi Terbarukan, 2 Perusahaan Besar DIY
“Potensi keempatnya ini sangat besar dan sampai saat ini belum dibangun pemanfaatan energinya. Seandainya ada yang bisa memanfaatkan tentu akan kami persilahakan,” katanya.
Selain itu ada bendungan yang juga berpotensi untuk dikembangkan dan menghasilkan energi. Terdiri atas Bendungan gerak Serayu yang diperkirakan mampu menghasilkan energi 5 megawatt, Waduk Bener sebanyak 6 megawatt dan Waduk Lintang diprediksi mampu hasilkan 5 megawatt.
“Kalau yang eksisting sudah berjalan itu Wadaslintang, Sempor dan Mrica,” katanya.
Dekan FTSP UII Ilya Fajar Maharika mengatakan UII sebagai lembaga Pendidikan tinggi akan terus berupaya memproduksi ilmu pengetahuan, terutama yang sesuai dengan fakultasnya di bidang perencanaan dan sipil. Melalui diskusi tersebut secara perlahan dapat diungkap bahwa Kawasan Serayu Opak ternyata memiliki potensi energi yang sangat besar. Sifatnya energinya pun terbarukan sehingga bisa menjadi alternatif ke depan.
BACA JUGA : Energi Terbarukan Sulit Dikembangkan di DIY, Ini Penyebabnya
“Ada beberapa hal, kita peru integrasi keilmuan tugas perguruan salah satu perlu integrasi kebijakan. Pertemuan itu berusaha mengubah sudut pandang memproduksi pengetahuan harus tetao berjalan karena itu tugas utama perguruan tinggi. Tetapi membumikan konteks problem yang ada di masyarakat jadi kewajiban harus dilakukan. Maka kami gelar diskusi dengan tema yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rektor menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi kompleksitas dunia modern. Keberhasilan lahir dari kerja tim, jejaring.
Persebaya menang telak 5-0 atas Persik Kediri di laga penutup Super League. Bruno Moreira cetak dua gol, Bajol Ijo finis keempat.
Sebanyak 55% dapur MBG telah bersertifikat higienis. Ribuan lainnya masih proses, sementara 1.152 dapur sempat disetop sementara.
SPMB Sleman 2026 hanya membuka jalur afirmasi untuk pemegang KKM. Simak pembagian kuota dan syarat lengkapnya
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Pemda DIY pastikan stok hewan kurban aman jelang Iduladha 1447 H, harga terkendali dan inflasi tetap stabil.