EHEF 2026 Kembali ke Yogyakarta, Buka Peluang Generasi Muda Kuliah di Eropa
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Wulan Dari, Dosen UWM Jogja.ist
JOGJA—Kurangnya jumlah perempuan yang menjadi peneliti atau dosen peneliti disebabkan salah satunya oleh menurunnya jumlah perempuan yang melanjutkan pendidikan formal.
Wulan Dari, seorang peneliti yang mewakili dosen Indonesia dalam studi riset di Jerman, mengungkapkan situasi serupa yang dialami oleh peneliti muda lainnya. Wulan bekerja sebagai dosen dan peneliti di Universitas Widya Mataram di Indonesia, sementara suaminya juga menjadi dosen di Universitas Mahakarya Asia dan praktisi profesional sebagai konsultan arsitektur.
Di Jerman, Wulan melakukan penelitian di Ruprecht-Karls-Universität Heidelberg, bekerja sama dengan universitas di Munich dan Sheffield.
Proporsi perempuan yang melanjutkan studi ke tingkat S2, S3, atau post-doktoral memang lebih sedikit dibandingkan dengan laki-laki. Namun, pengalamannya selama menerima Penghargaan Talented and High Performance dari Kementerian Pendidikan dan Riset Jerman, saat berinteraksi dengan akademisi Jerman, telah mengubah pandangannya.
BACA JUGA: Disdik Sleman Optimalkan Pencegahan Perudungan di Sekolah
Perempuan harus yakin bahwa mereka mampu menjalankan semua peran ini, termasuk ketika harus berhenti sejenak untuk melahirkan atau merawat anak yang sakit. Dukungan dari keluarga dan pasangan menjadi faktor penentu dalam menjalani peran ganda ini.
Tantangan kesetaraan perempuan sebenarnya lebih banyak bersumber dari perempuan itu sendiri. Kehadiran perdebatan tentang keadilan domestik seharusnya tidak lagi menjadi hal biasa. Ketika kedua pasangan berkarir, tanggung jawab dalam urusan domestik haruslah bersama.
Selain itu, institusi pendidikan juga harus mempertimbangkan persyaratan usia agar tidak menghambat karir perempuan sebagai peneliti atau dosen yang melanjutkan studi. Dunia akademis juga harus memberikan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi terhadap perempuan, sehingga perempuan tidak harus menghabiskan energi berjuang untuk membuktikan diri.
Mengapa memilih di Jerman? Salah satu pertimbangan adalah kemudahan bagi keluarga, di mana anak-anak dapat menikmati lingkungan hijau, budaya suportif, teman-teman multikultural, dan langit biru tanpa polusi. Jerman juga memberikan tunjangan anak yang membantu keluarga mengatasi biaya pendidikan anak-anak.
Perbedaan karir peneliti di Indonesia dan di luar negeri mencakup fleksibilitas dalam pendidikan tinggi di luar negeri, di mana seseorang dapat mengambil berbagai jurusan yang berbeda dan tetap meraih kesuksesan akademis. Universitas di luar negeri mendorong pendekatan interdisipliner dan multidisipliner yang mendukung perkembangan berbagai bidang ilmu.
Untuk dirinya pribadi, ijazah internasionalnya memiliki nilai penting bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk berkontribusi lebih luas dan jangka panjang ketika kembali ke Indonesia, dengan tujuan memperluas jaringan dan mempererat kerja sama antara universitas di Indonesia dan Jerman dalam pengajaran dan penelitian. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Demo di Prancis menuntut kenaikan upah dan menolak biaya hidup tinggi. Sebanyak 448 orang ditangkap dan 53 polisi terluka.
Rakernas SPS 2026 menghasilkan enam rekomendasi strategis, termasuk penetapan Lampung sebagai tuan rumah Kongres SPS pada Juni 2027.
BPS DIY mencatat pekerja informal mencapai 55,14% pada Agustus 2026, naik 1,17 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Kozo Tashima resmi maju sebagai calon Presiden FIFA 2027. Didukung JFA, ia mengusung integritas dan harus memenuhi syarat nominasi.
Taj Yasin menyampaikan apresiasi kepada Stikom Semarang yang turut memberikan kesempatan kepada mahasiswa asal Jawa Tengah untuk menempuh pendidikan tinggi.