Advertisement
Prihatin dengan Kondisi Lansia, UAD Bentuk Kampung Lansia di Sedayu
Keprihatinan terhadap kondisi sosial dan kesejahteraan lanjut usia mendorong Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) PCA Sedayu membentuk Kampung Lansia di wilayah Sedayu, Bantul. Program tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd., anggota tim pengabdian UAD, saat diwawancarai, Selasa (13/01). - Istimewa.
Advertisement
JOGJA—Keprihatinan terhadap kondisi sosial dan kesejahteraan lanjut usia mendorong Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) PCA Sedayu membentuk Kampung Lansia di wilayah Sedayu, Bantul. Program tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd., anggota tim pengabdian UAD, saat diwawancarai, Selasa (13/01).
Menurut Dody, pembentukan Kampung Lansia berangkat dari temuan lapangan terkait masih banyaknya lansia yang kurang mendapatkan ruang aktivitas, pendampingan, serta dukungan sosial yang memadai.
Advertisement
“Kami melihat ada kebutuhan nyata di masyarakat. Banyak lansia yang secara fisik, sosial, dan psikologis membutuhkan pendampingan. Dari situ muncul gagasan membentuk Kampung Lansia sebagai wadah pemberdayaan,” ujar Dody.
Ia menjelaskan, Kampung Lansia tersebut telah resmi diluncurkan pada 23 September 2025 di Bandut Lor, Kalurahan Argorejo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara tim pengabdian UAD dengan MKS PCA Sedayu.
BACA JUGA
Kegiatan ini digagas oleh tim pengabdian UAD yang diketuai Dr. Nur Kholis, M.Ag., dengan anggota Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd., Ulaya Ahdiani, S.S., M.Hum., Dr. Bambang Sudarsono, Okimustava, M.Pd., serta Dr. Yusutria.
Dody menambahkan, Kampung Lansia tidak hanya difokuskan pada aspek kesehatan fisik, tetapi juga menyasar aspek sosial, psikologis, dan spiritual lansia agar mereka tetap aktif dan merasa dihargai.
“Program ini dirancang agar lansia tidak merasa terpinggirkan. Mereka tetap diberi ruang untuk berkegiatan, berinteraksi, dan berkontribusi di lingkungan,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, tim pengabdian UAD menyerahkan satu set alat rebana lengkap yang digunakan untuk melatih psikomotorik lansia. Kegiatan seni tersebut diharapkan dapat meningkatkan kebugaran sekaligus memperkuat interaksi sosial antar lansia.
Sementara itu, Ketua MKS PCA Sedayu, RR. Sinta Kusuma Ningrum, M.Pd.Si., menegaskan bahwa pembentukan Kampung Lansia merupakan wujud kepedulian terhadap kondisi lansia di wilayah Sedayu.
“Lansia bukan kelompok yang harus disisihkan. Mereka perlu dirangkul, didampingi, dan diberdayakan agar tetap sehat, mandiri, dan bahagia di usia senja,” katanya.
Peluncuran Kampung Lansia ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sedayu, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sedayu, pemerintah kapanewon, serta pemerintah kalurahan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCM Sedayu Heru Waseso, Ketua PCA Sedayu Hj. Sukarni, S.H., M.A., Panewu Sedayu Anton Yulianto, A.P., M.Ip, Lurah Argorejo Ngadimin, S.H., serta para peserta Sekolah Lansia.
Dody berharap, Kampung Lansia di Sedayu dapat menjadi contoh pemberdayaan lansia berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
“Harapannya, model ini bisa dikembangkan di wilayah lain agar semakin banyak lansia yang mendapatkan perhatian dan pendampingan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jari Tersangkut Bak Oli Motor, Damkarmat BPBD Bantul Evakuasi
- Bantul Percepat Mekanisasi Pertanian lewat 17 Bantuan Alsintan
- Longsor Gedangsari Putus Akses Warga, BPBD Siapkan Alat Berat
- Cuaca Ekstrem Rusak 5 Wilayah DIY, Pohon Tumbang Paling Banyak
- 1.337 Keluarga di Bantul Lulus Mandiri dan Keluar dari Program PKH
Advertisement
Advertisement





