Prediksi El Clasico Barcelona vs Madrid, Blaugrana Siap Kunci Gelar
Barcelona hanya butuh satu poin saat menjamu Real Madrid di El Clasico untuk memastikan gelar juara Liga Spanyol 2025-2026.
Pelaksanaan sosialisasi perda Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa yang juga diisi dengan metode baca aksara Jawa dengan Cara Ngapak. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pegiat Bahasa Aksara Jawa Ahmad Fikri menyatakan Bahasa Jawa terutama materi aksara Jawa menjadi hal yang menakutkan di kalangan siswa. Hampir Sebagian besar siswa tidak mampu membaca aksara Jawa dengan baik.
Oleh karena itu ia menciptakan sebuah metode cara membaca aksara Jawa dengan mudah yaitu Cara Ngapak. Metode ini bukanlah membaca dengan menggunakan logat banyumasan. Maksud dari Cara Ngapak adalah lima huruf aksara Jawa yaitu Ca, Ra, Nga, Pa, dan Ka kemudian disingkap menjadi Cara Ngapak.
BACA JUGA : Jogja, Ujung Tombak Memasifkan Aksara Jawa
“Sebenarnya yang menjadi kendala saat memperlajari aksara Jawa itu di metode, karena dari dulu sifatnya hanya hafalan. Kami suguhkan tidak perlu menghafal,” katanya dalam Sosialisasi Perda DIY No.2/2021 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa di SMP Maarif Gamping Sleman.
Salah satu contohnya dengan memulai dari aksara Ca yang bentuknya memiliki simpul di bagian kiri bawah dan suduh lancip ke dalam bagian atas kanan. Hanya dengan memainkan bentuk aksara Ca ini secara otomatis dapat menghafal aksara lain.
Misalnya Ca bisa menghasilkan hafalan bentuk aksara Sa karena menghilangkan sudut lancip bagian atas, kemudian jika Ca dibalik akan menjadi aksara Da. Begitu juga ketika Ca dihilangkan simpulnya bisa menjadi Wa dan Ca bisa berubah menjadi Dha dengan mengilangkan simpul di bawah lalu menggantinya dengan gerigi di bagian tengah.
Penemu metode Cara Ngapak ini menegaskan metode itu terbukti efektif dengan cepat pelajar di beberapa sekolah yang menerapkan dapat membaca aksara Jawa. Metode ini sudah teruji serta memperoleh penghargaan terbaik pada ajang olimpade siswa tingkat nasional. Menurutnya seseorang yang mahir baca tulis aksara Jawa dengan sendirinya akan mudah membaca maupun memahami naskah kuno yang ditulis dengan aksara Kawi.
BACA JUGA : Unggahan Medsos Bakal Bisa Pakai Aksara Jawa
“Hanya dengan mengingat lima aksara Jawa ini, maka bisa mengingat semuanya [20 aksara Jawa], prinsipnya tidak dihafal tetapi dipahami metodenya,” katanya.
Anggota Komisi D DPRD DIY Syukron Arif Muttaqin mengapresiasi metode tersebut. Harapannya dapat memudahkan pelajar dan masyarakat dalam membaca aksara Jawa. Saat ini DIY sudah memiliki Perda Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa. Oleh karena itu ke depan Bahasa dan aksara Jawa akan memiliki peran penting di berbagai institusi pemerintahan dan masyarakat.
“Harapan kami bisa diterapkan bahwa Bahasa dan aksara Jaw aini menjadi syarat seperti ketika pejabat akan naik pangkat dan sejenisnya, karena ini sejalan dengan keistimewaan DIY,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Barcelona hanya butuh satu poin saat menjamu Real Madrid di El Clasico untuk memastikan gelar juara Liga Spanyol 2025-2026.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Kemenkes mengingatkan cara aman menyimpan dan mengolah daging kurban agar terhindar dari bakteri dan penyakit zoonosis saat Iduladha.
Puluhan warga Garongan datangi Kantor Bupati Kulonprogo dan mendesak Lurah Garongan dinonaktifkan terkait dugaan pungli.
Kemenkes menyiapkan tiga langkah untuk memperkuat peran bidan dalam menangani kesehatan mental ibu hamil dan ibu menyusui.