Advertisement

Ratusan Peserta KKN UII Angkatan 72 Dibekali Jaminan Sosial

Abdul Hamied Razak
Minggu, 25 Januari 2026 - 08:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Ratusan Peserta KKN UII Angkatan 72 Dibekali Jaminan Sosial Rektor UII Prof. Fathul Wahid saat melepas peserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-72 semester genap tahun akademik 2025/2026, Jumat (23/1/2026). Ist - uiijogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Universitas Islam Indonesia (UII) kembali memberangkatkan ratusan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-72 semester genap tahun akademik 2025/2026 dengan dukungan perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya mitigasi risiko selama pengabdian masyarakat.

Sebanyak 723 mahasiswa diterjunkan ke dua wilayah, yakni Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan sebaran lokasi di Kabupaten Magelang untuk wilayah Jawa Tengah serta Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta di DIY.

Advertisement

Rektor UII Prof. Fathul Wahid ST, M.Sc, Ph.D menilai KKN sebagai wahana pembelajaran kontekstual yang mempertemukan mahasiswa dengan realitas sosial secara langsung.

“Ini kesempatan bagi mahasiswa untuk bersentuhan dengan masyarakat, bersosialisasi. Harapannya pengalaman ini mengasah sensitivitas sosial dan kemampuan merumuskan solusi yang bisa dieksekusi,” ujar Prof. Fathul.

Ia menyampaikan seluruh kelompok KKN dibentuk secara lintas disiplin ilmu agar mahasiswa terbiasa memadukan berbagai perspektif akademik dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.

Skema KKN UII

Program KKN UII dirancang berkesinambungan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya. Menurut Prof. Fathul, KKN Angkatan ke-71 sebelumnya berfokus pada pemetaan persoalan masyarakat, sementara Angkatan ke-72 mulai diarahkan pada perancangan solusi konkret.

“Tidak semua masalah bisa diselesaikan, tetapi dengan fokus yang jelas, masalah utama dapat terurai. Harapannya, apa yang dilakukan satu angkatan diteruskan oleh angkatan berikutnya,” jelasnya.

Angkatan selanjutnya direncanakan memasuki tahap penerapan teknologi tepat guna sebagai bentuk keberlanjutan program.

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian mahasiswa KKN UII adalah pengelolaan sampah, yang diselaraskan dengan prioritas program pemerintah daerah setempat.

Tiga Arahan Rektor 

Dalam pelepasan mahasiswa, Rektor UII turut menyampaikan tiga pesan penting sebagai bekal selama pelaksanaan KKN.

Pertama, mahasiswa diminta terus meningkatkan kualifikasi diri sebagai modal berkarya dan berwirausaha di masa depan.

Kedua, pentingnya kesadaran sosial dalam memahami regulasi, adat istiadat, kebiasaan, serta dinamika masyarakat setempat.

“Banyak persoalan muncul karena kurangnya kesadaran sosial. Bahkan keselamatan bisa terancam jika hal-hal seperti ini disepelekan,” tegasnya.

Ia menyinggung kejadian kecelakaan mahasiswa KKN sebelumnya di wilayah Magelang yang membutuhkan biaya perawatan hingga ratusan juta rupiah.

Ketiga, subyektivikasi pendidikan, yakni membangun kesadaran mahasiswa sebagai agen perubahan yang aktif dalam diskusi serta perumusan solusi bersama masyarakat.

“Satu bulan KKN bisa terasa singkat atau lama. Maka nikmati setiap momen KKN,” pesannya.

Pastikan Perlindungan 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta, Rudi Susanto, menjelaskan kerja sama ini bertujuan memberikan rasa aman bagi mahasiswa selama menjalankan kegiatan KKN.

“Mahasiswa KKN berkegiatan di banyak daerah dan bersosialisasi dengan masyarakat, sehingga ada risiko yang mungkin timbul, termasuk kecelakaan,” kata Rudi.

Perlindungan yang diberikan meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) serta Jaminan Kematian (JKM), termasuk risiko yang terjadi dalam perjalanan menuju dan dari lokasi KKN.

Kolaborasi antara UII dan BPJS Ketenagakerjaan telah berlangsung selama empat tahun, dengan pemberangkatan dua angkatan KKN setiap tahunnya.

Rudi juga mengungkapkan pengalaman nyata mahasiswa KKN Angkatan ke-71 yang mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju lokasi pengabdian.

Mahasiswa tersebut adalah Soqib Agung Almuna, mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomi UII asal Kendal, yang mengalami kecelakaan lalu lintas saat menuju lokasi KKN di Purworejo.

Soqib sempat dirawat di RS Merah Putih Magelang sebelum dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta akibat cedera serius yang dialaminya.

Ia menjalani dua kali operasi, yakni penanganan pendarahan di bagian belakang kepala serta rekonstruksi tulang wajah.

Seluruh biaya perawatan hingga kontrol lanjutan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan dan diproses secara daring oleh pihak rumah sakit.

“Pengurusannya mudah, cukup online dan langsung bisa digunakan oleh rumah sakit,” ujar pihak keluarga.

Setelah menjalani masa pemulihan, Soqib kini kembali mengikuti KKN Angkatan ke-72 untuk melanjutkan program yang sempat tertunda.

BPJS Tegaskan Klaim Gratis Tanpa Perantara

BPJS Ketenagakerjaan menegaskan seluruh proses klaim tidak dipungut biaya apa pun. Peserta maupun ahli waris tidak perlu menggunakan jasa calo.

“Semua layanan BPJS Ketenagakerjaan gratis. Kami mengimbau peserta agar tidak sekali-kali menggunakan calo atau pihak yang mengatasnamakan petugas BPJS Ketenagakerjaan dengan iming-iming mempercepat klaim,” tegas Rudi.

Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan praktik percaloan melalui kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagai bagian dari peningkatan layanan, BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong penggunaan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang memudahkan peserta mengakses berbagai layanan digital secara cepat dan transparan, mulai dari pengajuan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) secara daring, konfirmasi ulang Jaminan Pensiun Berkala, hingga akses informasi beasiswa bagi ahli waris sehingga perlindungan jaminan sosial dapat dirasakan maksimal oleh mahasiswa selama menjalankan KKN. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

BPKH Pastikan Pembiayaan Haji 2026 Aman Meski Rupiah Melemah

BPKH Pastikan Pembiayaan Haji 2026 Aman Meski Rupiah Melemah

News
| Minggu, 25 Januari 2026, 11:07 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement