RSUD Saras Adyatma Bantul Buka Layanan Khusus Senam Ibu Hamil
RSUD Saras Adyatma Bantul membuka layanan Prenatal Gentle Yoga untuk ibu hamil guna menjaga kebugaran dan mempersiapkan persalinan lebih optimal.
Maket desain gedung baru ditampilkan dalam Groundbreaking Ceremony Pembangunan Kampus Politeknik LPP Yogyakarta, Seyegan, Selasa (8/10/2024)./Sirojul Khafid
SLEMAN—Politeknik LPP Yogyakarta memulai pembangunan kampus baru. Bangunan sekitar 5.000 meter persegi dengan luas lahan sekitar 6.000 meter persegi ini berlokasi di Kandangan, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan. Gedung Politeknik LPP Yogyakarta baru tersebut dibangun dengan mengusung konsep modern green.
Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, M. Mustangin, mengatakan gedung akan memaksimalkan energi terbarukan, salah satunya cahaya matahari yang akan masuk ke bagian-bagian gedung. “Ruang hijau juga banyak yang akan menjadikan kawasan hijau dan menyejukkan,” kata Mustangin dalam acara Groundbreaking Ceremony Pembangunan Kampus Politeknik LPP Yogyakarta, Seyegan, Sleman, Selasa (8/10/2024).
“Rencana akan bangun kampus dengan empat lantai, 16 kelas, ada masjid, lapangan parkir, asrama dan sarana lainnya.”
Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY), Sosiawan Hary Kustanto, mengatakan sejak berdiri pada 1997, Politeknik LPP telah berkembang pesat. Dari yang awalnya hanya terdapat empat prodi, kini berkembang menjadi enam prodi dengan jenjang D2 hingga D4.
Dalam empat tahun belakang, jumlah mahasiswa dari 698 orang, bertambah hingga saat ini menjadi 1.499. Ada peningkatan dua kali lipat. Adapun, pengelola Politeknik LPP Yogyakarta memprediksi pada 2027, jumlah mahasiswa-mahasiswi berjumlah sekitar 2.000 orang. "Hal ini selaras dengan data yang menunjukkan bahwa 50-60 persen lulusannya langsung bekerja."
Itulah sebabnya, perkembangan ini perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitasnya, termasuk gedung perkuliahan. “Sesuai Permendikbud No. 7/2020, mensyaratkan pendidikan tinggi politeknik harus memiliki minimal 5.000 meter persegi, Politeknik LPP Yogyakarta sebelumnya belum memiliki lahan sendiri, tetapi sekarang sudah membeli tanah dan bangunan sendiri di kampus baru ini,” kata Sosiawan.
Pembangunan kampus baru Politeknik LPP Yogyakarta akan selesai dalam dua tahun ke depan.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Persero, Mohammad Abdul Ghani, mengatakan ide membangun kampus baru sudah lama, namun baru terlaksana tahun ini dengan segala dinamikanya. Ghani menganggap kampus baru ini berpotensi memberikan kontribusi yang besar, terutama dalam sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia.
Perkembangan industri tidak hanya tentang riset, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Politeknik LPP Yogyakarta menghasilkan mahasiswa-mahasiswi yang siap kerja. Hal ini selaras dengan data yang menunjukkan bahwa 50% lulusannya langsung bekerja. “Ini yang masyarakat perlu tahu, masuklah ke kampus Politeknik LPP Yogyakarta apabila ingin langsung kerja,” katanya. “Kampus ini penting, sebagai tugas kami juga untuk mencerdaskan bangsa,”.
Di samping menjadi cara membentuk SDM Indonesia yang berkualitas, pembangunan kampus baru Politeknik LPP Yogyakarta berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Semakin banyaknya mahasiswa yang beraktivitas di wilayah tersebut, akan memunculkan kesempatan ekonomi dari sektor hunian, kuliner, hingga kebutuhan lainnya.
Ghani berharap masyarakat Margodadi, Seyegan, Sleman aktif dan mulai mempersiapkan untuk menyambut kesempatan ekonomi ini. “Kalau bangun sesuatu jangan tinggalkan masyarakat sekitar, misalnya indekos. Kalau bisa masyarakat di sini diajak membangun indekos, bisa mulai sekarang dihubungkan. Masyarakat sekitar jangan jadi penonton, tapi perlu ikut memanfaatkan kampus ini,” kata Ghani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Saras Adyatma Bantul membuka layanan Prenatal Gentle Yoga untuk ibu hamil guna menjaga kebugaran dan mempersiapkan persalinan lebih optimal.
Komisi D DPRD DIY mendorong pergeseran anggaran kajian renovasi Stadion Mandala Krida dengan mengalihkan dana penyusunan detail engineering design (DED) ke kaji
Penumpang kereta api di Daop 6 Yogyakarta melonjak 54 persen menjelang libur Tahun Baru Islam. KAI menambah tiga perjalanan kereta untuk mengakomodasi lonjakan.
ESDM anggarkan Rp9,7 triliun untuk listrik desa 2027, target ribuan lokasi belum berlistrik hingga wilayah terpencil.
Cara merawat baterai mobil listrik agar lebih awet. Hindari kesalahan pengisian, suhu panas, dan kerusakan fisik pada kendaraan listrik.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.