Advertisement

Libatkan Orangtua, Siswa SD di Banguntapan Belajar Memilah dan Mengolah Sampah

Sunartono
Jum'at, 24 November 2023 - 23:47 WIB
Sunartono
Libatkan Orangtua, Siswa SD di Banguntapan Belajar Memilah dan Mengolah Sampah Siswa SDK Sorowajan, Banguntapan Bantul saat belajar mengolah sampah dengan membuat karya dari barang bekas, Jumat (24/11/2023). - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Sekolah turut merespons situasi sampah di DIY yang masih menjadi persoalan. SD Kanisius (SDK) Sorowajan, Banguntapan Bantul menggelar Parents Participation bertajuk Sayangi Bumi Kelola Sampah dengan Bijak, Jumat (24/11/2023). Kegiatan ini untuk mengedukasi siswa sekaligus orangtua agar termotivasi dalam mengelola sampah.

Kepala SDK Sorowajan Bantul Anna Maria Wahyuni mengatakan Parents Participation merupakan kegiatan memberi kesempatan orangtua untuk ikut berkontribusi dalam proses pembelajaran dalam kelas. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Hari PGRI ke-78 yang jatuh pada 25 November 2023.

Advertisement

Kegiatan itu sengaja mengangkat tentang sampah karena masih menjadi persoalan hanya di DIY. Oleh karena itu materi yang disuguhkan kepada orangtua dan siswa terkait mengolah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomi. Dalam kegiatan itu ada pemutaran video edukasi tentang pengelolaan sampah, permainan memanfaatkan barang bekas dan kegiatan prakarya siswa dari barang bekas untuk dijadikan produk bernilai.

BACA JUGA : Sekda DIY: Dokumen IPL Tol Jogja-YIA di Kulonprogo Ditargetkan Rampung Bulan Ini

“Harapannya anak-anak nanti akan terbiasa untuk memilah sampah di mana saja. Bisa sampah anorganik, organik, sampah kertas, plastik, dan botol yang harus bisa dipilah,” ujarnya.

Terkait pengelolaan sampah, di sekolahnya juga melakukan pemilahan, sehingga disediakan dua tempat pemilahan sampah salah satunya jenis botol plastik. Siswa dan orangtua diberikan pemahaman, selain bisa dijual, botol plastik tersebut juga dapat diolah menjadi prakarya.

"Kami sudah memberikan materi tentang pengelolaan sampah. Siswa mulai menerapkan, contohnya saja ketika makan permen, maka bungkus permen kecil itu akan dia bawa dulu. Nanti setelah menjumpai ada tempat sampah,” katanya.

Siswa Kelas 3B Ezequiel Nevan A.K merasa senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Apalagi orangtua iku secara langsung mengajari pembuatan prakarya."Karena biasanya guru yang mengajar di kelas. Tapi kali ini diganti orangtua yang ngajar langsung,"katanya.

Salah satu perwakilan orangtua siswa, Venny Yurico mengakui memang tidak mudah untuk membuat karya kreatif dari sampah bekas. Ia pun sempat kesulitan karena tidak biasa mengajar siswa di kelas dan saat itu ia harus membimbing anak dalam kelas. Oleh karena itu ia mengapresiasi guru yang mampu menciptakan berbagai proses pembelajaran kreatif.

BACA JUGA : Sebentar Lagi Dibuka, Progres Pembangunan TPST Piyungan Transisi 2 Capai 92 Persen

"Ternyata jadi guru itu tidak mudah, saya merasakan mengajar langsung sulit dan capek. Apalagi anak-anak sekarang ini aktif dan kreatif. Susah juga ya mengajar anak di kelas. Maka saya mengapresiasi guru," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

5 Pebalap Astra Honda Siap Dominasi Kejurnas Superport 600 di Mandalika

News
| Senin, 04 Maret 2024, 09:37 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement