Prakiraan Cuaca DIY: Full Cerah Berawan Hari Ini
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi cuaca di seluruh wilayah DIY pada Rabu (13/9/2023) cerah berawan.
Ilustasi ayah bermain dengan anak./Freepik\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Peran ayah di Indonesia dalam hal pengasuhan anak disebut minim. Hal itu seperti yang ramai diperbincangkan belakangan ini di media sosial.
Disebutkan bahwa Indonesia masuk peringkat tiga fatherless country di dunia. Psikolog UGM, Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog., menyampaikan bahwa fatherless country adalah suatu negara yang masyarakatnya minim peran akan keterlibatan sosok ayah dalam kehidupan anak.
“Fatherless ini menjadi fenomena yang sudah dirasakan bersama dimana peran ayah bisa dikatakan minim,” tuturnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (22/5/2023).
Kepala Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM ini mengatakan bahwa dalam pengasuhan anak membutuhkan keterlibatan orang tua yaitu ayah dan ibu secara berimbang. Artinya, pengasuhan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu saja, tetapi juga dilakukan oleh ayah.
Baca juga: Profil Lengkap Puteri Indonesia 2023 Farhana Riswari, Punya Gelar Dokter
“Namun yang banyak terjadi ayah tidak terlibat dalam pengasuhan. Ini jadi fenomena yang cukup lazim, salah satunya karena pengaruh budaya,” terangnya.
Ia menyebutkan budaya patriarki yang masih melekat pada masyarakat Indonesia. Dalam budaya ini menempatkan perempuan bertanggungjawab untuk urusan domestik dan mengurus anak. Sementara laki-laki bertanggungjawab pada urusan publik.
Selain faktor budaya, anak bisa mengalami fatherless karena orang tua yang terlalu sibuk. Karena kesibukan bekerja, menjadikan ayah sulit untuk terlibat dalam pengasuhan.
“Faktor orang tua yang fly in fly out, terlalu sibuk, misal berapa hari sekali baru bisa pulang menjadikan secara teknis lebih dulit terlibat dalam pengasuhan. Sementara saat sudah pulang tidak ada komitmen untuk mengganti hari-hari yang hilang,”paparnya.
Hal tersebut dikatakan Diana disebabkan karena ayah tidak mengerti bagaimana proses pengasuhan anak yang baik. “Fatherless karena tidak tahu cara mengasuh anak, tidak ada model yang bisa ditiru dan tidak ada ilmunya,”ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi cuaca di seluruh wilayah DIY pada Rabu (13/9/2023) cerah berawan.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI karena alasan kesehatan, PBSI menghormati keputusan dan fokus pada pemulihan.
Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hillstate Korea Selatan dan dijadwalkan debut di KOVO Cup serta V-League 2026/2027.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League 2025/2026, Van Gastel tetap turunkan skuad terbaik di dua laga sisa musim.