Sri Sultan Ingatkan Penghargaan Bukan Tujuan Akhir
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menorehkan catatan positif dengan maraih dua prestasi sekaligus dalam pembangunan nasional.
Nurhadi Susanto, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia./Istimewa
SLEMAN—Dewasa ini, diskursus mengenai hak-hak penyandang disabilitas semakin berkembang di tengah masyarakat.
Hal tersebut menunjukkan pentingnya hak-hak disabilitas untuk turut menjadi perhatian dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam lingkungan kampus.
Sebagai institusi pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM memahami urgensi menciptakan kampus yang inklusif dan ramah terhadap penyandang disabilitas.
Nurhadi Susanto, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, menyatakan dengan tegas bahwa saat ini, Fisipol siap berada di garis terdepan dalam upaya mengadaptasikan konsep kampus yang inklusif.
Terdapat beberapa aspek kunci yang menjadi perhatian Nurhadi dalam mengembangkan kampus Fisipol yang inklusif, yaitu dari aspek sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana, serta ekosistem yang terbangun.
“Kalau bicara soal Kampus Inklusif, SDM-nya harus tanggap dalam merespons dan berinteraksi dengan civitas akademika maupun tamu yang ada di kampus,” ungkap Nurhadi.
Hal tersebut bukanlah sebuah proses yang mudah dan cepat mengingat tidak semua orang memiliki pengalaman berinteraksi dengan difabel.
Oleh karena itu, diperlukan waktu yang tidak sebentar serta proses yang bertahap untuk memperkenalkan cara yang tepat untuk merespons orang-orang dengan disabilitas. “Ketika sudah paham mengenai cara bersikap dan merespons, yang tidak kalah penting yaitu sarana prasarana yang ramah difabel,” ucap Nurhadi.
Dia mengakui bahwa masih terdapat banyak hal yang harus dibenahi oleh Fisipol berkaitan dengan fasilitas dan infrastruktur fisik yang masih belum ramah disabilitas.
Saat ini, Fisipol sendiri tengah berada dalam proses pembangunan fasilitas-fasilitas tersebut, seperti instalasi guiding block, ramp, serta handrail atau pegangan tangan dalam lift.
Selain itu, rencana untuk memperbaiki aksesibilitas fasilitas toilet yang kurang akomodatif bagi pengguna kursi roda juga tengah diupayakan. “Fisipol memang sangat bersemangat dan berkomitmen untuk menginvestasikan fasilitas yang ramah difabel,” kata Nurhadi.
Untuk memastikan bahwa proses pembangunannya tepat dan sesuai, Fisipol melibatkan teman-teman difabel untuk memantau dari proses perencanaan, implementasi, hingga saat digunakan.
BACA JUGA: Forum Zakat Nasional Gelar Zakat Goes to Campus di UGM
Selain kedua aspek di atas, Nurhadi juga menekankan pentingnya membangun ekosistem yang inklusif di antara individu dan komunitas akademik. “Saya kira ini ruh dari inklusivitas. Kami berbicara soal humanisme, hak, dan kewajiban bagi semua pihak,” kata Nurhadi.
Fisipol UGM percaya bahwa kampus yang inklusif adalah tanggung jawab bersama yang harus diperjuangkan oleh seluruh warga kampus, dan bersama-sama, mereka akan menciptakan sebuah lingkungan yang menerima, inklusif, dan berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan.
Upaya Fisipol menjadi kampus inklusif ini sejalan dengan SDGs 4 (Pendidikan), SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan SDGs 11 (Kota yang Berkelanjutan).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menorehkan catatan positif dengan maraih dua prestasi sekaligus dalam pembangunan nasional.
Jadwal KRL Jogja–Solo 11 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek semua jam keberangkatan di sini.
PDAM Sleman jamin pasokan air bersih saat libur sekolah 2026 untuk hingga 450 ribu wisatawan, sekaligus antisipasi kemarau.
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 11 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Operasi gabungan di Bantul amankan 1.560 batang rokok ilegal. Imogiri jadi lokasi temuan terbesar.