Advertisement
UPN Veteran Yogyakarta Luluskan 340 Wisudawan Periode III
Suasana UPN Veteran Yogyakarta menggelar upacara Wisuda Program Diploma III, Sarjana, Magister & Doktor Periode III Tahun Ajaran 2025/2026 pada Sabtu (24/1/2026). Pada kesempatan ini turut ditandatangani MoU dan PKS anyara UPNVY dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). - Harian Jogja // Catur Dwi JanatiÂ
Advertisement
JOGJA—UPN Veteran Yogyakarta kembali meluluskan ratusan mahasiswa pada Wisuda Program Diploma III, Sarjana, Magister, dan Doktor Periode III Tahun Ajaran 2025/2026, dengan penekanan pada penguatan literasi digital, daya adaptasi lulusan, dan internalisasi nilai Bela Negara sebagai bekal menghadapi dinamika dunia kerja.
Upacara wisuda yang digelar di Sleman tersebut dihadiri Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, sekaligus menjadi momentum refleksi institusi terhadap capaian akademik, pengembangan kapasitas kampus, serta tantangan global yang dihadapi para lulusan seusai menyelesaikan studi.
Advertisement
Rektor UPN Veteran Yogyakarta Prof. Muh. Irhas Effendi dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Pada periode ini, UPN Veteran Yogyakarta meluluskan sebanyak 340 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan.
Rinciannya, lulusan tersebut terdiri atas 2 wisudawan program doktor, 45 wisudawan program magister, dan 293 wisudawan program sarjana yang berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UPN Veteran Yogyakarta.
BACA JUGA
“Sebaran wisudawan menurut fakultas, Fakultas Teknologi Mineral dan Energi sebanyak 92 wisudawan, Fakultas Teknik Industri 66 wisudawan, Fakultas Pertanian 83 wisudawan, Fakultas Ekonomika dan Bisnis 39 wisudawan, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 60 wisudawan,” terang Irhas, Sabtu (24/1/2026).
Irhas juga memaparkan capaian akademik lulusan pada periode wisuda kali ini. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi untuk program doktor mencapai 3,89, program magister 4,00, dan program sarjana 3,99. Sementara itu, masa studi tercepat tercatat masing-masing 5 tahun 10 bulan untuk program doktor, 1 tahun 10 bulan untuk program magister, dan 4 tahun untuk program sarjana.
Selain itu, predikat kelulusan juga menunjukkan capaian yang beragam. Sebanyak 46 wisudawan meraih predikat cumlaude atau lulus dengan pujian, 7 wisudawan berpredikat Sangat Memuaskan, dan 287 wisudawan berpredikat Memuaskan.
Sejalan dengan peningkatan jumlah lulusan, Irhas menjelaskan daya tampung mahasiswa baru UPN Veteran Yogyakarta terus ditingkatkan sejak perguruan tinggi tersebut berstatus Badan Layanan Umum (BLU).
“Sejalan dengan meningkatnya jumlah lulusan, sejak UPN Veteran Yogyakarta ditetapkan menjadi Badan Layanan Umum atau BLU, daya tampung diupayakan untuk terus meningkat,” kata Irhas.
Ia merinci, pada tahun 2022 daya tampung mahasiswa baru mencapai 4.883 orang. Jumlah tersebut meningkat menjadi 5.673 mahasiswa baru pada 2023, kemudian 5.927 mahasiswa baru pada 2024, dan 6.036 mahasiswa baru pada 2025. Untuk tahun 2026, daya tampung ditetapkan sama dengan tahun sebelumnya, yakni 6.036 mahasiswa baru.
Untuk mengimbangi peningkatan daya tampung sekaligus meningkatkan kualitas layanan akademik, pembangunan infrastruktur kampus terus dilakukan. Pembangunan meliputi fasilitas ruang kuliah, laboratorium, area parkir, dan sarana pendukung lainnya.
Irhas mengungkapkan pada tahun 2023 UPN Veteran Yogyakarta telah menyelesaikan pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu setinggi enam lantai. Selanjutnya pada tahun 2024, seluruh gedung kampus yang memiliki ketinggian lebih dari tiga lantai telah dilengkapi dengan fasilitas lift.
