Warga Sleman Rasakan Manfaat JKN PBI JK, Layanan Kesehatan Tanpa Diskriminasi
Keberadaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) terus dirasakan manfaatnya
Wisuda yang digelar di Universitas Tidar Magelang di Gedung dr. H. R Suparsono, Kampus Tuguran Universitas Tidar, Minggu (26/11)./ Istimewa
MAGELANG—Universitas Tidar Magelang menggelar wisuda ke-65 di Gedung dr. H. R Suparsono, Kampus Tuguran Universitas Tidar, Minggu (26/11). Pada wisuda kali ini, Untidar meluluskan 905 wisudawan. Jumlah ini merupakan jumlah wisudawan terbanyak.
Demi tertib dan lancarnya acara, Panitia memutuskan menyelenggarakan kegiatan wisuda dalam dua hari. Sesi 1 dilaksanakan Sabtu (25/11) untuk pewisudaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Ekonomi (FE) dengan total 474 wisudawan. Sedangkan Sesi 2 dilaksanakan Minggu (26/11) untuk pewisudaan Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) dengan total 431 wisudawan.
Pada wisuda kali ini, sebanyak 33,7% atau sejumlah 305 wisudawan lulus dengan Predikat Pujian atau Cumlaude. Dari total 905 wisudawan, 254 wisudawan merupakan wisudawan berprestasi, baik prestasi di tingkat Nasional hingga tingkat Internasional.
Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menjelaskan jumlah lulusan terus meningkat tiap tahunnya. Tidak hanya perihal kuantitas namun, harapannya kualitas dari lulusan pun meningkat.
“Total alumni saat ini berjumlah 19.972 sebagian telah menjadi pejabat di beberapa daerah dan pengusaha sukses. Bagi alumni Untidar yang ingin lanjut studi, Ganidar siap mendampingi,” ujarnya saat memberikan Sambutan pada Wisuda Untidar ke-65 sesi 2, Minggu (26/11).
Melalui komunitas awardee LPDP-Alumni Untidar yang dikelola oleh Ali Yasfi, Rektor berharap semakin banyak jumlah alumni Untidar yang bisa memperoleh beasiswa pendidikan untuk melanjutkan studi baik di dalam maupun luar negeri.
BACA JUGA: Kunjungi Malaysia, Untidar Gagas Kolaborasi Strategis
Ali Yasfi alumni dari Prodi Teknik Sipil yang telah berhasil meraih beasiswa LPDP di Monas University, Australia. Komunitas yang sedang dirintisnya ini bertujuan mendampingi alumni Untidar untuk mendapatkan beasiswa untuk studi lanjut. Komunitas ini nantinya dikelola di bawah naungan Keluarga Alumni Universitas Tidar (Ganidar).
“Informasi yang saya dapat, saat ini sudah ada 17 alumni yang mendapatkan beasiswa LPDP Tahun 2022-2023 baik di dalam dan luar negeri, semoga dengan adanya komunitas ini akan terus bertambah jumlahnya,” ujarnya.
Prof. Sugiyarto mengajak alumni tidak perlu “minder” dengan IPKnya untuk bisa mendapatkan beasiswa. Contohnya Ali Yasfi, Ketua BEM KM Tahun 2021 ini lulus dengan IPK 3.03 dan ternyata pengalaman organisasinya menjadi nilai tambah yang akhirnya bisa meloloskannya untuk mendapatkan beasiswa LPDP.
Shanisa Berliana Indah Sari, wisudawan dari prodi Hukum, Fisipol Untidar didaulat menyampaikan sambutan wisudawan terbaik pada pelaksanaan Wisuda Untidar sesi 2. Kelahiran Jakarta, 28 Januari 2001 ini memperoleh IPK 3.91 dan menjadi wisudawan dengan perolehan IPK tertinggi pada wisuda sesi kedua ini.
Ia menyampaikan pesan pelajaran yang kamu peroleh di Untidar adalah belajar cara menjawab panggilan hati itu. “Kita tidak menerima gelar hanya dengan berdiam di zona nyaman. Lihatlah ke belakang, ke perjalanan yang membawamu ke sini dan jadilah bangga karenanya.” (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keberadaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) terus dirasakan manfaatnya
Napoli gagal mempertahankan keunggulan atas Fiorentina dan harus puas bermain 1-1 pada pekan kelima Liga Italia 2026/27.
PSEL Bogor Raya menargetkan listrik 20 MW–30 MW dari 1.500 ton sampah per hari, sekaligus menangani timbunan lama TPAS Galuga.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.