JAFF Market Buka Pendaftaran JAFF Future Project
Perhelatan JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank resmi membuka pendaftaran untuk dua program utamanya.
SMK Muhammadiyah Kretek terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya pendidik melalui berbagai kegiatan pengembangan kompetensi. Salah satunya diwujudkan dengan penyelenggaraan Workshop Public Speaking yang diperuntukkan bagi Bapak dan Ibu Guru, pada Kamis (27/11/25), bertempat di ruang kelas SMK Muhammadiyah Kretek. /Istimewa.
BANTUL—SMK Muhammadiyah Kretek terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya pendidik melalui berbagai kegiatan pengembangan kompetensi. Salah satunya diwujudkan dengan penyelenggaraan Workshop Public Speaking yang diperuntukkan bagi Bapak dan Ibu Guru, pada Kamis (27/11/25), bertempat di ruang kelas SMK Muhammadiyah Kretek.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru, khususnya dalam aspek komunikasi pembelajaran. Di tengah tuntutan pendidikan abad ke-21, guru tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga mampu menyampaikannya secara efektif, komunikatif, serta membangun interaksi yang positif dengan peserta didik.
Workshop public speaking ini menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang komunikasi dan pengembangan diri. Dalam sesi pemaparan materi, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya keterampilan berbicara di depan umum sebagai bagian dari kompetensi pedagogik guru. Materi yang disampaikan meliputi teknik vokal, pengelolaan intonasi suara, penggunaan bahasa tubuh, penguasaan audiens, serta strategi membangun kepercayaan diri saat berbicara di depan kelas maupun dalam forum resmi.
Kepala SMK Muhammadiyah Kretek, Bapak Anggit Nurochman, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa public speaking merupakan keterampilan dasar yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Menurutnya, cara guru berkomunikasi akan menentukan tingkat pemahaman, perhatian, serta motivasi belajar siswa.
“Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menyampaikannya dengan jelas, menarik, dan inspiratif agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh siswa,” ungkapnya.
Suasana workshop berlangsung interaktif dan dinamis. Selain menerima materi, para guru juga diajak mengikuti sesi praktik langsung dan diskusi. Dalam sesi ini, peserta berkesempatan mempraktikkan teknik berbicara di depan audiens, menyampaikan materi singkat, serta mendapatkan umpan balik dari narasumber. Hal ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Salah satu peserta workshop, Ibu Chaya, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dan wawasan baru dalam meningkatkan kualitas komunikasi di kelas.
“Melalui workshop ini, kami belajar bagaimana mengelola suara, bahasa tubuh, serta membangun kepercayaan diri saat mengajar. Hal ini tentu sangat membantu kami agar pembelajaran menjadi lebih hidup dan interaktif,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, SMK Muhammadiyah Kretek berharap para guru dapat terus mengembangkan kompetensi komunikasi profesional sebagai pendidik. Peningkatan kemampuan public speaking diharapkan mampu mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif, inspiratif, dan bermakna, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perhelatan JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank resmi membuka pendaftaran untuk dua program utamanya.
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Imigrasi Parepare mendeportasi WN Malaysia yang overstay 101 hari melalui jalur laut dari Parepare-Nunukan menuju Tawau.