Advertisement
Mahasiswa dari 5 Negara Belajar Warisan Arsitektur YB Mangunwijaya
Sebanyak 50 mahasiswa dari lima negara secara khusus belajar dari sosok arsitek YB Mangunwijaya. Kegiatan bertajuk Belajar dari Mangunwijaya itu secara resmi dimulai pada Minggu (21/7/2024). - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 50 mahasiswa asing dari lima negara secara khusus belajar dari sosok arsitek YB Mangunwijaya. Kegiatan bertajuk Belajar dari Mangunwijaya itu secara resmi dimulai pada Minggu (21/7/2024) di Kampus Universitas Islam Indonesia (UII).
Ketua Jurusan Arsitektur UII Profesor Noor Idham Cholid menjelaskan para mahasiswa itu berasal dari lima negara yaitu India, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. Selain itu melibatkan kurator dari Jerman dan Indonesia untuk menyeleksi karya yang akan dipamerkan pada 31 Juli 2024 mendatang di Langgeng Art Foundation.
Advertisement
BACA JUGA : LPS Gelar Sayembara Desain Arsitektur Gedung Kantor Pusat di IKN
"Fokus utamanya menggali warisan arsitektur YB Mangunwijaya. Beliau seorang Romo Katolik, penulis, aktivis politik dan arsitek terkenal yang telah memberikan kontribusi besar bagi arsitektur modern di Indonesia. Ini sangat menarik," katanya.
Idham mengungkap ada sejumlah alasan penting dalam mengangkat sosok YB Mangunwijaya dan disuguhkan kepada mahasiswa asing. Salah satunya, dalam praktik arsitektur, Mangunwijaya menerapkan prinsip universal modernisme menjadi ekspresi asli dan lokal. Selain itu, sosok tersebut menjadi pelopor arsitektur kolaboratif dan berkelanjutan dalam merespons kebutuhan lingkungan lokal.
Selain itu, karya arsitektur Mangunwijaya sangat dipengaruhi oleh studinya di Aachen University, Jerman, pada tahun 1960-an. Mangunwijaya setidaknya telah merancang sekitar 80 bangunan, proyek perkotaan antara tahun 1967 dan 1998.
"Etos ini tetap relevan hingga saat ini dan mencerminkan pendekatan sosial Mangunwijaya yang tak terpisahkan dari komitmennya terhadap kebaikan sesama. Para mahasiswa akan melihat dampak dari ide-ide Mangunwijaya pada generasi arsitek Indonesia saat ini dan relevansinya dengan perkembangan kontemporer," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Buka Puasa Jogja Hari Ini 15 Maret 2026
- Panjang Jalan Kabupaten Sleman 733,67 Km, 68 Persen Kondisi Baik
- Kulonprogo Terima DAK Rp3 Miliar untuk Operasional Program KB
- Berkat 12 Kali Operasi Pasar Murah, Harga Pangan di Kulonprogo Stabil
- Razia Miras Bantul Jelang Lebaran, Polisi Sita Ratusan Botol
Advertisement
Advertisement









