Advertisement
Pengabdian UNY Ungkap Tantangan Gender di Puskesmas
Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim Dr. Wuri Handayani, M.Si, beserta tim dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berlangsung sejak Maret hingga November 2025, mengungkap realitas ganda yang dihadapi perempuan karir di kantor layanan kesehatan, khususnya di Puskesmas Gondokusuman I Yogyakarta. / ist
Advertisement
JOGJA—Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim Dr. Wuri Handayani, M.Si, beserta tim dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berlangsung sejak Maret hingga November 2025, mengungkap realitas ganda yang dihadapi perempuan karir di kantor layanan kesehatan, khususnya di Puskesmas Gondokusuman I Yogyakarta.
Mayoritas tenaga kesehatan di institusi tersebut adalah perempuan. Mereka masih berhadapan dengan beban kerja ganda serta nilai kepemimpinan yang berorientasi maskulin. Pengamatan pengabdian dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) ini menunjukkan bahwa perempuan bekerja pada ruang profesional dan di ranah domestik.
Advertisement
“Pagi menyiapkan anak dan suami, malam tetap harus mendampingi anak belajar,” ujar salah satu peserta saat sesi Focus Group Discussion (FGD). Kondisi ini menggambarkan fenomena second shift, di mana perempuan memikul beban fisik, mental, dan emosional sekaligus.
Selain itu, standar kepemimpinan di tempat kerja masih diukur dengan nilai-nilai maskulin seperti ketegasan dan keberanian mengambil keputusan. “Wanita lebih hati-hati, lebih menggunakan perasaan. Laki-laki lebih berani ambil keputusan,” ungkap dr. Fransisca Bambang, selaku Kepala Puskesmas, menunjukkan masih kuatnya stereotip gender dalam organisasi.
BACA JUGA
Namun, para perempuan tidak tinggal diam. Mereka melakukan negosiasi simbolik dengan pasangan, membangun komunikasi, dan mendorong pembagian peran yang lebih setara di rumah. Kesadaran kritis ini menjadi modal penting menuju perubahan sosial yang lebih adil dan inklusif.
Pengabdian ini menegaskan bahwa kesetaraan gender tidak cukup diukur dari jumlah perempuan di tempat kerja, tetapi dari bagaimana nilai, peran, dan kepemimpinan diakui secara setara, baik di rumah maupun di kantor. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dampak MBG Akan Dibaca dari Pertumbuhan Otak dan Fisik Anak
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Kamera Trap BKSDA Tak Temukan Macan di Semanu Gunungkidul
- Dinsos Bantul Biayai Rehabilitasi Korban NAPZA
- Motor Tabrakan dengan Truk di Gamping Sleman, Satu Pengendara MD
- Gunungkidul Gencarkan Vaksinasi Ternak Cegah PMK dan Penyakit Menular
- PGRI Sleman Dukung Insentif Rp400 Ribu per Bulan untuk Guru Honorer
Advertisement
Advertisement



