John Herdman Ingin Putus Rekor Buruk Timnas Indonesia vs Thailand
John Herdman ingin memutus rekor buruk Timnas Indonesia atas Thailand sekaligus membawa Garuda juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Perguruan Tinggi - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Ketua Komisi X Dede Yusuf menyinggung persoalan biaya pendidikan kedokteran di Indonesia yang bernilai mahal, bahkan setara dengan harga mobil Toyota Alphard.
"Saya sudah dapat data, masyaallah itu biaya institusinya bisa beli Alphard satu hanya untuk membayar biaya gedung, belum UKT-nya mungkin ratusan juta," kata Dede saat memberikan pengantar dalam Rapat Dengan Pendapat Panitia Kerja (Panja) Pembiayaan Pendidikan bersama Kemendikbudristek dan Kemendagri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/6/2024).
Hal tersebut, kata Dede, menjadi persoalan yang bernilai penting untuk diselesaikan karena Indonesia membutuhkan dokter. "Menteri Kesehatan selalu mengatakan kita kekurangan dokter, ini kita dilematis," kata dia.
Persoalan biaya pendidikan yang mahal merupakan salah satu masalah yang tak kunjung selesai. Masyarakat mulai mempertanyakan terkait amanat pemerintah agar 20 persen anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk sektor pendidikan telah dijalankan dengan baik atau belum.
"Masalah pembiayaan pendidikan ini masih belum tuntas. Masyarakat bertanya apakah 20 persen tadi sebetulnya di kemanakan ke mana saja dan digunakan untuk apa saja," ujar Dede.
Oleh karena itu, baik terkait pendidikan umum maupun kedokteran, Dede meminta kepada Kemendikbudristek agar kembali membedah prioritas anggaran sehingga biaya pendidikan tinggi tidak membebani peserta didik dan orang tuanya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin telah mengatakan terdapat tiga masalah dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Indonesia yaitu jumlah, distribusi, serta kualitas. "Rata-rata dunia, jumlah dokter per populasi 1,76 per seribu. Negara maju yang kita inginkan, ya itu di atas dua lah. Dua per seribu, tiga per seribu, ada yang empat per seribu," ujar Menkes Budi.
"Rata-rata dunia, jumlah dokter per populasi 1,76 per seribu. Negara maju yang kita inginkan, ya itu di atas dua lah. Dua per seribu, tiga per seribu, ada yang empat per seribu," ujar Menkes Budi Gunadi dalam acara Forum Komunikasi Tenaga Kesehatan di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan di negara yang hampir miskin atau upper middle income country, jumlah dokter per populasi adalah satu banding seribu. Dengan demikian, ujarnya, rasio dokter di Indonesia perlu naik 0,5 persen untuk memenuhi angka tersebut.
BACA JUGA : Cek Biaya Kuliah Kampus Swasta dan Negeri di Jogja
Apabila populasi sebesar 280 juta, ujarnya, maka dibutuhkan 140 ribu dokter lagi dan jika setahun produksi dokter adalah 12 ribu, maka butuh 10 tahun untuk mencapai rasio itu. Selain itu Menkes menyebutkan sekitar 500 puskesmas di Indonesia tidak ada dokter. Kenyataan bahwa seorang dokter dapat bekerja di tiga tempat sekaligus menunjukkan bahwa tenaga kesehatan masih kurang. Indonesia masih kekurangan sekitar 29.000 dokter spesialis. Selain kekurangan tersebut, distribusi juga sulit, karena semua terpusat di Pulau Jawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
John Herdman ingin memutus rekor buruk Timnas Indonesia atas Thailand sekaligus membawa Garuda juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Zinedine Zidane membela Cristiano Ronaldo yang disorot usai meninggalkan timnas Portugal dan mengenang kesuksesan mereka di Real Madrid.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini 5 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34 derajat Celsius di Kota Jogja.
PT Pos Sungguminasa mengakui salah kirim surat MA untuk Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang hingga tak diterima sebelum putusan.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
PAD Gunungkidul dalam APBD Perubahan 2026 naik Rp25,57 miliar menjadi Rp385,966 miliar di tengah pengurangan transfer pusat.