Advertisement
Tim PkM-KKN UNY Gelar Sarasehan Rawat Bumi di Pulesari Turi Wonokerto Sleman
Kegiatan sarasehana di Desa Wisata Pulesari. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Tim PkM-KKN UNY melaksanakan sarasehan bertajuk Rawat Bumi Dusun Pulesari pada Selasa, (12/9/2023) lalu.
Sarasehan tersebut merupakan rangkaian Upacara Adat Pager Bumi di Desa Wisata Pulesari, Turi, Wonokerto, Sleman diselenggarakan sejak 11–16 September lalu. Tim itu terdiri atas Aris Martiana (Ketua), Nursida Arif (Anggota), Puji Wulandari (Anggota), Irfan Hermawan (enumerator).
Advertisement
Pemateri Sarasehan Edi Widodo mengatakan merawat bumi melalui kegiatan sosial budaya secara berkelanjutan dengan audiensnya adalah warga dusun wisata Pulesari sangat antusias dari awal hingga akhir kegiatan.
Dalam paparan materinya Edi menekankan pelestarian lingkungan dengan didukung nilai-nilai sosial dan budaya lokal sehingga dapat mewujudkan ekosistem berkelanjutan.
"Karena kesuksesan atau optimalnya upaya kelestarian itu jika dilakukan kemudian menjadi kebiasaan masyarakat, sedangkan yang sudah biasa dilakukan di masyarakat yaitu nilai-nilai sosial dan budaya lokal maka dengan nilai-nilai sosial dan budaya lokal, diharapkan kelestarian lingkungan terjaga secara berkelanjutan," kata Edi dalam rilisnya, Selasa (19/9/2023).
Sedangkan Aris menyampaikan kegiatan tersebut merupakan kegiatan awal yang akan dilanjutkan dengan pelestarian lingkungan yang dibersamai mahasiswa KKN UNY tahun 2023 dan pelatihan mitigasi bencana di Desa Wisata Pulesari. Pelestarian lingkungan menjadi bagian dari mitigasi bencana berbasis masyarakat sangat penting sehingga perlu didukung oleh berbagai pihak.
"Kegiatan ini juga menjadi cikal bakal kerjasama dalam pengabdian dan penelitian UNY dan Dusun Pulesari," katanya.
Diskusi aktif bersama warga setempat, pengelola, pemuda dan pamong Dukuh ditutup dengan penyerahan bibit pohon beringin secara simbolis dari Ketua Tim PkM-KKN UNY, Aris Martiana, yang diterima oleh Dukuh Pulesari, Dhono Setiawan.
Ketua Desa Wisata, Didik Irwanto, menyatakan pohon beringin sebagai tanaman untuk menjaga mata air di lingkungan desa yang memiliki banyak manfaatnya. "Dengan tipologi bencana desa rentan akan tanah longsor dan gunung meletus sangat penting melakukan pelestarian lingkungan alam sebagai mitigasi bencana," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen, Sleman Pastikan Aman dari PHK
- Dukuh Gugat ke PTUN Seusai Dicopot, Warga Seloharjo Bela Lurah
- DPRD Kulonprogo Dorong Audit Total PT SAK oleh BPKP
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Rabu 8 April 2026 Naik dari Tugu
- Cuaca Tak Menentu di Jogja, Warga Diminta Waspada Pohon Tumbang
Advertisement
Advertisement








