Advertisement
Cegah Bullying, Universitas Korea Kurangi Poin untuk Calon Mahasiswa yang Pernah Terlibat Kekerasan saat Sekolah
Kekerasan / Ilustrasi
Advertisement
Harianjogja.com JOGJA—Universitas Korea, di Korea Selatan (Korsel) akan mengurangi 20 poin bagi pendaftar kampus tersebut yang terbukti pernah terlibat perundungan atau kekerasan saat sekolah. Aturan ini akan diterapkan tahun depan.
AllKpop menulis pada Jumat (22/3/2024) Presiden Universitas Korea Selatan, Kim Dong Won memberikan pernyataan resmi tersebut pada Kamis (21/3/2024). Tak tanggung-tanggung, Universitas Korea segera memberikan penalti jika sikap dan altruisme, kepemimpinan, dan kesadaran bermasyarakat calon pendaftar berbeda dengan karakter yang dicari oleh universitas dalam diri para kandidat.
Advertisement
Presiden Kim mengatakan,"Poin 0,1 saat ini sangat berpengaruh saat pendaftaran. Jadi jika ada yang dikurangi 20 poin, tentu pendaftar tersebut tidak mungkin diterima," katanya dikutip dari AllKpop, Jumat (22/3/2024).
Sebelumnya komite Universitas Korea menyatakan pengurangan 20 poin akan berlaku pada 2025. Pendaftar yang pernah mendapat konsekuensi disiplin dari sekolah seperti pindah sekolah (no.8) dan dikeluarkan (No.9) karena kekerasan.
Baca Juga
Program Jaksa Masuk Sekolah Diarahkan untuk Cegah Bullying
Drakor The Glory Angkat Bullying Sadis dari Kisah Nyata
Aksi Dokter Mogok di Korsel Bikin Tingkat Penerimaan Publik Terhadap Presiden Turun
Universitas akan menggandeng komunitas terkait untuk mengevaluasi pendaftaran dari peserta. Mengenai penambahan kuota untuk sekolah kedokteran di Seoul, Presiden Kim mengatakan hal tersebut bukanlah isu. "Kebijakan itu tak memberikan pengaruh signifikan karena fokus pemerintah adalah universitas lokal. Pemerintah ragu apakah universitas lokal memiliki fasilitas yang memadai untuk memfasilitasi para dokter. Diperlukan juga ruang diskusi untuk meminimalkan dampak bagi publik dan masyarakat."
Khusus untuk sekolah tinggi seni liberal dan sekolah tinggi sains akan menerima 415 mahasiswa baru untuk pertama kali pada tahun depan. Presiden Kim menyatakan sekolah tinggi seni liberal tidak akan ikut serta, sementara sekolah tinggi sains sedang mempertimbangkan untuk menggunakan mekanisme penerimaan mahasiswa baru dalam Tipe 2. "Daripada ikut serta dan berpotensi mengurangi kuota, lebih baik mempertahankan integritas untuk menjaga disiplin ilmu yang langka dan kurang populer. Oleh karena itu, setiap perguruan tinggi diberikan otonomi untuk membuat keputusan sendiri."
Sekolah tinggi seni dan sains dibagi menjadi dua,. Tipe 1, mahasiswa baru dapat dengan bebas memilih jurusan apa pun kecuali jurusan kesehatan dan pendidikan, dan Tipe 2, mahasiswa mendaftar lebih luas seperti di tingkat fakultas maupun universitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dito Ariotedjo Diperiksa KPK, Jelaskan Kunker Jokowi ke Arab Saudi
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Bantul Perketat Pencegahan TPPO Lewat Koordinasi Lintas Sektor
- Tangkap Ikan Pakai Getah Awali Sedekah Laut di Pantai Wediombo
- Bantul Prioritaskan 14 Titik Krusial Pascabencana Banjir Desember
- Serangan Jamur Embun Tepung, Rusak Produktivitas Melon Petani Ponjong
- Jadwal KRL Solo Jogja, Jumat 23 Januari 2026, Berangkat dari Palur
Advertisement
Advertisement



