Veda Ega Pratama Runner-up Moto3 Malaysia, Cetak Sejarah di Sepang
Veda Ega Pratama finis kedua Moto3 Malaysia 2026 di Sepang. Pembalap asal Gunungkidul itu kini naik ke posisi tujuh klasemen.
Profesor Puji Lestari (ketiga dari kanan), penemu teori komunikasi hati di sela-sela pengukuhan guru besar di UPN Veteran Jogja. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Seorang akademisi UPN Veteran Yogyakarta Puji Lestari mampu meraih predikat akademik tertinggi dengan bergelar profesor atau guru besar di bidang ilmu komunikasi. Dosen Fisip itu mampu melahirkan teori komunikasi hati. Bahkan konsepnya telah diterapkan di berbagai kasus bencana. Melalui komunikasi hati akan meminimalisasi bencana sosial tambahan ketika terjadi suatu bencana.
“Teori komunikasi hati lebih pada proses komunikasi hati mulai dari olah pikir [mengarahkan pikiran ke hal-hal positif] dan olah rasa [mengelola perasaan] dengan mengelola sampah hati menjadi energi positif yang menghasilkan sifat simpati dan perilaku empati yang berdampak pada hidup bahagia serta damai,” kata Puji dalam sambutan tertulis pengukuhan guru besarnya.
BACA JUGA : Jabatan Banyak Jadi Alasan Guru Besar Minim Penelitian
Puji dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu komunikasi pada Kamis (2/3/2023) lalu di Auditorium UPN Veteran Yogyakarta. Adapun pidato ilmiah yang disampaikan berjudul Komunikasi Hati Sebagai Aspek Penting Pengurangan Risiko Bencana Sosial dan Mental.
Profesor Puji mengatakan memahami teori komunikasi hati dengan segala bentuk implementasi dalam kehidupan, pada dasarnya bisa menjadi solusi dalam permasalahan komunikasi yang dihadapi. Komunikasi yang diawali dengan tata kelola hati mampu menjadi solusi dalam proses penyampaian pesan dari komunikator dan bagaimana pesan bisa diterima serta dimaknai oleh komunikan.
Ia menilai komunikasi hati sesungguhnya tidak bisa lepas dari nilai etika dan budaya, merupakan kepekaan dengan mengedepankan simpati dan empati. Komunikasi hati berbicara tentang empan papan, yaitu bagaimana ketika berkomunikasi harus peka terhadap situasi dan kondisi.
“Komunikasi hati adalah bagaimana olah pikir dan olah rasa mengendalikan ego sehingga tidak mengganggu hubungan dengan pihak lain. Olah pikir dilakukan agar tercipta sikap positif, sedangkan olah rasa dilakukanuntuk mengasahkepekaan sehingga tercipta hal yang baik,” katanya.
BACA JUGA : Widodo Jadi Guru Besar Teknik Lingkungan Pertama di UII
Dosen kelahiran Klaten ini menambahkan komunikasi hati sesungguhnya bagian vital dalam pengurangan risiko bencana, baik sosial ataupun mental. Adapun perannya, manusia perlu menyadari setiap bencana yang terjadi, menerima, dan mengelola semua hal buruk. Kemudian ia perlu berdamai dengan dirinya. Hal ini akan membantu mentalnya untuk tetap sehat dan dapat menjalani kehidupan dengan baik.
Komunikasi hati melalui olah pikir dan rasa dapat dilakukan secara individu maupun kelompok untuk pengurangan risiko bencana sosial dan mental. Secara individu seseorang harus memikirkan setiap peristiwa sebelum bertindak. Berpikir positif dalam setiap peristiwa yang dialami bahkan termasuk berpikir positif dalam kejadian negatif.
“Melalui komunikasi hati, hidup akan lebih berarti. Kerisauan, refleksi, dan gagasan yang telah saya sampaikan semoga dapat memberikan perspektif untuk diskusi dan kolaborasi baik offline maupun online melalui media digital, guna menyebarkan virus komunikasi hati dengan mengelola sampah hati menjadi energi positif melalui olah pikir dan olah rasa untuk menyelesaikan bencana sosial dan mental,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama finis kedua Moto3 Malaysia 2026 di Sepang. Pembalap asal Gunungkidul itu kini naik ke posisi tujuh klasemen.
Simak jadwal perpanjangan SIM Sleman November 2026 di MPP, SIM Keliling SCH, dan SIMMADE beserta jam layanan serta persyaratannya.
Como 1907 menang 1-0 atas Venezia pada pekan ke-10 Liga Italia 2026/2027. Penalti Lucas Da Cunha memastikan kemenangan keempat beruntun.
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Satlantas Polresta Jogja merilis jadwal pelayanan SIM November 2026, mulai Satpas, SIM Keliling Alkid, SIM MAMI, hingga layanan Drive Thru.
Pelajar dan mahasiswa Indonesia menciptakan AeroSpora, dinding lumut pintar, dan NovaSight, aplikasi matematika berbasis AI untuk tunanetra.