Pada 2025, satu unit gedung kuliah enam lantai serta dua unit gedung parkir enam lantai juga telah rampung dibangun. Sementara itu, pada 14 Januari 2026 UPN Veteran Yogyakarta memulai pembangunan gedung Fakultas Teknik Industri setinggi enam lantai di Kampus 1 Babarsari, yang akan disusul pembangunan Gedung Kuliah Bersama atau Pascasarjana setinggi 10 lantai.
Dalam pesannya kepada para wisudawan, Irhas menekankan pesatnya perubahan dunia kerja yang menuntut kemampuan adaptif dan fleksibel. Menurutnya, karakter tersebut menjadi kunci agar lulusan mampu bertahan dan berkembang di tengah kompetisi yang semakin ketat.
Irhas juga menyoroti kecenderungan dunia kerja yang semakin digital. Oleh karena itu, ia berharap lulusan UPN Veteran Yogyakarta memiliki penguasaan literasi digital yang memadai.
“Oleh sebab itu, perlu penguasaan literasi digital baik itu digital skills, digital culture, digital ethics dan digital safety,” tegasnya.
Selain literasi digital, Irhas mengingatkan pentingnya keterampilan komunikasi, kolaborasi, berpikir kreatif, dan berpikir kritis. Ia menambahkan, kemampuan bekerja sama dan membangun jejaring justru menjadi faktor yang semakin menentukan dalam mencapai tujuan bersama di dunia profesional.
“Sebagai alumni yang lahir dari kampus Bela Negara, saudara tidak hanya dituntut unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga harus membawa nilai-nilai Bela Negara dalam dunia nyata maupun dalam kehidupan sehari-hari di mana pun saudara berada,” tukasnya.
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla yang hadir pada wisuda tersebut turut menyoroti perubahan global yang berdampak langsung pada lapangan pekerjaan. Menurutnya, dinamika tersebut menuntut sumber daya manusia untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri.
Ia mencontohkan perkembangan teknologi ponsel, di mana perangkat yang baru diluncurkan akan cepat tertinggal jika tidak mengikuti pembaruan teknologi. Prinsip peningkatan atau upgrade tersebut, kata Dzulfikar, juga harus diterapkan oleh para lulusan.
“Maka mahasiswa yang hari ini diwisuda, harus mampu meng-upgrade diri terus-menerus. Jangan karena Anda sudah selesai S1 merasa puas. Jangan karena Anda sudah selesai S2 sudah merasa puas. Jangan karena sudah selesai S3 merasa sudah cukup dengan ilmu. Ingat, perubahan dunia ini begitu sangat cepat,” tegasnya.
Dzulfikar menambahkan, di pasar global sumber daya manusia Indonesia sebenarnya dipandang memiliki kualitas yang baik. Ia mencontohkan pekerja Indonesia di Jerman yang mendapatkan penilaian positif dari para pemberi kerja, meskipun masih menghadapi kendala pada aspek penguasaan bahasa.
“Kendalanya hanya satu, bahasa. Bahasa ini yang menjadi kendala utama kita. Contoh untuk masuk pasar kerja Jerman, persiapan bahasanya yang lumayan sangat, sangat berat. Satu tahun,” tuturnya.
Oleh karena itu, menurut Dzulfikar, lulusan dengan kemampuan akademik baik tetapi tidak didukung kompetensi bahasa berisiko tertinggal dalam persaingan global. Atas dasar itu, ia menyatakan dukungannya terhadap keberadaan Migrant Center di UPN Veteran Yogyakarta sebagai sarana peningkatan kesiapan lulusan memasuki pasar kerja internasional.
“Maka kehadiran Migrant Center ini kami menyambutnya dengan sangat luar biasa, sangat antusias,” tandasnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Cuaca Ekstrem Hambat Pencarian Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Tol Jogja-Solo Ruas Prambanan-Purwomartani Siap Layani Pemudik Lebaran
- Persipura Antisipasi Kekuatan Baru PSS Sleman di Pekan ke-17
- KPK Tekankan Bahaya Gratifikasi kepada Pejabat Sleman
- Petani Bambanglipuro Bantul Gropyokan Tikus Biang Kerok Gagal Panen
- Satpol PP Jogja Perketat Patroli Penginapan Diduga Tak Berizin
Advertisement
Advertisement



