Advertisement
Mahasiswa Punya Peluang Besar Kembangkan Ekspor-Impor dari dan ke Tiongkok

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Transaksi jual beli barang dari dan ke Tiongkok kian ramai. Di sisi lain, banyak mahasiswa asing yang ada di negara tersebut. Jika dikombinasikan, dua aspek ini memiliki peluang usaha yang menjanjikan baik sekarang maupun di masa depan.
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di Tiongkok pun mengangkat isu tersebut sebagai bagian dari Pengabdian Internasional di Nanjing, Jiangsu, Tiongkok dengan menggelar diskusi pada Jumat (15/9/2023). Dengan mengirimkan tiga dosennya, yakni Nunik Hariyanti, Andri Pranolo dan Agus Salim, sekitar 20 mahasiswa internasional di Tiongkok diundang dalam diskusi bertema Pendampingan Ekspor-Impor pada Mahasiswa Internasional di Tiongkok.
Advertisement
Koordinator penyelenggara, Nunik mengatakan kegiatan ini merupakan tahap kedua. Sebelumnya, pertemuan diselenggarakan secara daring. “Memang kami menyelenggarakan Pengabdian Internasional ini dalam dua tahap, yakni blended learning. Yang pertama dilakukan daring dan sekarang luring,” tuturnya.
Asal mahasiswa dalam kegiatan ini, kata dia, beragam. Misalnya, Sudan, Algeria, Tiongkok dan termasuk dari Indonesia. “Tema ini kami angkat karena banyak mahasiswa yang menempuh studi di Tiongkok dan dituntut untuk bisa memanfaatkan peluang agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Untuk itu, kami angkat tema ini untuk memberikan pemahaman secara mendetail, bagaimana proses ekspor dan impor di Tiongkok,” imbuh Nunik.
Baca Juga: Mahasiswa Asing Minati Wisata Kampung Sayur di Bausasran Jogja
Terdapat empat narasumber yang memberikan materi pada kegiatan tersebut. Selain Nunik, Andri dan Agus, terdapat satu narasumber yakni Wayan Sinta Wati dari Laksmi Cargo selaku praktisi yang menjadi narasumber. Masing-masing menyampaikan materi terkait komunikasi bisnis.
“Pak Andri menyampaikan materi terkait aplikasi melalui marketplace untuk pasar ekspor dan impor. Sedangkan Pak Agus memberikan paparan tentang peluang ekspor dan impor di berbagai negara, termasuk negara Tiongkok salah satunya,” bebernya.
Terakhir, Wayan yang seorang pelaku langsung ekspor dan impor di Tiongkok membagikan pengalamannya selama ini. “Awalnya hanya ikut membantu teman untuk melakukan ekspor dan impor, baik dari Tiongkok ke Indonesia maupun sebaliknya. Kalau dulu hanya jasa titip atau jastip, sekarang sudah berani dengan bendera atau punya perusahaan sendiri,” kata mahasiswa dari Nanjing Normal University.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa asal Sudan dari Ho Hai University, Mohamed menyambut dengan antusias. “Temanya sangat menarik, membuat saya berpikir untuk melakukan impor dan ekspor barang ke Tiongkok dari Sudan. Ya mumpung saya di Tiongkok, jika ada peluang kenapa tidak?” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pakar UGM Nilai Desentralisasi Total Pengelolaan Sampah Tidak Tepat
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
- Ingin Hasil ASPD Optimal, Dinas Pendidikan Gunungkidul Gelar Tryout
- Talut Ambrol di Jalur Clongop Gedangsari Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar
- Kendaraan Keluar DIY Via Entry Tol Tamanmartani Meningkat, Sempat Dekati 1.000 Kendaraan Per Jam
Advertisement
Advertisement