Advertisement
Beasiswa Patriot Kementrans Bidik 1.100 Mahasiswa 7 PTN
Beasiswa pendidikan - ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersiap meluncurkan Beasiswa Patriot sebagai program strategis penguatan sumber daya manusia unggul nasional. Program ini ditargetkan menjangkau 1.000 hingga 1.100 mahasiswa terpilih dari tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di Indonesia dan dijadwalkan resmi dimulai pada bulan depan.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa tujuh kampus yang menjadi mitra Beasiswa Patriot meliputi Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Advertisement
Menurut Iftitah, Beasiswa Patriot dirancang tidak sekadar mencetak lulusan berprestasi, tetapi membentuk sumber daya manusia dengan kapasitas unggul yang mampu mendorong perubahan nyata di kawasan transmigrasi. “Kami ingin betul-betul mencetak SDM yang sangat unggul, bukan lagi sekadar unggul,” ujarnya di Jakarta, Minggu malam (18/1).
Saat ini, Kementrans masih mematangkan skema seleksi penerima beasiswa bersama sejumlah pemangku kepentingan. Dalam rancangan awal, calon peserta wajib terlebih dahulu dinyatakan lolos seleksi masuk di salah satu dari tujuh PTN mitra sebelum mengikuti tahapan lanjutan yang diselenggarakan secara terpusat.
BACA JUGA
Tahap seleksi pusat nantinya akan menitikberatkan pada aspek psikologis peserta. “Baru setelah itu ada tes pusatnya. Nah, tes pusatnya ini kami akan dalami secara psikologinya,” kata Iftitah.
Selain aspek psikologi, seleksi Beasiswa Patriot juga menilai peta jalan atau roadmap yang disusun masing-masing calon penerima. Roadmap tersebut mencakup rencana pendidikan, arah karier, hingga kontribusi setelah lulus. “Termasuk kami akan perhatikan roadmap-nya yang bersangkutan, juga path career-nya itu seperti apa ke depannya,” ucapnya.
Ia menegaskan, pendekatan tersebut bertujuan memastikan lulusan Beasiswa Patriot memiliki visi jangka panjang dan mampu berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat transmigran. Kementrans ingin para penerima beasiswa menjadi agen perubahan di wilayah penempatan mereka.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa penerima Beasiswa Patriot akan menjalani pendidikan di tiga Kampus Patriot yang saat ini tengah dibangun oleh Kementrans. Ketiga kampus tersebut berlokasi di Batam, Kepulauan Riau; Mamuju, Sulawesi Barat; serta Merauke, Papua Selatan.
Pemilihan tiga lokasi tersebut didasarkan pada potensi ekonomi masing-masing daerah. Batam diproyeksikan sebagai pusat pengembangan industri, perikanan, dan kelautan. Mamuju diarahkan untuk penguatan sektor industri logam tanah jarang (rare-earth metals) dan pertanian, sementara Merauke difokuskan pada pengembangan pertanian, peternakan, perkebunan, serta perikanan.
Iftitah menambahkan, pihaknya saat ini juga mempercepat pembahasan teknis pelaksanaan Beasiswa Patriot, mulai dari penentuan program studi, skema insentif bagi mahasiswa, persyaratan administrasi, hingga mekanisme lanjutan setelah kelulusan. Seluruh detail tersebut akan diumumkan bersamaan dengan peluncuran resmi program pada bulan depan. “Yang pasti akan kami launching pada bulan depan, Insyaallah,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ratusan WNI Keluar dari Sindikat Scam Kamboja, KBRI Siapkan Pemulangan
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Ekstrem DIY Picu Longsor, Pohon Tumbang, dan Kerusakan Rumah
- Top Ten News Harianjogja.com Minggu 18 Januari 2026
- Banjir di Jakarta Sebabkan KA Taksaka Jogja-Gambir Dibatalkan
- Pemkot Jogja Gencarkan Bersih Trotoar, Rumput Liar Tak Lagi Mengganggu
- HUT ke-53, PDI Perjuangan Sleman Gelar Senam Sicita dan Donor Darah
Advertisement
Advertisement



