Advertisement

MAN 2 Yogyakarta Raih Perunggu Geolympiad Internasional 2026

Media Digital
Senin, 26 Januari 2026 - 17:17 WIB
Maya Herawati
MAN 2 Yogyakarta Raih Perunggu Geolympiad Internasional 2026 Prestasi pendidikan madrasah kembali mengemuka seusai tim MAN 2 Yogyakarta berhasil meraih medali perunggu pada OLGENAS International Geolympiad 2026, ajang kompetisi geografi internasional yang digelar Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. Capaian tersebut diraih oleh tim MAN 2 Yogyakarta yang diperkuat Muhammad Newton Alfa Nabil dan Raisa Ammara Waranggani dengan pendampingan guru Enno Retno Wulandari, S.Si. / ist

Advertisement

JOGJA—Prestasi pendidikan madrasah kembali mengemuka seusai tim MAN 2 Yogyakarta berhasil meraih medali perunggu pada OLGENAS International Geolympiad 2026, ajang kompetisi geografi internasional yang digelar Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.

Capaian tersebut diraih oleh tim MAN 2 Yogyakarta yang diperkuat Muhammad Newton Alfa Nabil dan Raisa Ammara Waranggani dengan pendampingan guru Enno Retno Wulandari, S.Si. Keikutsertaan ini sekaligus menandai partisipasi perdana MAN 2 Yogyakarta dalam kompetisi geolimpiade tingkat internasional.

Advertisement

OLGENAS International Geolympiad 2026 berlangsung selama lima hari, pada 19–23 Januari 2026, bertempat di Auditorium RAPI Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta. Kegiatan diselenggarakan secara luring dan disiarkan melalui kanal YouTube All Genius, dengan total peserta sebanyak 130 tim yang terdiri atas 129 tim nasional dan satu tim internasional dari mancanegara.

Ajang ini dirancang untuk menguji kompetensi geografi secara komprehensif. Staf Divisi Acara/Subdivisi Kreatif OLGENAS, Muhammad Febyan Rico Saputra, menjelaskan rangkaian kegiatan meliputi Outdoor Learning, Geo Talk dengan pembicara nasional dan internasional, serta berbagai perlombaan akademik bagi pelajar tingkat SMP dan SMA. 

Perlombaan inti digelar selama dua hari, yakni 21–22 Januari 2026, dengan sistem penilaian multidimensional yang menitikberatkan pada kemampuan kognitif, analisis, serta keterampilan lapangan.

Pada hari pertama, peserta mengikuti written test, multimedia test, dan laboratory test yang menuntut ketajaman berpikir, analisis data, serta pemahaman konsep-konsep geografi.

Memasuki hari kedua, kompetisi dilanjutkan dengan outdoor learning berupa field work and observation test, map and proposal planning, serta Geography Challenge Competition (GCC) yang menguji kemampuan observasi lapangan, kerja tim, komunikasi, dan pemecahan masalah secara terpadu.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengenalan Fakultas Geografi UGM, pameran (expo), serta acara puncak awarding pada 23 Januari 2026.

Guru pendamping, Enno Retno Wulandari, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan persiapan matang melalui pembimbingan internal terintegrasi yang dikoordinir staf kurikulum Nur Khasanah, S.Pd. Menurutnya, International Geolympiad menuntut penguasaan keterampilan menyeluruh, mulai dari aspek kognitif, analisis logika dan intuisi, hingga komunikasi serta kerja sama tim.

“Persiapan tidak dilakukan secara instan, tetapi melalui keikutsertaan dalam berbagai kompetisi sebelumnya sebagai bekal menuju ajang ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan meraih medali perunggu menjadi bukti bahwa peserta didik madrasah mampu bersaing secara kompetitif di tingkat internasional. “Alhamdulillah, berkat kerja keras, semangat pantang menyerah, serta dukungan dari berbagai pihak, tim MAN 2 Yogyakarta berhasil meraih medali perunggu. Semoga pada tahun-tahun mendatang semakin banyak peserta didik yang berpartisipasi dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” tuturnya.

Kepala MAN 2 Yogyakarta Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi yang diraih ananda MANDAYA pada Olimpiade Geografi tingkat internasional menjadi bukti bahwa ketekunan, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi akan selalu membuahkan hasil.

“Prestasi yang diraih ananda MANDAYA pada Olimpiade Geografi tingkat internasional ini juga dinilai sebagai bukti bahwa ketekunan, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi akan selalu membuahkan hasil. Capaian tersebut menunjukkan bahwa siswa Madrasah Aliyah mampu berprestasi, berpikir kritis, serta bersaing secara intelektual dengan penuh percaya diri,” ujarnya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas diri peserta didik, memperdalam ilmu pengetahuan, serta menyiapkan masa depan yang lebih luas, baik di dunia akademik, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi integritas, kejujuran, dan akhlakul karimah.

Sementara itu, salah satu anggota tim, Muhammad Newton Alfa Nabil, merefleksikan bahwa kunci keberhasilan bukan semata kecerdasan atau bakat, melainkan konsistensi dalam proses belajar. Menurutnya, perjalanan menuntut ilmu ibarat lari maraton yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan daya juang. “Jika jatuh seratus kali, maka bangkitlah seratus satu kali,” ujarnya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gus Alex Irit Bicara Usai Diperiksa KPK dalam Kasus Kuota Haji

Gus Alex Irit Bicara Usai Diperiksa KPK dalam Kasus Kuota Haji

News
| Senin, 26 Januari 2026, 20:17 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement