Advertisement

Indonesia dan Uni Eropa Perkuat Dialog Lintas Agama

Media Digital
Sabtu, 29 November 2025 - 19:27 WIB
Maya Herawati
Indonesia dan Uni Eropa Perkuat Dialog Lintas Agama Indonesia-EU Interfaith and Intercultural Dialogue (Dialog Lintas Agama dan Lintas Budaya) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (29/11/2025). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA–Dialog lintas agama dan budaya antara Indonesia–Uni Eropa kembali digulirkan dengan penekanan pada penguatan toleransi antarumat beragama. Forum yang berlangsung di Jakarta dan Jogja itu menyoroti pentingnya kedekatan antarmanusia dalam menghadapi tantangan global, bukan sekadar kerja sama teknis antarnegara.

Indonesia dan Uni Eropa menempatkan dialog ini sebagai ruang bertukar gagasan mengenai cara merawat kebebasan beragama dan penghormatan atas keragaman. Nilai-nilai itu menjadi elemen dasar dalam Partnership and Cooperation Agreement (PCA), yang sejak 2014 menjadi landasan hubungan kedua pihak.

Advertisement

Deputi Kepala Perwakilan Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Stephane Mechati, menegaskan bahwa kemanusiaan adalah inti dari kemitraan tersebut. “Yang juga penting adalah manusia, dan manusia perlu saling mengenal. Kita bisa sepakat mengenai kemitraan, tetapi pertama-tama kita perlu saling mengenal,” ujarnya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (29/11/2025).

Ia menambahkan bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu, bukan hanya diaplikasikan di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi negara-negara Uni Eropa. Menurutnya, dialog semacam ini melengkapi kerja sama lain seperti perdagangan dan pembahasan visa.

Mechati menekankan bahwa Uni Eropa tidak datang untuk menggurui, tetapi untuk saling belajar. Ia menyebut Eropa pun masih berhadapan dengan persoalan anti-Semitisme, Islamofobia, hingga rasisme, sehingga inisiatif dialog menjadi kebutuhan bersama.

“Kami di Uni Eropa sangat berkomitmen untuk tidak menyangkal kenyataan itu. Bukan menerimanya, tetapi mengakui realitas tersebut dan memerangi ujaran kebencian serta segala bentuk rasisme,” katanya.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan, melihat adanya keselarasan visi antara Indonesia dan Uni Eropa dalam membangun kehidupan lintas iman. Ia menilai dialog ini membuka kesempatan kolaborasi baru yang lebih substansial.

“Kita banyak melihat kesamaan pandangan tentang pentingnya dialog antaragama. Ada masalah-masalah yang mudah-mudahan bisa kita atasi dengan semakin intensifnya dialog seperti ini,” ucapnya.

Noorhaidi juga menjelaskan komitmen kampusnya dalam pendidikan toleransi, termasuk melalui kurikulum cinta yang sedang didorong Kementerian Agama. Ia menyebut kerja sama dengan Uni Eropa dapat memperluas dampak dari upaya tersebut.

“Kalau dikembangkan lebih jauh untuk memperkuat kerangka hubungan antaragama, saya kira ini akan menghasilkan kesepahaman dan kerja sama yang makin kokoh,” katanya.

Dari pemerintah Indonesia, Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa bergulirnya dialog ini bertujuan memperkuat komitmen pada nilai keberagaman yang juga melekat dalam identitas nasional. “Platform ini mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai yang kita bagi bersama Uni Eropa,” ujar perwakilan Direktorat Diplomasi Publik, Ghofar Ismail.

Ia menyampaikan bahwa kerja sama lintas iman dapat membantu kedua pihak merespons isu-isu global seperti kesetaraan gender, keadilan sosial, hingga keberlanjutan lingkungan.

Dengan cakupan diskusi yang luas, termasuk kunjungan ke berbagai rumah ibadah dan lembaga pendidikan di Yogyakarta, dialog ini diharapkan memperkuat jejaring antarkomunitas di kedua kawasan. Indonesia dan Uni Eropa sebelumnya memiliki sejarah kerja sama lintas iman melalui Indonesia Interfaith Scholarship (2012–2019).

Tahun ini, ruang pertukaran itu diperluas dengan melibatkan lebih banyak komunitas agama dari kedua belah pihak. Dialog lintas agama 2025 pun menjadi momentum untuk membangun kedekatan baru di tengah dinamika global, dengan pandangan bahwa pluralisme bukan sekadar prinsip, tetapi praktik yang harus terus dirawat. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

DPR Desak Usut Asal Kayu Gelondongan Hanyut saat Banjir Sumatera

DPR Desak Usut Asal Kayu Gelondongan Hanyut saat Banjir Sumatera

News
| Sabtu, 29 November 2025, 21:37 WIB

Advertisement

Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global

Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global

Wisata
| Sabtu, 29 November 2025, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement